Proyek Smelter Freeport Di Gresik, Apa Kabar?

Kabar PT Freeport akan membangun proyek smelter di wilayah Gresik tak pelak membawa angin segar buat masyarakat sekitar.

Hal ini bisa dimaklumi, sebab dengan adanya proyek baru secara otomatis akan membuka lowongan kerja baru juga.Terutama buat para pekerja di bidang proyek - konstruksi, piping, mekanikal serta pekerja konstruksi sipil.

Tapi hingga saat ini, belum ada kabar yang pasti kapan proyek Smelter Freeport dimulai. Lokasi untuk proyek inipun masih simpang siur.

Seperti yang dilansir dari 'beritametro.news' edisi agustus 2016,tarik ulur lokasi proyek pembangunan pabrik Smelter PT Freeport antara di lahan milik PT Petrokimia Gresik atau di kawasan JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate) Manyar, membuat kepastian kapan proyek ini akan dimulai belum jelas hingga kini. Apalagi beberapa pihak di lingkup Pemkab Gresik juga mulai menghindar ketika disinggung tentang persoalan ini.

Baca juga :

Kepala Bidang Perizinan pada BPPM (Badan Perizinan dan Penanaman Modal), Farida Haznah Ma'ruf misalnya. Dia terkesan menghindar ketika ditanya seputar lokasi tepatnya pabrik smelter tersebut. Padahal, sebelumnya Farida sangat semangat menjelaskan soal rencana Smelter Freeport dibangun di Gresik. 

“Saya belum  mengetahui,  Smelter milik PT Freeport akan dibangun di lahan seluas 80 hektar milik PT Petrokimia atau dimana. Kami belum ada informasi," katanya.

Hanya, Farida mengakui, kalau  sesuai dengan schedule, rencananya ada tiga calon lokasi. “Dari tiga lahan itu, kami belum  tahu persisnya. Tapi, kalau Dirut PT PG mengatakan smelter dibangun di lahan miliknya, ya mungkin saja,” jelasnya.

Tapi, yang pasti lanjut Farida, smelter sudah harus beroperasi pada 2017. Karena  itulah,  PT Freeport sekarang sudah mulai  membuka lowongan pekerjaan.

“Lowongan pekerjaan sudah dibuka, karena 2017 sudah harus beroperasi,” terangnya kendati dia mengungkap jika belum lakukan pengurusan izin di BPPM. 

Farida berkilah jika kebanyakan izin yang diurus merupakan kewenangan pusat karena terkait status Freeport sebagai perusahaan an PMA (Pananaman Modal Asing). Sedangkan di Gresik, Freeport hanya diwajibkan mengurus izin lokasi atau izin peruntukan ruang (IPR), IMB (izin mendirikan bangunan) dan HO (izin gangguan). “Kalau pihak Freeport sudah menuntaskan izin di pusat, baru ke kami (BPPM),” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan dirut Petrokimia Gresik, Hidayat Nyakman ketika menghadiri HUT BUMN Pupuk terbesar di Indonesia ini, mengatakan smelter diputuskan dibangun di lahan PT Petrokimia Gresik seluas 80 hektar. Namun pihak Petrokimia baru menyiapkan lahan seluas 50 hektar. Sisanya akan dipenuhi dengan cara reklamasi.

Informasi yang dihimpun dari 'beritasatu.com' edisi September 2016 menjelaskan bahwa PT Freeport Indonesia menyatakan tetap bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik dalam membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter) tembaga. Perusahaan tambang asal Amerika (AS) itu menyewa lahan milik Petrokimia sebagai lokasi smelter.

Proyek.smelter.freeport.di.gresik
gbr ilustrasi reklamasi.sumber:metropantura

"Perjanjian land lease dengan Petrokimia Gresik masih berjalan," kata Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama di Jakarta, Jumat (2/9).

Pernyataan Riza itu menanggapi tudingan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Siregar yang menyebut Freeport tidak serius membangun smelter. Tudingan itu lantaran Eni pernah bertemu dengan Direksi Petrokimia dan terungkap berakhirnya kerja sama antara Freeport dengan Petrokimia. Alasannya Freeport belum mendapatkan kepastian pascakontrak karya berakhir di 2021.

"Freeport sudah tidak kerja sama dengan Petrokimia. Dia belum memperbaharui kerja samanya dengan Petrokimia," kata Eni dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR kemarin.

Riza menegaskan, Freeport Indonesia masih bekerja sama dengan Petrokimia. Asam sulfat yang merupakan produk samping dari smelter akan diserap oleh Petrokimia. Selama ini Petrokimia mengimpor sebagian besar asam sulfat untuk bahan baku pupuk.

Freeport membangun smelter berkapasitas bahan baku 2 juta ton konsentrat tembaga. Investasi proyek ini mencapai US$ 2,1 miliar. Progres pembangunan smelter ini baru mencapai 14 persen.

Pencarian terkait :
LihatTutupKomentar