Pengertian dan Jenis-jenis Elektroda Las SMAW

Elektroda adalah benda yang dipergunakan untuk melakukan pengelasan listrik.Busur nyala timbul ketika ujung kawat bersinggungan dengan logam induk

Sebagai seorang profesional di bidang konstruksi, pengetahuan tentang elektroda las merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Elektroda las adalah komponen utama yang digunakan untuk menyambung logam dalam berbagai proyek konstruksi baja.

Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap mengenai apa itu elektroda las, berbagai jenis yang tersedia, serta cara penggunaannya dalam proyek konstruksi.

Dengan memahami jenis-jenis elektroda las dan fungsinya, Anda akan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih metode pengelasan yang sesuai untuk setiap aplikasi yang berbeda. Mari ikuti penjelasan berikut ini.

Pengertian Elektroda Las

Elektroda las, yang sering disebut juga sebagai kawat las, adalah komponen penting dalam proses pengelasan listrik. Fungsi utamanya adalah untuk menyambung logam dengan cara menciptakan panas yang cukup untuk melelehkan dan melebur bahan logam yang akan disatukan.

Proses pengelasan ini dimulai ketika ujung elektroda yang bertindak sebagai sumber panas bersinggungan dengan logam induk, menghasilkan busur nyala yang intens. Busur nyala inilah yang menghasilkan suhu tinggi, yang diperlukan untuk mencairkan logam dan menciptakan sambungan yang kuat antara dua permukaan logam.

pengertian-dan-jenis-jenis-elektroda-las-smaw

Photo: Jenis-jenis kawat las smaw

Pembagian Jenis Elektroda Las

Elektroda las terbagi menjadi dua jenis utama: elektroda berselaput dan elektroda polos.

A. Elektroda Berselaput

Elektroda berselaput, atau yang sering disebut sebagai "consumable electrode," adalah jenis elektroda yang dilapisi dengan bahan flux (selaput) khusus yang dirancang untuk jenis pengelasan tertentu. Bahan inti dari elektroda ini biasanya berupa kawat logam yang akan meleleh selama proses pengelasan dan menjadi bagian dari sambungan las itu sendiri. 

Elektroda ini terdiri dari dua komponen utama, masing-masing dengan fungsi yang spesifik:

1. Bagian Inti

Bagian inti dari elektroda berselaput adalah kawat logam yang membentuk tulang punggung elektroda. Ketika digunakan dalam proses pengelasan, kawat ini meleleh dan bercampur dengan logam dasar yang sedang dilas, membantu membentuk sambungan yang kuat. Komposisi kawat inti sering disesuaikan dengan jenis logam yang akan disambung untuk memastikan kompatibilitas dan kekuatan sambungan.

2. Bagian Salutan (Flux)

Salutan atau flux (fluks) adalah komponen penting dari elektroda berselaput, yang terbuat dari campuran bahan kimia khusus dengan persentase yang bervariasi tergantung pada jenis elektroda. Beberapa bahan kimia umum yang digunakan dalam pembuatan flux termasuk selulosa, kalsium karbonat (CaCO₃), titanium dioksida (rutil), kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi, serbuk besi, besi silikon, dan besi mangan. 

Pelapisan flux pada kawat inti elektroda dapat dilakukan melalui beberapa metode seperti ekstrusi, penyemprotan, atau pencelupan. Ketebalan selaput flux ini bervariasi antara 50% hingga 70% dari diameter elektroda, tergantung pada jenis selaput yang digunakan.

Selama proses pengelasan, selaput elektroda akan mencair dan menghasilkan gas pelindung, terutama CO₂, yang berfungsi untuk melindungi cairan las, busur listrik, dan sebagian dari benda kerja dari kontaminasi udara luar. Udara yang mengandung oksigen (O₂) dan nitrogen (N₂) dapat mempengaruhi sifat mekanis logam las jika tidak terlindungi dengan baik.

Selain menghasilkan gas pelindung, cairan flux juga membentuk terak (slag), yang terapung dan membeku di atas permukaan las yang masih panas. Terak ini melindungi hasil las dari oksidasi udara selama proses pendinginan, menjaga kualitas sambungan las.

Penting untuk memperhatikan penyimpanan elektroda berselaput setelah kemasannya dibuka. Elektroda harus disimpan di dalam kabinet pemanas atau oven dengan suhu sekitar 15 derajat lebih tinggi dari suhu udara luar untuk mencegah kelembaban. Kelembaban dapat menyebabkan beberapa masalah selama pengelasan, seperti: Salutan mudah terkelupas, percikan yang berlebihan, busur yang tidak stabil, serta menimbulkan asap yang berlebihan yang dapat menurunkan visibilitas dan kualitas lingkungan kerja.

B. Elektroda Polos

Elektroda polos adalah jenis elektroda tanpa lapisan flux. Elektroda ini disebut juga dengan ‘non consumable electrode’ karena tidak bisa mencair saat digunakan pengelasan.

pengertian-dan-jenis-jenis-elektroda-las-smaw
Contoh elektroda tungsten untuk las gtaw

Jenis elektroda ini terbuat dari bahan logam tungsten atau wolfram yang mempunyai sifat tahan panas dan tidak bisa mencair / meleleh.

Yang termasuk salah satu jenis elektroda ini dapat kita temui pada pengelasan TIG atau GTAW, atau biasanya kita menyebut las argon.

Pengelasan ini menggunakan elektroda tungsten yang berfungsi untuk melelehkan logam induk dengan pengisi menggunakan filler metal.

Sedangkan gas argon digunakan sebagai pelindungnya. Baca selengkapnya: Panduan las argon (gtaw) lengkap beserta peralatannya.

Jenis-jenis Elektroda Las SMAW

Jenis-jenis kawat las (elektroda) bisa dibedakan bermacam-macam, tergantung cara penggunaan dan jenis material yang dilas. Tapi secara umum kita mengenal jenis-jenis elektroda sebagai berikut:

  1. Elektroda baja lunak (mild steel electrodes)
  2. Elektroda nikel
  3. Elektroda aluminium
  4. Elektroda besi cor
  5. Elektroda stainless steel, dan lain-lain.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai elektroda baja lunak (mild steel electrodes) yang sering kita gunakan pengelasan di workshop fabrikasi dan proyek konstruksi baja di lapangan.

Baca juga:

Tentang Elektroda Baja Lunak

jenis-jenis-elektroda-baja-lunak
Kawat las E6011

Pada dasarnya jenis inti kawat las baja lunak terbuat dari bahan yang sama, perbedaannya terletak pada jenis selaputnya atau fluxnya. Berikut adalah jenis-jenis elektroda las SMAW yang umum dipakai di proyek konstruksi:

1. Elektroda E 6010 dan E 6011

Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Pengelasan dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat dengan mudah dibersihkan. Sangat baik untuk posisi pengelesan tegak arah ke bawah atau las downhill.

Deposit las biasanya mempunyai sifat sifat mekanik yang baik dan dapat dipakai untuk pekerjaan dengan pengujian Radiografi. Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan menghasilkan gas pelindung. E 6011 mengandung Kalium untuk mambantu menstabilkan busur listrik bila dipakai arus AC.

E 6010 digunakan dengan mesin las arus DC, sedangkan E 6011 bisa digunakan dengan arus AC dan DC . Jenis elektroda las ini dapat digunakan pada permukaan yang tidak bersih, terdapat cat, dan galvanis. Bisa digunakan untuk gouging pada pekerjaan konstruksi baja di workshop fabrikasi.

2. Elektroda E 6012 dan E 6013

Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput Rutile yang dapat menghasilkan penembusan sedang. Keduanya dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi.

Jenis E 6012 umumnya dapat di pakai pada ampere yang relatif lebih tinggi dari E 6013. Jenis elektroda ini mengandung lebih banyak Kalium memudahkan pemakaian pada voltage mesin yang rendah. Elektroda dengan diameter kecil kebanyakan dipakai untuk pangelasan pelat tipis.

Elektroda E 6012 memberikan busur yang lebih kuat daripada elektroda E 6013, pada umumnya digunakan untuk pengelasan sheet metal dan aplikasi arus rendah lainnya .

Elektroda E 6013 mirip dengan E 6012 tapi, lebih mudah digunakan, percikan minimal, dan menghasilkan manik las yang lebih bagus. 

3. Elektroda Selaput Serbuk Besi

Elektroda jenis ini antara lain: E 7014. E 7018. E 7024 dan E 7028. Mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efisiensi pengelasan. Umumnya selaput elektroda akan lebih tebal dengan bertambahnya persentase serbuk besi. Dengan adanya serbuk besi dan bertambah tebalnya selaput, pengelasan akan memerlukan ampere yang lebih tinggi.

4. Elektroda Hydrogen Rendah

Elektroda jenis ini antara lain: E 7015, E 7016 dan E 7018. Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang dari 0,5 %), sehingga deposit las dapat bebas dari porositas. Elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi dan bebas porositas, misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang bertekanan.

Elektroda las E7015 mempunyai kekuatan tarik 580MPa dan kekuatan luluh 490Mpa. Cocok untuk mengelas  struktur baja low carbon steel dan low alloy steel, seperti 16Mn, 16MnR, 09Mn2Si, 09Mn2V dan sebagainya.

E 7016 menghasilkan las berkualitas dengan kekuatan tarik 70.000 PSI. Cocok untuk pengelasan datar dengan arus AC +, untuk baja high carbon steel sampai pada baja ringan. Cocok digunakan untuk root pass pada pengelasan pipa.

E 7018 menghasilkan lasan berkualitas tinggi, pada logam yang membutuhkan kekuatan 70.000 PSI ke atas. Elektroda ini dapat digunakan pada baja medium carbon, high carbon, dan low-alloy steel. Sangat baik untuk filler pass dan capping pada pengelasan pipa.

Salah satu poin penting yang perlu diperhatikan untuk E 7018 adalah prosedur penyimpanan dan pengeringan. Elektroda harus tetap berada di lingkungan dengan kelembaban rendah agar dapat meminimalkan kelembaban di lapisan elektroda, mengurangi tingkat hidrogen, dan menghindari hiydrogen cracking.

Penggunaan elektroda / kawat las ini banyak dipakai untuk pengelasan di workshop fabrikasi, konstruksi baja, proyek piping migas, dan pengelasan bangunan kapal, yang rata-rata semuanya membutuhkan kekuatan maksimal.

Itulah ulasan mengenai pengertian elektroda beserta jenis-jenisnya. Jika ingin mengetahui jenis-jenis elektroda untuk stainless steel Anda bisa melihat pada artikel berikut "Jenis-jenis kawat las stainless steel dan kegunaannya".

Semoga bisa menambah wawasan, utamanya buat yang bekerja di proyek-proyek piping dan konstruksi baja. Silahkan bagikan ke media sosial Anda melalui ikon di bawah.

LihatTutupKomentar