Ini Dia! 5 Kilang Minyak Terbaik di Indonesia tahun 2021

Lima kilang minyak terbaik di Indonesia adalah Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balik Papan dan Balongan. Lihat rincian lengkap

 Kilang minyak atau refinery dalam bahasa Inggris adalah fasilitas industri atau pabrik yang mengolah minyak mentah menjadi berbagai bahan bakar yang langsung bisa digunakan seperti; bensin, solar, minyak tanah dll serta menghasilkan bahan baku untuk industri petrochemical.

5-kilang-minyak-terbaik-indonesia-2021
Kilang minyak Dumai / image: https://riaupos.jawapos.com

Saat ini ada enam kilang minyak di Indonesia, semuanya dioperasikan oleh perusahaan minyak milik negara Indonesia, Pertamina.

5 kilang minyak terbesar di Indonesia adalah:

  1. Kilang Dumai, sebagai Unit Pengolahan II Dumai
  2. Kilang Plaju, sebagai Unit Pengolahan III Plaju
  3. Kilang Cilacap, sebagai Unit Pengolahan IV Cilacap
  4. Kilang Balikpapan, sebagai Unit Pengolahan V Balikpapan
  5. Kilang Balongan, secara resmi dikenal sebagai Unit Pengolahan VI Balongan
Selain lima kilang tersebut, Pertamina mengoperasikan kilang kecil 10.000 BOPD Kasim di Sorong, Papua Barat.
Dengan total kapasitas untuk mengolah 1.046.700 barel minyak mentah per hari, seluruh kilang di Indonesia saat ini memasok sekitar 50% dari kebutuhan bahan bakar domestik.

Pada 2019, Indonesia mengimpor 24,7 miliar liter bahan bakar.
Indonesia akan memproduksi semua bahan bakar yang dibutuhkan pada tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar domestiknya. Di bawah program pengembangan atau Refinery Development Master Plan (RDMP) senilai $17 miliar, Pertamina berharap dapat meningkatkan kapasitas pemrosesan minyak menjadi 2 juta barel per hari pada tahun 2025.

Lihat juga:

Proses Pengolahan Minyak Bumi dan Hasilnya
Berdasarkan RDMP, lima kilang teratas akan ditingkatkan kapabilitas dan kapabilitasnya. Saat ini, Pertamina sedang melakukan ekspansi dan upgrade kilang Cilacap dan Balikpapan.

Pertamina juga berencana membangun dua kilang baru di Tuban, Jawa Timur dan Bontang, Kalimantan Timur.

Saat ini sedang berlangsung proyek untuk membangun 300.000 barel minyak mentah per hari di Kilang Tuban. Ditargetkan selesai pada 2026.

Ini rincian lima kilang teratas di Indonesia, adalah sebagai berikut:

Refinery Unit II Dumai


Kilang Dumai mulai beroperasi pada tahun 1971 dan berlokasi di Dumai, Sumatera.
Kilang Dumai dirancang untuk memproses 170.000 barel minyak mentah dan memasok Sumatera dengan bahan bakar seperti bensin, avtur, solar, minyak tanah, solvent, green coke dan LPG.

Kilang tersebut membutuhkan penggunaan gas alam yang dihasilkan dari lapangan gas sekitarnya seperti lapangan minyak Grissik yang dikelola oleh Konoko Phillips, lapangan minyak Bentu blok  yang dikelola oleh Mega Energy Persada (PT EMP), dan Jambi Merang yang dikelola oleh Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE Jambi Merang).

Dengan menggunakan gas alam yang dihasilkan di lapangan-lapangan tersebut, kilang Dumai dapat menekan biaya bahan bakar hingga 40%.

Refinery Unit III Plaju


Plaju refinery dan petrochemical complex terdiri dari dua kilang tua di wilayah Palembang Sumatera Selatan. Satu di Plaju dan satunya di Sungei Gerong.

Kilang Plaju merupakan kilang tertua yang ada di Indonesia. Dibangun pada tahun 1904 oleh BPM (Batavia Petroleum Maatschappy), pendahulu Shell. Pertamina mengakuisisi kilang tersebut dari BPM pada tahun 1949.

Kilang Sungei Gerong dibangun pada tahun 1926 oleh SVPM (Standard Vacuum Petroleum Maatschappij). Pertamina mengakuisisi kilang dari Stanvac pada tahun 1970.

Pertamina mengintegrasikan kedua kilang tersebut dengan membangun pipa penghubung pada tahun 1972, yang secara resmi disebut Unit Pengolahan III Plaju.

Integrasi antara kilang Plaju dan petrochemical memiliki total kapasitas penyulingan 118.000 barel per hari. Memproses minyak mentah  menjadi produk antara lain; bensin, minyak tanah, bahan bakar diesel, biodiesel B20, bahan bakar penerbangan, dan minyak bakar.

Jenis bensin yang dihasilkan antara lain Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Racing. Kilang Plaju juga memproduksi produk petrokimia seperti polypropylene dan PTA.

Menurut Pertamina, komplek kilang minyak Plaju dan petrokimia akan melirik "Green Refinery" baru yang berdiri sendiri sebesar 20.000 barel per hari pada tahun 2024, memanfaatkan minyak sawit mentah (CPO- crude palm oil) produksi lokal. Unit baru tersebut akan memproduksi green diesel fuel, green aviation fuel, green naphtha and green LPG.

Refinery Unit IV Cilacap


Kilang Cilacap adalah komplek integrasi kilang minyak dan petrokimia terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas penyulingan minyak harian saat ini sebesar 348.000 barel, menghasilkan 34% dari total produksi bahan bakar Indonesia.

Kilang Cilacap pertama kali selesai dibangun pada tahun 1976 dan mampu mengolah 100.000 barel minyak mentah per hari. Namun, karena terletak di Jawa Tengah, beberapa kali telah ditingkatkan dan diperluas sebagai kilang strategis.

Saat ini kompleks kilang dan petrokimia Pertamina Unit IV terdiri dari tiga unit:

  1. Oil Refining Unit #1
  2. Oil Refining Unit #2
  3. Paraxylene Unit
Unit pemurnian minyak bumi #1 selesai pada tahun 1976 dan mampu memproses 100.000 barel minyak per hari dan dirancang khusus untuk memproses minyak mentah dari Timur Tengah.

Unit pemurnian ini menghasilkan bensin, pelumas dan aspal. Pada tahun 1998, Pertamina berencana akan meningkatkan kapasitas penyulingan menjadi 118.000 BOPD.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat, unit pengilangan minyak #2 selesai dibangun pada tahun 1983 dengan kapasitas 200.000 BOPD. Setelah itu, kapasitasnya meningkat menjadi 230.000 BOPD pada tahun 1998.
Unit kedua ini dirancang untuk mengolah minyak mentah Timur Tengah dan Indonesia.

Selesai pada tahun 1990, unit Paraxylene memproduksi produk petrokimia seperti Paraxylene, benzene, raffinate, dan heavy aromatic. Beberapa dari produk ini akan dikirim ke kilang Plaju untuk diproses lebih lanjut.

Refinery Unit V Balikpapan


Kilang Balikpapan salah satu kilang minyak yang cukup terkenal selesai dibangun pada tahun 1922 oleh BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij), pendahulu Royal Dutch Shell. BPM dibangun untuk mengolah minyak mentah yang ditemukan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kilang itu rusak parah dua kali selama Perang Dunia II dan kemudian dipulihkan. BPM kemudian diakuisisi oleh Pertamina pada tahun 1949.

Kilang tersebut kemudian diperluas dan ditingkatkan beberapa kali untuk memenuhi permintaan bahan bakar yang terus meningkat di Indonesia bagian timur.

Kilang Balikpapan merupakan kilang terbesar kedua di Indonesia. Dengan kapasitas pemrosesan minyak mentah saat ini sebesar 260.000 barel, memproses 25% dari total asupan minyak mentah dan memasok sekitar 15% dari kebutuhan bahan bakar Indonesia.

Program pengembangan kilang (RMDP) berencana akan mengembangkan kilang menjadi lebih besar. Saat ini sedang melakukan ekspansi sebesar 5 miliar dolar yang akan meningkatkan kapasitas pemrosesan dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

Selain meningkatkan daya pemrosesan, ekspansi proyek juga bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas minyak mentah dan kualitas produk. Kilang minyak Balik Papan memiliki kapasitas untuk memproduksi bahan bakar standar Euro V berkualitas tinggi.

Perluasan kilang Balikpapan meliputi:

  • Residual fluid catalytic cracker (RFCC) unit dengan kapasitas desain 90.000 barel per stream per hari
  • LPG sulfur removal unit,
  • Propylene recovery unit
  • 80,000 BPSD middle distillate hydrotreater
Proyek ini akan mengupgrade vacuum distillation unit(VDU), crude distillation unit(CDU), hydrocracker unit (HCU) dan unit recovery LPG yang ada untuk meningkatkan produksi Euro V gasoline, diesel fuel, and LPG. Naik menjadi 100.000 BPD, 30.000. BPD dan 930 ton per hari masing-masing.

Proyek ini mencakup perluasan kapasitas minyak mentah dengan menambahkan:

  • A single-point mooring system and a pipeline end manifold yang mampu melayani kapal pengangkut minyak mentah dengan bobot 320.000 DWT (dead weight tonnage).
  • Jalur pipa A 20 inci dari terminal Lawe-lawe ke terminal Panajam.
  • Pipa bawah laut 52 inci dari Terminal Panajam ke kilang.
  • Dua tangki penyimpanan minyak mentah baru dengan kapasitas 100 juta barel.

Refinery Unit VI Balongan


Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat selesai dibangun pada tahun 1994. Diperbaharui pada tahun 2003, kapasitas pemrosesan ditingkatkan menjadi 130.000 barel minyak mentah per hari.
Kompleks Kilang dan Petrokimia Balongan dirancang untuk mengolah minyak mentah dari lapangan Duri dan Minas.

Kilang ini memproduksi berbagai bahan bakar seperti Premium, Peltamax, Peltamax Plus, solar, minyak tanah dan LPG. Juga memproduksi produk petrokimia seperti propylene.

Kilang Unit VI di Pertamina ini merupakan kilang yang strategis dan penting bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan BBM ibu kota Indonesia, Jakarta dan Jawa Barat.
Kilang Balongan bangga menjadi kilang yang menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk mengolah residu menjadi produk berkualitas tinggi.

Kilang tersebut pernah mengalami kecelakaan kebakaran pada 29 Maret 2021. Empat tangki penyimpanan terbakar.

Itulah lima kilang minyak terbaik di Indonesia 2021. Selain kelima kilang tersebut Pertamina saat ini juga mengelola Kilang Kasim yang merupakan kilang terkecil yang berada di Papua.

Refinery Unit VII Kasim


Kilang 10.000 BPD Kasim merupakan kilang terbaru namun terkecil milik Pertamina.
Kilang Kasim di Sorong, Papua Barat selesai dibangun pada tahun 1997 untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di bagian paling timur Indonesia. Ini memanfaatkan pengolahan minyak mentah yang diproduksi di lapangan Walio dan Salawati di dekatnya.

Kilang Pertamina Unit VII ini saat ini beroperasi di bawah kapasitas desain 10.000 BOPD. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi minyak dari dua lapangan minyak tersebut.

Untuk mengoperasikan kilang secara ekonomis, Pertamina perlu menambah pasokan minyak dengan mendatangkan minyak mentah melalui kapal tanker minyak. Untuk melakukan ini, diperlukan pembangunan empat tangki penyimpanan 110.000 barel.

Saat ini, kilang Kasim memasok kurang dari 15% bahan bakar yang dibutuhkan di Papua dan Maluku. Kilang Kasim diharapkan mampu memproses 50.000 BOPD ke depan.
Itulah penjelasan mengenai 5 kilang terbaik di Indonesia 2021. Lihat artikel menarik lainnya:

Arti dan Fungsi Regeneration Gas Heater Pada Proses Pengolahan Migas
Terima kasih sudah baca artikel. Semoga berguna.
Sumber: https://oilandgascourses.org/blog - oleh Jamin Juan Chief Training Officer dari LDI Training

Bagikan ke
LihatTutupKomentar