Cara Mudah Membaca Gambar Isometrik Piping Beserta Contohnya

Tiga langkah mudah Cara Membaca Gambar Isometrik Pipa: 1. Pahami arah garis isometrik 2. Pahami bagian-bagian pada gambar 3. Pahami simbol-simbolnya.

Gambar isometrik pipa atau piping isometric drawing merupakan sebuah gambar yang menjadi bentuk representasi 3 dimensi dari sebuah rooting pipa.

Dalam gambar tersebut menunjukkan arah atau posisi dari pipa yang sebenarnya.

Biasanya gambar ini digunakan oleh pekerja proyek piping, mekanik, sipil serta untuk vendor. 

cara-membaca-isometrik-pipa

Sebagai pekerja proyek piping tentunya Anda harus paham dan bisa membaca gambar isometrik dengan baik. Bagian-bagian yang ada dalam gambar isometrik, komponen-komponen serta simbolnya.

Pipa, sebuah benda yang kerap kali digunakan dalam proyek piping, memiliki kelas, spesifikasi, komponen, dimensi, serta sistem yang berbeda-beda.

Sebagai pekerja piping, Anda dituntut harus bisa memahami berbagai gambar konstruksi, terutama gambar-gambar yang digunakan dalam proyek piping.

Pengertian Gambar Isometrik

Setiap ada pekerjaan proyek piping pasti dibutuhkan isometric drawing. Gambar ini memiliki tiga ukuran yang jelas yakni; panjang, lebar dan tinggi, yang bertujuan untuk menampilkan tiga dimensi. Tak jarang dalam pembuatannya gambar ini dimiringkan 30 derajat dari sumbu axisnya guna memberikan informasi sejelas mungkin.

Karena poin terpenting dari gambar ini adalah tata letak dan arahnya, maka gambar ini tidak ditunjukkan dalam skala yang sebenarnya. Namun tetap dibuat proporsional layaknya perbandingan pada ukuran yang sebenarnya. Sehingga penting bagi Anda untuk memahami seputar ilmu ini.

Umumnya sebuah gambar isometrik hanya menampilkan garis sebagai simbol dari pipa tersebut, yang mana letak dari garis itu adalah centerline dari pipa.

Tidak peduli apakah ukuran pipa itu besar atau kecil, dalam isometrik, pipa tetap digambar dalam bentuk garis yang sama.

Untuk belajar gambar isometrik pipa Anda juga harus memahami simbol-simbol perpipaan (ada di bagian akhir artikel) maupun komponen-komponen yang terhubung. Misalnya simbol berbagai jenis valve, fitting serta equipment, simbol sambungan dan aksesoris lainnya.

Cara Memahami Gambar Isometrik Pipa

Berikut tips tiga langkah mudah cara membaca gambar isometrik yang bisa Anda coba.

  1. Pahami arah garis isometrik
  2. Pahami bagian-bagian pada gambar isometrik
  3. Pahami simbol-simbolnya

1. Pahami Arah Garis Isometrik

Berbeda dengan cara membaca gambar proyek lainnya - seperti gambar P&ID, gambar PFD, gambar GA piping dll, pada gambar isometrik perlu memahami dahulu arah mata angin pada gambar tersebut. Untuk arah utara, biasanya ditulis pada pojok kiri atas dan menunjukkan kearah diagonal.

Pada intinya selain garis vertikal (ke atas - ke bawah), gambar pipa akan mengarah ke arah mata angin, tinggal diurutkan saja dari isometrik tersebut, mulai dari utara, timur(ke arah kanan), selatan, lalu barat (ke arah kiri).

Jadi semua garis yang tidak sejajar dengan ke enam arah garis tersebut berarti ada pembelokan(rolling) ke arah yang tidak lazim, misalnya ke arah Barat Daya, Timur Laut atau arah diagonal dll. Biasanya garis semacam ini ditandai dengan arsiran dan besar sudut (misalnya; 30 deg, 40 deg dll). Kadang juga ditunjukkan langsung dimensinya, seperti pada gambar isometrik di atas tadi.

Jadi jika arsirannya horisontal, berarti pipa rollingnya mendatar dan jika garis arsirannya vertikal maka rolling pipanya ke menuju arah atas.

Contoh cara memahami arah garis pada gambar isometrik pipa.

Perhatikan gambar, kita mulai dari atas sampai kebawah:

gambar-isometrik-pipa


Pertama, ada Reducer 3x2” kemudian pipa mengarah ke Timur sepanjang 1095 mm di situ ada elbow 90 deg, kemudian pipa turun sepanjang 276 mm di situ ada elbow 90 deg.

Lalu pipa belok ke utara 1253 mm dan ada elbow 90 deg, kemudian turun sepanjang 940 mm di situ ada welneck flange kemudian Gate Valve - yang handle-nya mengarah ke selatan, lalu ada welneck flange lagi.

Pipa kemudian turun lagi 474 mm bertemu elbow 90 deg lalu pipa mengarah ke utara 164 mm menyambung ke reducer 2x1,5” dan welneck flange 1,5” yang akan menyambung ke equipment nozzle (existing).

Nah, mudah bukan? Sayangnya gambar agak buram jadi susah dilihat. Kemudian ikuti langkah ke 2 cara memahami gambar isometrik pipa ini.

2. Pahami Bagian-bagian Pada Gambar Isometrik

Untuk memudahkan saat membaca gambar isometrik pipa maka Anda harus memahami juga bagian – bagian yang ada pada gambar isometrik pipa, gambar ini biasanya dilengkapi dengan line (nomor jalur dari pipa) berdasarkan line list yang menghubungkan satu equipment ke equipment yang lain.

Contoh cara memahami bagian-bagian gambar isometrik:

Coba perhatikan gambar Isometrik di atas. Jika Anda adalah kontraktor atau pipe fitter yang langsung mengeksekusi pekerjaan di lapangan, apa pertama kali yang harus Anda lihat?

1. North!

Yap, betul! Arah utara. Letaknya di sudut kiri atas pada gambar dengan simbol ‘panah dan letter N’. Kita sudah tahu mana yang mengarah ke utara dan yang ke selatan berarti garis yang mengarah ke kiri adalah Barat dan jika mengarah ke kanan adalah Timur. Sedangkan garis vertikal menunjukkan arah ke atas atau ke bawah.

Untuk pekerjaan fabrikasi simbol ‘N’ atau north bukan berarti fit up Anda harus menghadap ke utara ya, tapi itu digunakan sebagai acuan.

2. Dimensi (ukuran)

Kita melihat pipa ukuran 2” dan ada 6 potong pipa (belum dikurangi fitting), yaitu: ukuran 1095, 276, 1253, 940, 474 dan 164 mm.

Bagaimana cara mengetahui itu pipa 2 inch? Bisa diketahui dari ukuran fittingnya yang ada pada gambar, atau melihat dari Description Material dan bisa juga melihat dari Line Numbernya.

Untuk pemotongan spool pipa nantinya masing-masing dikurangi ukuran fitting yang terkait. Contohnya ukuran1095. Dari gambar di atas, ukuran tersebut dimulai dari sambungan reducer ke center as pipa, jadi kalau dihitung menjadi 1095-76=1019. Note: angka 76 adalah ukuran center as pipa 2 inch sch standart.

3. Fitting

Perhatikan fitting-fitting apa saja yang ada pada gambar. Kita melihat dari atas ada Reducer 3x2, elbow 2 inch 90O , Welneck Flange, Gate Valve dan reducer 2x1,5 inch. Deskripsinya bisa di lihat nanti pada list materialnya.

4. Elevasi (EL+) / ketinggian

Untuk pekerjaan erection / fit up sangat penting melihat elevasi / ketinggian lokasi pemasangan spool pipa. Pada gambar di atas kita bisa melihat elevasi tertinggi adalah EL+102530 artinya spool dipasang pada ketinggian 102,53 meter dari permukaan laut. Mungkin di atas vessel.

5. Flow (arah aliran)

Dari gambar di atas arah alirannya adalah dari atas menuju ke bawah. Bisa dilihat dari tanda arah panah yang ada pada garis (pipa).

6. List Material / Bill of Material

Informasi mengenai jenis, ukuran maupun jumlah material yang dibutuhkan untuk fabrikasi atau pemasangan pipa.

7. Field Weld

Field Weld adalah pengelasan sambungan pipa yang akan dilakukan di lapangan. Biasanya ditunjukkan dengan simbol ‘bendera'. Meskipun tidak semua gambar isometrik ada item ini, tapi tanda field weld ini juga harus diperhatikan terutama untuk fabrikator.

Ada beberapa sambungan spool yang langsung di-las pada saat fabrikasi, dan ada juga sambungan yang  perlu di-las di lapangan. Hal ini biasanya dikarenakan untuk menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, memudahkan instalasi, bisa juga berkaitan dengan mobilisasi ke site.

Disamping beberapa item di atas, ada baiknya Anda pelajari juga informasi lainnya di gambar isometrik, misalnya:

  • Ukuran, tipe dan flow dari valve: Informasi mengenai ukuran dan tipe dari valve, serta arah flow valve. Pemasangan valve pada gambar isometrik harus juga diperhatikan kemana arah aliran fluidanya, tidak boleh terbalik. Bisa Anda bayangkan apa jadinya jika pemasangan Check Valve terbalik?
  • Drawing title: Judul gambar biasanya diambil dari nama equipment yang terkait.
  • Reference number: Nomer referensi dari P&ID (piping & instrumentation diagram), GA drawing, line numbers, insulasi, arah aliran fluida dan tracing.
  • Nozzle identification: Penjelasan dan keterangan terkait nozzle yang ada pada pipa (seperti: ukuran, class  dll), serta dari mana atau menyambung kemana.
  • Lokasi dan nama equipment: Informasi mengenai lokasi dan nama equipment. Lokasi dalam gambar biasanya berbentuk koordinat sedangkan Namanya merupakan nomor dari equipment.

3. Pahami Simbol-simbol Pada Isometrik

Ini adalah langkah terakhir cara mudah membaca gambar isometrik piping. Untuk memahami sepenuhnya gambar isometrik pipa Anda harus mengenal juga simbol-simbol yang terdapat pada gambar isometrik, baik itu simbol fitting, simbol valve serta simbol-simbol peralalatan lainnya yang terhubung. Jika tidak diperhatikan dengan baik beberapa simbol ini kadang bisa membingungkan karena ada kemiripan.

Di bawah ini beberapa simbol valves dan fitting yang bisa Anda pelajari. 

 simbol-valve-pada-isometric-drawing

Simbol-simbol valves

simbol-fitting-pada-isometric-drawing

Simbol-simbol fitting

Jika Anda seorang pipefitter yang masih pemula Anda bisa mulai belajar memahami arah garis isometrik dulu. Ini adalah langkah awal bagaimana Anda bisa melakukan 'tekuk kawat' dengan benar, sesuai isometrik. Jika Anda sudah menguasai 'arah garis isometrik', pemahaman item-item lainnya, seperti: bagian-bagian isometrik dan simbol-simbolnya akan lebih mudah.

Tertarik ingin menjadi fitter yang handal, Anda bisa baca 5 point penting cara menjadi Fitter yang baik di sini.

Penutup

Nah itulah ulasan mengenai cara mudah membaca gambar isometrik pipa. Semoga ulasan di atas dapat menambah ilmu piping dan bermanfaat untuk Anda ya.

*Artikel ini saya update lagi supaya bisa lebih mudah dipahami. Tapi jika masih kelihatan ruwet, ya mohon dimaklumi.

LihatTutupKomentar
Cancel