Kelebihan Dan Kelemahan Las FCAW Berdasarkan Gas Pelindung

Setelah memahami secara detail proses pengelasan FCAW pada artikel sebelumnya, pembahasan kali ini akan mengulas mengenai kelebihan las FCAW dan apa kelemahannya.

Pada umumnya gas pelindung las fcaw dapat dibedakan menjadi dua metode, yaitu:
  1. FCAW-G (gas shielding)
  2. FCAW-SS (self shielding)

Kedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari kita ulas di sini.

Kelebihan Pengelasan FCAW G dan FCAW-SS


kelebihan-dan-kelemahan-las-fcaw

1. Kelebihan Las FCAW-G:

  1. Penetrasinya dalam dan laju pengisian lebih tinggi dibandingkan dengan proses SMAW. Dengan demikian proses las ini menjadi lebih ekonomis pada pekerjaan di bengkel-bengkel las.
  2. Unsur-unsur paduan bisa ditambahkan pada inti flux untuk membuat jenis komposisi menjadi lebih banyak, termasuk beberapa logam paduan rendah dan stainless steel.
  3. Flux memberikan perlindungan bagus pada kawah las dengan membentuk selubung gas pelindung dan lapisan slag.
  4. Cocok untuk pengelasan semua posisi tanpa menimbulkan masalah lack of fusion seperti yang terdapat pada GMAW hubungan singkat.

2. Kelebihan las FCAW-SS

  • Filler metal menghilangkan kebutuhan terhadap gas pelindung dari luar dan mentoleransi kondisi angin yang lebih kuat tanpa menimbulkan porosity.Proses ini dianggap sama dengan proses elektroda terbungkus terhadap toleransi angin.
  • Bisa digunakan untuk pengelasan dari arah satu sisi, pada sambungan T-Y-K seperti struktur anjungan lepas pantai untuk menggantikan elektroda terbungkus.
  • Bisa digunakan untuk fill pass pengelasan semua posisi pada butt weld atau fillet weld. Juru las perlu dilatih dengan prosedur khusus tetapi proses tersebut mudah dipakai.
  • Bisa digunakan untuk pengelasan benda-benda tebal, pipelines dan pelapisan.
Baca juga:

Kelemahan Pengelasan FCAW-G Dan FCAW-SS


  1. Las FCAW-G dan FCAW-SS kedua-duanya membentuk lapisan slag yang harus dikikis diantara lapisan-lapisan las.
  2. FCAW-G ataupun FCAW-SS bukan merupakan proses low hydrogen
  3. Filler metal harus dibeli dari pabrik elektroda yang dilengkapi dengan syarat-syarat low hydrogen.
  4. Pengelasan yang dilakukan dengan proses ini dapat menimbulkan notch toughness yang buruk.
  5. Filler metal yang digunakan harus memenuhi persyaratan uji impak seperti elektroda T-1, T-5 dan T-8. Elektroda-elektroda ini umumnya memiliki kandungan hydrogen lebih rendah dan mempunyai persyaratan kimia khusus untuk menghasilkan sifat yang lebih konsisten.
  6. Proses pengelasan FCAW-G tidak boleh dilakukan apabila kecepatan angin lebih dari 5 mph karena ada resiko porosity berlebihan. Menaikkan aliran gas untuk mengatasi hembusan angin yang tinggi bukan menyelesaikan masalah, karena dapat menimbulkan kondisi yang lebih buruk karena menghasilkan turbulensi yang akan menarik udara disekitarnya.
  7. Proses FCAW-G menghasilkan lebih banyak asap dari pada kawat solid GMAW.
  8. Kawat FCAW-SS bahkan menimbulkan lebih banyak asap, sehingga pada pekerjaan di bengkel-bengkel las dibutuhkan ventilasi yang memadai dan kadang-kadang memerlukan alat khusus pembuang asap di daerah welding gun. Tingkat asap pada FCAW-SS stainless steel atau pada kawat-kawat FCAW-G hampir sama dengan elektroda stick, dan lebih kecil dari pada kawat carbon steel berpelindung diri (self-shielded wires).
  9. Pengelasan yang dilakukan dengan kawat FCAW-SS perlu kontrol yang ketat terhadap tebal dan lebar bead dan elektrode stickout guna mendapatkan sifat-sifat ketangguhan yang tinggi.

Itulah penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kelebihan las fcaw berdasarkan gas pelindungnya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda.

Rekomendasi:

Sumber:
http://hima-tl.ppns.ac.id/?p=130
HIMA Teknik Pengelasan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.Jalan Teknik Kimia Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya-60111 Indonesia, Telp: 085645088778, Email: we.himateklas@gmail.com
LihatTutupKomentar