Pembangkit Listrik Tenaga Amoniak: Kolaborasi ITB dan Mitsubishi

Perjanjian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Amoniak, kolaborasi antara Mitsubishi Heavy Industries, Ltd (MHI) dan Institut Teknologi Bandung.

Pada tanggal 16 November, kota Bandung, Indonesia, menjadi saksi penting dari kolaborasi revolusioner antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Mitsubishi Heavy Industries.

Momentum ini terjadi seiring dengan penyelenggaraan Enlit Asia, sebuah acara yang menjadi pusat perhatian dalam transisi energi di Asia Tenggara.

Penandatanganan Perjanjian dan Presentasi Teknologi Terkini di Enlit Asia

kerjasama-itb-dan-mitsubishi-menghadirkan-pembangkit-listrik-amonia
Foto - penandatanganan perjanjian baru antara Mitsubishi Heavy Industries, Ltd (MHI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada hari Kamis, 16 November 2023.

Upacara penandatanganan perjanjian ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan pembangkit listrik berbahan amonia.

Para perwakilan dari Mitsubishi Power dan ITB turut membagikan wawasan teknis tentang teknologi pembakaran turbin gas melalui Pusat Pengetahuan (Knowledge Hub) di Enlit Asia.

Aspek penting dalam perjanjian kerjasama ITB dan Mitsubishi Heavy Industries:

1. Perpanjangan MoU 2022: Fokus pada Pembangkit Listrik Amonia

Sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada tahun 2020, MHI dan ITB telah memperpanjang kemitraan mereka hingga lima tahun ke depan pada Februari 2022.

Perjanjian terbaru, difokuskan pada pembangkit listrik amonia, muncul sebagai hasil studi kelayakan menyeluruh terhadap energi baru, termasuk hidrogen dan amonia.

2. Komitmen Terhadap Dekarbonisasi dan Kolaborasi Ilmiah

Inisiatif kolaboratif mencakup studi bersama terhadap sumber energi baru dan penyelenggaraan kuliah umum. Dengan dukungan dari Mitsubishi Power, MHI berkomitmen memberikan dampak jangka panjang pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor energi Indonesia.

3. Menghadapi Tantangan Menuju Emisi Nol di 2060

Langkah ini tidak hanya mendukung target ambisius Indonesia mencapai emisi nol pada 2060, tetapi juga menyoroti pemanfaatan hidrogen dan amonia sebagai solusi ramah lingkungan.

Kolaborasi antara ITB dan Mitsubishi bukan hanya proyek teknologi, melainkan langkah konkret menuju masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan di Asia.

Baca juga: 10 Mega Proyek Konstruksi Termahal di Dunia

Dengan melibatkan teknologi terkini dan fokus pada solusi ramah lingkungan, kemitraan ini tidak hanya menciptakan terobosan dalam industri energi tetapi juga menandai kontribusi penting terhadap visi global dekarbonisasi.

Langkah-langkah ini bukan hanya menentukan masa depan energi Indonesia tetapi juga mendorong inovasi dalam skala global (sumber: jakartadaily.id).

Proses Pembangkit Listrik Tenaga Amoniak

Pembangkit Listrik Tenaga Amoniak adalah fasilitas energi yang menggunakan amonia sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

Proses kerjanya melibatkan beberapa tahap kompleks yang dimulai dari produksi amonia hingga konversi energi amoniak menjadi listrik.

Prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Amoniak melalui beberapa tahap:

1. Produksi Amoniak

Proses dimulai dengan produksi amonia (NH3), yang umumnya dilakukan melalui reaksi Haber-Bosch. Reaksi ini melibatkan nitrogen dan hidrogen yang diambil dari udara dan metana.

2. Penyimpanan Amoniak

Amoniak yang dihasilkan disimpan dalam kondisi tertentu, seringkali dalam bentuk cair atau dikompresi untuk memudahkan transportasi dan penggunaan di pembangkit listrik.

3. Konversi Energi Amoniak

Amoniak diubah menjadi gas melalui proses penguapan atau pemanasan. Gas amoniak kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk turbin gas atau mesin pembangkit listrik lainnya.

4. Turbin Gas atau Mesin Pembangkit Listrik

Gas amoniak dimasukkan ke dalam turbin gas atau mesin pembangkit listrik yang mengubah energi termal dari pembakaran menjadi energi mekanis.

5. Generator Listrik

Energi mekanis yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan generator listrik. Generator ini mengonversi energi mekanis menjadi energi listrik melalui prinsip induksi elektromagnetik.

6. Distribusi Listrik

Listrik yang dihasilkan dari proses ini dapat didistribusikan melalui jaringan listrik untuk digunakan oleh rumah tangga, industri, atau lembaga lainnya.

Baca juga: Pembangkit Listrik Panas Bumi dan Cara Kerjanya

Keuntungan Pembangkit Listrik Tenaga Amoniak

Beberapa keuntungan pembangkit listrik ini bisa dilihat dari penjelasan berikut:

1. Ramah Lingkungan

Amoniak dapat dihasilkan menggunakan sumber energi bersih, seperti energi terbarukan.

2. Potensi Penyimpanan Energi

Amoniak dapat berperan sebagai vektor energi dan menyimpan energi yang dihasilkan dari sumber energi yang tidak selalu stabil, seperti matahari atau angin.

3. Pengurangan Emisi Karbon

Dalam skenario di mana amoniak diproduksi menggunakan energi terbarukan, pembangkit listrik amonia dapat membantu mengurangi emisi karbon.

Namun, bagaimanapun juga, implementasi teknologi ini juga memiliki berbagai tantangan baik dari segi teknis maupun ekonomis yang harus diatasi guna memastikan efisiensi dan keberlanjutannya.

LihatTutupKomentar
Cancel