Pengertian dan Jenis-jenis Elektroda Las SMAW

Elektroda adalah benda yang dipergunakan untuk melakukan pengelasan listrik.Busur nyala timbul ketika ujung kawat bersinggungan dengan logam induk

Sebagai orang proyek Anda harus tahu apa itu electroda las smaw, jenis-jenis dan penggunaannya. Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.

pengertian-dan-jenis-jenis-elektroda-las-smaw

Jadi, apa itu elektroda las?

Elektroda atau sering disebut juga kawat las adalah benda yang digunakan untuk melakukan pengelasan listrik. Busur nyala akan timbul ketika ujung elektroda sebagai pembakar bersinggungan dengan logam induk, kemudian menghasilkan banyak panas untuk melelehkan dan melebur logam pengelasan.

Secara umum elektroda bisa dibedakan 2 macam, yaitu:

  1. Elektroda berselaput / salutan
  2. Elektroda polos

1. Elektroda Berselaput

Elektroda berselaput adalah bahan inti kawat yang dilapisi salutan (flux) dari bahan kimia tertentu disesuaikan dengan jenis pengelasan. Elektroda ini disebut juga consumable electrode, karena bisa habis saat digunakan mengelas. Kawat las smaw yang biasa kita pakai sehari-hari adalah termasuk elektroda berselaput.

Elektroda berselaput terdiri dari dua bagian dengan fungsi yang berbeda, yaitu:

  1. Bagian inti elektroda, berfungsi sebagai penghantar arus listrik dan sebagai bahan tambah. Bahan inti elektroda dibuat dari logam ferro dan non ferro, seperti: baja karbon, baja paduan, aluminium, kuningan dan lain-lain.
  2. Bagian salutan elektroda, berfungsi untuk: memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi kontaminasi udara pada waktu logam dalam keadaan cair, membentuk lapisan terak yang melapisi hasil pengelasan dari oksidasi udara selama proses pendinginan, mencegah proses pendinginan agar tidak terlalu cepat, memudahkan penyalaan dan mengontrol stabilitas busur.

Penjelasan mengenai apa itu Flux / fluks

Flux adalah bagian yang melapisi inti kawat las yang terbuat dari campuran bahan kimia khusus dengan persentase yang berbeda-beda untuk tiap jenis elektroda.

Jenis bahan kimia pembuat flux misalnya: selulosa, kalsium karbonat (Ca C03), titanium dioksida (rutil), kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi, serbuk besi, besi silikon, besi mangan dan sebagainya.

Pelapisan fluks pada kawat inti bisa dengan cara destrusi, semprot atau celup. Tebal selaput berkisar antara 70% sampai 50% dari diameter elektroda tergantung dari jenis selaput.

Pada waktu pengelasan, selaput elektroda ini akan turut mencair dan menghasilkan gas CO2 yang melindungi cairan las, busur listrik dan sebagian benda kerja terhadap udara luar. Udara luar yang mengandung O2 dan N akan dapat mempengaruhi sifat mekanik dari logam Ias. Cairan selaput yang disebut terak akan terapung dan membeku melapisi permukaan las yang masih panas.

Elektroda yang telah dibuka dari bungkusnya, harus disimpan di dalam kabinet pemanas atau oven dengan suhu 15 derajat lebih tinggi dari suhu udara luar, sebab lapisan tersebut sangat peka terhadap kelembaban.

Apabila dibiarkan lembab, maka pada saat digunakan bisa menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
  1. Salutan mudah terkelupas, sehingga sulit untuk dinyalakan
  2. Percikan yang berlebihan
  3. Busur tidak stabil
  4. Asap yang berlebihan

2. Elektroda Polos

Elektroda polos adalah jenis elektroda tanpa lapisan flux. Elektroda ini disebut juga dengan ‘non consumable electrode’ karena tidak bisa mencair saat digunakan pengelasan.

pengertian-dan-jenis-jenis-elektroda-las-smaw
Gtaw tungsten electrode

Jenis elektroda ini terbuat dari bahan logam tungsten atau wolfram yang mempunyai sifat tahan panas dan tidak bisa mencair / meleleh.

Yang termasuk salah satu jenis elektroda ini dapat kita temui pada pengelasan TIG atau GTAW, atau biasanya kita menyebut las argon. Pengelasan ini menggunakan elektroda tungsten yang berfungsi untuk melelehkan logam induk dengan pengisi menggunakan filler metal. Sedangkan gas argon digunakan sebagai pelindungnya. Baca selengkapnya mengenai: Pengertian dan proses pengelasan gtaw.

Jenis-jenis Elektroda Las SMAW


Jenis-jenis kawat las (elektroda) bisa dibedakan bermacam-macam, tergantung cara penggunaan dan jenis material yang dilas. Tapi secara umum kita mengenal jenis-jenis elektroda sebagai berikut:
  1. Elektroda baja lunak (mild steel electrodes)
  2. Elektroda nikel
  3. Elektroda aluminium
  4. Elektroda besi cor
  5. Elektroda stainless steel, dan lain-lain.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai elektroda baja lunak (mild steel electrodes) yang sering kita gunakan pengelasan di workshop fabrikasi dan proyek konstruksi baja di lapangan.

Baca juga:

Jenis-jenis Elektroda Baja Lunak

jenis-jenis-elektroda-baja-lunak
Kawat las E6011

Pada dasarnya jenis inti kawat las baja lunak terbuat dari bahan yang sama, perbedaannya terletak pada jenis selaputnya atau fluxnya. 

Berikut adalah jenis-jenis elektroda baja lunak yang umum dipakai di proyek konstruksi:

1. Elektroda E 6010 dan E 6011

Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Pengelasan dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat dengan mudah dibersihkan. Deposit las biasanya mempunyai sifat sifat mekanik yang baik dan dapat dipakai untuk pekerjaan dengan pengujian Radiografi. Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan menghasilkan gas pelindung. E 6011 mengandung Kalium untuk mambantu menstabilkan busur listrik bila dipakai arus AC.

2. Elektroda E 6012 dan E 6013

Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput rutil yang dapat manghasilkan penembusan sedang. Keduanya dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi, tetapi kebanyakan jenis E 6013 sangat baik untuk posisi pengelesan tegak arah ke bawah atau las down. Jenis E 6012 umumnya dapat di pakai pada ampere yang relatif lebih tinggi dari E 6013. Jenis elektroda ini mengandung lebih banyak Kalium memudahkan pemakaian pada voltage mesin yang rendah. Elektroda dengan diameter kecil kebanyakan dipakai untuk pangelasan pelat tipis.

3. Elektroda E 6020

Elektroda jenis ini dapat menghasilkan penembusan las sedang dan teraknya mudah dilepas dari lapisan las. Selaput elektroda terutama mengandung oksida besi dan mangan. Cairan terak yang terlalu cair dan mudah mengalir cocok untuk pengelasan datar tapi menyulitkan pada pengelasan dengan posisi lain misalnya posisi vertikal dan overhead.

4. Elektroda Selaput Serbuk Besi

Elektroda jenis ini antara lain: E 6027, E 7014. E 7018. E 7024 dan E 7028. Mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efisiensi pengelasan. Umumnya selaput elektroda akan lebih tebal dengan bertambahnya persentase serbuk besi. Dengan adanya serbuk besi dan bertambah tebalnya selaput akan memerlukan ampere yang lebih tinggi.

5. Elektroda Hydrogen Rendah

Elektroda jenis ini antara lain: E 7015,E 7016 dan E 7018. Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang dari 0,5 %), sehingga deposit las dapat bebas dari porositas. Elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi dan bebas porositas, misalnya untuk pengelasan bejana dan pipa yang bertekanan. Oleh karena itu penggunaan elektroda ini banyak juga dipakai di bengkel fabrikasi dan konstruksi baja.

Itulah ulasan mengenai pengertian elektroda beserta jenis-jenisnya. Jika ingin mengetahui jenis-jenis elektroda untuk stainless steel Anda bisa melihat pada artikel berikut: Jenis-jenis kawat las stainless dan kegunaannya. Semoga bisa menambah wawasan Anda yang bekerja di proyek-proyek konstruksi.

Terakhir diupdate: 01 September 2021

Bagikan ke

LihatTutupKomentar