Wednesday, 21 December 2016

Berita Proyek : Uji Coba Kereta Pakai Gas Alam Cair,Indonesia Jadi Yang Pertama Di ASEAN

Terobosan spektakuler berhasil dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).Uji coba Kereta bahan bakar gas Alam Cair (Liqufied Natural Gas /LNG) berhasil diluncurkan. Ini merupakan pertama kali dilakukan di Asia Tenggara (ASEAN).

Uji.coba.kereta.bahan.bakar.gas.alam.cair.

‎Corporate Deputy Director Of Technical Engineering and Rolling Stock Assets PT KAI Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, kerja sama uji coba penggunaan LNG pada kereta ini akan dilakukan bertahap. Satu unit kereta pada Desember, Januari dan Februari.

"Ini tahapan harus kita lalui, ini inovasi baru, dari uji coba satu genset satu bulan berikutnya Januari dievaluasi, Februari tambah satu genset," kata Dwiyana, dalam peluncuran ujicoba penggunaan LNG ‎pada kereta, di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/12/2016).

Menurut Dwiyana, hasil uji coba ‎akan dievaluasi, kemudian ada kemungkinan LNG tidak hanya digunakan pada pembangkit kelistrikan di kereta saja, tetapi juga pada mesin pendorong lokomotif. Jika ini terjadi, maka Indonesia negara pertama di ASEAN yang menggunakan LNG sebagai bahan bakar kereta.

Baca juga :

"Saya yakin kalau bisa diluncurkan komersial bisa NKRI banget, ini uji coba konversi LNG pertama di Asia Tenggara," ucap Dwiyana

Dwiyana megungkapkan, ada tiga aspek yang diujicoba yaitu aspek teknis pada alat pengubah konsumsi bahan bakar, ‎aspek keamanan dan keekonomian. Saat ini yang sedang dievaluasi PT KAI adalah aspek keekonomian, jika memenuhi aspek tersebut maka LNG akan digunakan secara komersial.


Amankah Sistem Kelistrikan Kereta Menggunakan Gas Alam?


‎Vice President LNG Pertamina Didik Sasongko mengatakan, penggunaan LNG untuk kereta bukan pertama kali, sebelumnya sudah digunakan Amerika Serikat dan India.

"Soal safety ini bukan pertama dunia tapi sudah dijalankan di Amerika Serikat dan India," kata Didik, dalam peluncuran ujicoba penggunaan LNG ‎pada kereta, di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/12/2016).

Menurut Didik, penggunaan LNG untuk kereta sudah dipikirkan aspek keamanannya oleh Pertamina, dari segi tata letak penempatan di dalam kereta. Selain itu, tekanan LNG tidak seperti Compress Natural Gas (CNG), yang mana jika terjadi kebocoran tidak memicu ledakan.

"Yang penting itu satu pokok yang harus diperhatikan Pertamina, tentu itu dipikirkan penempatan pada bidang yang aman," terangnya.

‎Didik mengungkapkan, selama LNG digunakan pada alat transportasi baik kapal maupun mobil, belum ada kecelakaan yang diakibatkan ledakan.

"Saat digunakan kapal atau mobi belum ada kecelakan ledakan, ini tidak seperti CNG yang tekanan 200 bar," tutur Didik.

Corporate Deputy Director Of Technical Engineering and Rolling Stock Assets PT KAI Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan, dalam penggunaan LNG untuk pembangkit kelistrikan Kereta, telah diujicoba tiga aspek yaitu teknis, keamanan dan ekonomi. Untuk aspek teknis dan keamanan sudah lolos uji coba.

"Tiga aspek teknis sudah masuk, konverter kit LNG sudah masuk, aspek safety sudah oke, tinggal aspek keekonomiannya, kalau sudah hasil baik kita tidak menutup kemungkinan tambah genset lain, ke depan kita pakai LNG," tutup Dwiyana.

Berita dilansir dari : bisnis.liputan6.com/kategori/energi-tambang.