Cara Membedakan Globe, Gate dan Ball Valve

Dalam process plants di proyek sistem perpipaan, Anda pasti sering melihat komponen pipa yang namanya valve. Terutama tiga jenis valve pipa yang paling umum digunakan, yaitu: gate valve, globe valve dan ball valve.

Perbedaan-valve-globe-gate-dan-ball

Tiga jenis valve ini memang banyak kemiripan jika dibanding dengan jenis-jenis valve lainnya. Jika Anda tidak jeli kemungkinan akan salah dalam menyebutkan istilah namanya.

Nah, pada kesempatan ini admin project team akan mengulas bagaimana cara membedakan ketiga jenis valve tersebut. Tapi ada baiknya kita mengetahui dulu apa itu valve. Simak sampai selesai agar tidak salah paham, hehe. 

Apa itu valve?

Valve adalah suatu komponen perpipaan yang digunakan untuk membuka dan menutup aliran. Suatu jenis valve bisa juga digunakan untuk mengatur debit aliran sesuai yang diperlukan. Sedangkan jenis lainnya tidak bisa karena mempunyai bentuk struktur dan stopper aliran yang berbeda. Valve memang didesain menurut fungsi dan kegunaannya masing-masing.

Sama halnya dengan jenis-jenis valve ini, gate, globe dan ball valve. Meskipun ada beberapa kesamaan fungsi, ketiganya mempunyai karakteristik yang berbeda. Nah, berikut ini cara membedakannya supaya tidak gagal paham. Ada baiknya baca juga mengenai Pengertian dan Jenis-jenis Valve dalam sistem perpipaan pada artikel sebelumnya.

Cara mengetahui perbedaan valve globe, gate dan ball valve bisa dilihat dari beberapa karakteristik berikut;

1. Gate Valve

perbedaan-gate-valve-dengan-globe-valve-dan-ball-valve

Gate valve adalah jenis katup yang berfungsi hanya untuk membuka dan menutup aliran saja. Tidak bisa difungsikan untuk mengatur pressure dan debit aliran.

Cara kerja gate valve menggunakan wheel (kemudi) untuk mengangkat dan menurunkan disk stopper. Valve jenis ini hanya boleh digunakan dalam posisi terbuka penuh atau tertutup penuh, tidak boleh tertutup atau terbuka sebagian karena disk akan bergetar yang bisa merusak valve itu sendiri. Ada baiknya baca juga penjelasan lengkap mengenai gate valve, jenis dan fungsinya pada artikel di blog ini.

Ciri-ciri Gate Valve:

  • Mempunyai body casing standar dengan bentuk rata-rata agak kotak di bagian tengahnya, sangat terlihat terutama untuk valve pipa yang berukuran besar.
  • Stopper digerakkan secara naik turun
  • Stopper berbentuk disk / cakram
  • Jenis putaran penuh dengan kecepatan sedang.
  • Menggunakan pegangan berupa handweel (setiran).
  • Tidak cocok digunakan untuk pengaturan debit aliran dan throttling
  • Pada umumnya digunakan untuk fluida cair, meskipun untuk gas juga baik
  • Tidak ada tanda 'flow, pemasangan boleh ke semua arah.

2. Globe Valve

cara-membedakan-valve-globe-ball-dan-gate-valve

Globe valve dirancang untuk bisa mengurangi laju aliran. Globe valve dapat menutup cairan secara perlahan untuk mengurangi tekanan, yang tidak menyebabkan water hammer.

Jenis globe valve memiliki ruang agak sempit pada tempat cairan mengalir. Ruang ini akan ditutup oleh disk / piringan yang nantinya akan bergerak naik turun. Pergerakan piringan tidak terlalu cepat dan debit aliran dapat dikontrol dengan sangat baik, atau istilahnya throttle.

Ciri-ciri Globe Valve:

  • Mempunyai tiga bentuk, yaitu: model T, model Y dan model sudut (angle)
  • Stopper digerakkan secara naik turun
  • Bentuk disk / sopper menyerupai plug dengan ruang yang lebih sempit.
  • Jenis putaran penuh dengan kecepatan lambat.
  • Menggunakan pegangan berupa handweel (setiran).
  • Sangat baik digunakan untuk throtling dan pengaturan debit aliran / fluida.
  • Cocok untuk fluida cair dan gas, tapi kurang baik untuk aliran air.
  • Ada tanda 'flow', arah pemasangan tidak boleh terbalik.

3. Ball Valve

perbedaan-globe-valve-dengan-valve-ball-dan-gate

Ball Valve adalah jenis valve yang dibilang operasionalnya cepat, dikarenakan valve ini hanya memperlukan seperempat putaran dari posisi tertutup ke posisi terbuka penuh. Sering juga disebut Quarter Turn Valve.

Di dalam valve ini ada bagian terpenting yaitu sebuah bola yang dinamakan ball disc valve. Disk ini berlobang lurus dari satu sisi ke sisi yang lain dan dipasang sejajar dengan arah aliran fluida pada body valve. Disc valve ini terhubung langsung dengan bagian handle valve yang dioperasikan dari luar body valve.

Ball valve tidak cocok apabila digunakan untuk mengontrol aliran fluida pada sebuah system, karena nilai akurasi dari aliran yang melalui valve ini memiliki nilai toleransi tinggi.

Ciri-ciri Ball Valve:

  • Bentuk body casing standart dan rata-rata agak cembung di tengah.
  • Mempunyai dua bentuk yang berbeda pada insidenya, yaitu model full bore dan reduced bore.
  • Stopper digerakkan secara memutar.
  • Bentuk stopper bulat seperti bola dengan lubang lurus tepat di tengahnya.
  • Jenis putaran cepat dan hanya butuh seperempat putaran saja, untuk membuka dan menutup penuh.
  • Rata-rata menggunakan pegangan handle batang.
  • Tidak cocok digunakan untuk mengatur debit aliran dan throttling
  • Bisa digunakan untuk jenis fluida cair maupun gas.
  • Tidak ada tanda 'flow', pemasangan ke semua arah.

Nah itulah penjelasan singkat mengenai cara membedakan jenis valve gate, globe dan ball valve. Semoga bermanfaat menambah ilmu piping kita. Jika berkenan silahkan dishare melalui icon di bawah, atau simak artikel menarik lainnya di siini. Terima kasiih.

LihatTutupKomentar
Cancel