Friday, 16 December 2016

TKA Asal China Serbu Gresik,Apa Yang Terjadi?

Serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Jawa Timur terutama ke Gresik semakin menjadi-jadi.Dimulai dari proyek PLTU Tuban pada tahun 2012 dengan jumlah puluhan orang tenaga kerja kasar (kuli), lalu kemudian merembet ke proyek BUMN lainnya,termasuk proyek Petro Jordan Gresik tahun 2013-2014,proyek Revamping Petrokimia tahun 2014-2015 dan sekarang proyek Amonia Urea II Petrokimia dengan tenaga kerja hampir seratusan orang asal negeri China.

proyek.amonia.urea.petrokimia
(Ilustrasi Proyek Amonia Petrokimia)
Dengan semakin banyaknya tenaga asing (TKA) terutama dari China yang masuk ke wilayah Gresik banyak dikeluhkan warga,terutama para pekerja proyek konstruksi lokal yang jadi korban.

tka.china.serbu.gresik.apa.yang.terjadi

Ironis memang,disaat orang-orang asing sibuk dengan pekerjaannya,disisi lain para pekerja konstruksi lokal bergerombol di warung kopi mencari info kerja yang tak jelas kabarnya.

Bagaimana reaksi wakil kita di DPRD Gresik tentang fenomena ini?
Kabar dari BeritaGresik.com/14/12/2016 mengungkapkan bahwa respon keras datang dari salah seorang anggota DPRD Provinsi Jatim asal Gresik,H Samuel.

Ketua DPC Demokrat Gresik itu menilai, pemerintah telah lalai mengawasi para TKA. Menurut dia, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi jika ada koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dengan petugas.

Karena itu, ia mendesak Disnaker Gresik bekerjasama dengan Disnakertransduk Jatim, petugas Imigrasi serta polisi untuk memeriksa dugaan banyaknya TKA China dalam pembangunan pabrik Amonia Urea (Amorea) II Petrokimia Gresik.

“Masyarakat Gresik banyak yang nganggur dan butuh pekerjaan. Masak TKA China dibiarkan bebas bekerja walaupun tidak memenuhi aturan yang berlaku,” kata politikus asal Bawean, Rabu (14/12/2016).

Sebelumnya dikabarkan ratusan TKA dari China itu dipekerjakan oleh PT Wouhan dan PT Eleco selaku sub kontraktor proyek Amurea II yang ditangani PT Pupuk Indonesia Energy (PIE), PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Adhi Karya.

Ironisnya, para TKA diduga bekerja dalam proyek perusahaan BUMN. Perusahaan plat merah yang secara tidak langsung diduga ikut menggunakan jasa TKA dalam proyek pembangunan yakni PT Petrokimia Gresik.

Perusahaan produsen pupuk itu saat ini membangun pabrik Amonia-Urea II senilai Rp 7,5 triliyun dimulai tahun 2015 dan ditargetkan tuntas pada September 2017.

Penggunaan ratusan TKA China itu diduga melanggar ketentuan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

tka.china.serbu.gresik.apa.yang.terjadi
(Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Pulau Bawean/Foto:Dok.BeritaGresik))
Sementara itu,Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya menemukan adanya pelanggaran terkait keberadaan pekerja China di Gresik yang dipekerjakan PT Wuhan Engineering.

Seperti diketahui, PT Wuhan Engineering merupakan perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan pabrik Urea dan Amonia milik PT Petrokimia Gresik yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN).

“Nah di Gresik itu kemarin memang ada pelanggaran. Separuh punya izin, separuh katanya masih dalam proses. Kan itu enggak bener. Izinnya belum ada, katanya masih dalam proses belum lagi yang lain-lain,” kata pria yang biasa disapa Gus Ipul di Surabaya, Kamis (15/12/2016).

Tindakan PT Wuhan Engineering yang mempekerjakan buruh asal China secara ilegal diakui sebagai pelanggaran. “Dan kita harapkan ini menjadi perhatian semua pihak, agar perusahaan-perusahaan tidak mempekerjakan orang yang tidak memiliki izin,” ucapnya.

Gus Ipul menjamin Pemprov Jatim akan bersikap tegas dan memberikan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan nakal ini. Namun, dia masih belum menyebutkan sanksi tegas yang dimaksud.

“Nanti akan kita cobalah. Kita akan lihat sanksi-sanksi yang memungkinkan. Tapi pasti akan diberikan sanksi, (termasuk BUMN), iya pastilah, pasti. Semua akan terkena sanksi,” tegasnya.

Data Disnakertranduk Jawa Timur, sejak April hingga November 2016 kemarin, ada 76 tenaga kerja asal China di Gresik. Dari jumlah itu, 32 orang memiliki izin, sisanya 44 orang belum memiliki izin alias ilegal.

Sementara data Aliansi Buruh Jawa Timur, ada sekitar 2,000 TKA ilegal di mana 90% berasal dari China. Mereka tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur seperti di Surabaya, Gresik, Probolinggo, Pasuruan dan Lamongan.

Nah,slogan "GRESIK ZUMPEK" sepertinya benar-benar terjadi.Seperti kata "Gresik sepi,gak ada proyek".Padahal?

Source : beritagresik.com