7 Langkah Mudah Cara Belajar Mengelas Disertai Solusinya

1.Bersihkan bahan, 2.Atur posisi bahan, 3.Pasang elektroda dan kap las, 4.Goreskan elektroda pada bahan, 5.Stabilkan gerakan, 6.Amati cairan logam,...

Teknik welding akhir-akhir ini memang cukup banyak dicari orang, terutama yang masih awan dan sangat ingin belajar untuk mengelas. Berbagai teknik pengelasan ini bisa Anda peroleh dengan sangat mudah, salah satunya dengan menonton di Youtube.

Tapi sayangnya, jaringan internet kadang tidak terlalu kuat untuk memutar video dan bahkan di daerah tertentu ada yang tidak bisa menikmati layanan ini. Namun Anda tetap bisa belajar dan mencari informasi baik lewat buku maupun situs-situs pendidikan di internet. Salah satunya adalah melalui Belajar Cara Mengelas di Project Team ini.


cara-belajar-mengelas-dan-solusinya

Foto pengelasan spool oleh weder piping

Cara menggunakan las listrik sebenarnya cukup mudah asalkan mengikuti tahap-tahap dan prosedur pengelasan yang baik dan benar. Tidak asal nyala ya, tapi bisa merasakan alur lasan dan bisa mengamati dengan baik interaksi antara cairan logam las dengan material induk.

Di sini Anda akan diberikan berbagai tips yang bisa membantu Anda semua ketika mau mempelajari cara untuk mengelas yang mudah, baik dan benar. Ada baiknya Anda pelajari juga Teknik Las SMAW - Komponen dan prosedur pengelasan yang baik di artikel sebelumnya.

Persiapan dan Langkah-langkah Belajar Mengelas


Setelah Anda memahami penjelasan mengenai seluk beluk bidang pengelasan, sekarang perhatikan langkah-langkah cara mengelas menggunakan las listrik yang baik dan benar.
  • I. Persiapan peralatan mengelas
  • II. Langkah-langkah cara mengelas
  • III. Mengatasi hasil lasan yang buruk

I. Persiapan Peralatan Mengelas

Berikut ini adalah beberapa peralatan yang harus Anda persiapkan:

1. Peralatan Utama:

  1. Mesin Las.
  2. Kabel Las komplit termasuk stang las (electrode holder).
  3. Kabel massa atau ground, untuk dijepitkan pada bahan logam induk.
  4. Arus Listrik berupa AC atau DC, sesuaikan dengan arus mesin lasnya.

2. Peralatan Keselamatan Kerja:

  1. Kap las, alat yang digunakan untuk melindungi muka dan mata Anda dari sinar las.
  2. Masker las, ini untuk bisa melindungi hidung Anda dan juga pernafasan akibat dari asap api.
  3. Apron atau pelindung dada, hal ini digunakan untuk bisa melindungi badan Anda dari percikan api.
  4. Sarung tangan untuk pengelasan.
  5. Sepatu pelindung, untuk melindungi kaki dari percikan api.

3. Peralatan Bantu:

  1. Tang
  2. Sikat baja
  3. Palu kerak atau Tetel
  4. Mesin Gerinda 4 inch
  5. Meja las, bila diperlukan

Semua peralatan-peralatan tersebut harus Anda persiapkan sesuai standar keselamatan kerja di perusahaan. Namun bila Anda belajar cara mengelas ini di bengkel Anda sendiri atau di luar lingkungan perusahaan, mungkin hanya peralatan-peralatan pokok saja yang Anda diperlukan, diantaranya: mesin las komplit, kap las, sarung tangan, tetel dan gerinda.

II. Langkah-langkah Cara Belajar Las Listrik

Perhatikan 7 langkah mudah cara belajar mengelas berikut:

  1. Bersihkan logam induk
  2. Mengatur posisi logam induk
  3. Memasang elektroda
  4. Goreskan elektroda pada loam induk
  5. Pertahankan gerakan tetap stabil
  6. Mengamati cairan logam dan teraknya
  7. Evaluasi hasil pengelasan

Pertama - Bersihkan logam induk

Bersihkan bahan yang nantinya akan Anda las. Kemudian gunakan palu untuk bisa membersihkan berbagai kerak yang ada pada permukaan jalur atau area yang nanti akan dilas. Setelah itu gunakan sikat baja untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Permukaan jalur las memang harus benar-benar bersih. Permukaan yang kotor akan menghambat nyala elektroda.

Kedua - Mengatur posisi logam induk

Letakkan berbagai bahan yang nantinya akan Anda las di tempat yang memang telah disediakan. Baik itu menggunakan sebuah meja kerja ataupun  hanya untuk meletakkannya di sebuah lantai. Letakkansecara mendatar dan atur jarak antara 2 bahan. Kemudian gunakan klem jika memang diperlukan. Jarak gap ideal adalah 3mm, tapi karena masih belajar sebaiknya rapatkan saja. Atau gunakan satu bahan saja supaya lebih mudah belajarnya.

Ketiga - Memasang elektroda pada stang las dan grounding pada logam induk

Untuk tahapan selanjutnya Anda letakkan kabel masa/grounding pada bahan logam yang nanti akan Anda las. Siapkan elektroda, kemudian masukkan di panel penjepit dan pasang kemiringan elektroda untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi posisi bahan. 

Biasanya sudah terdapat sebuah tempat khusus dengan kemiringan elektroda di tang penjepit elektroda. Baik itu posisi tegak lurus 90 derajat dan 30 atau bisa juga 40 derajat. Untuk tahap belajar sebaiknya miringkan kawat las sekitar 30 derajat untuk mendapatkan posisi yang enak.

*Tips: Sebaiknya gunakan elektroda jenis RB-26, RD-260 atau RD-460 atau yang sejenis E6011 atau E6013. Jangan menggunakan elektroda jenis E7016 atau E7018 karena akan susah nyala dan selalu lengket pada bahan. Oh ya, artikel mengenai cara membaca kode kawat las untuk membedakan jenis kawat las  E60xx dan E70xx sudah pernah saya singgung di blog ini.

Keempat - Goreskan elektroda perlahan pada logam induk

Setelah siap untuk mulai pengelasan, maka perlahan Anda dekatkan ujung elektroda yang ada pada bahan yang akan dilas. Ingat! Kap las-nya harus sudah dipakai. Miringkan sedikit stang las dan goreskan ke kanan sehingga timbul percikan. Sampai di sini Anda sudah mulai bisa merasakan bagaimana efek tangan Anda. Jangan gemetar atau tegang, nyantai saja.

Kelima - Pertahankan gerakan tangan tetap stabil

Jika belum menyala,ulangi lagi goreskan kekanan ujung kawat las dan pertahankan nyala apinya. Masih belum nyala juga? Coba lagi dan rasakan ayunan tangan Anda sampai benar-benar kawat las bisa nyala. Jika berhasil maka arahkan ke kanan perlahan-lahan dan pertahankan jaraknya. Jangan mikir bagaimana cara supaya hasilnya bagus, yang penting bisa mempertahankan nyalanya saja.

*Tips: Jarak yang ada antara ujung elektroda/kawat las ini dengan bahan yang nantinya akan dilas pasti sangat mempengaruhi cara pengelasan. Jika jaraknya terlalu jauh, maka akan timbul sebuah percikan seperti halnya hujan bintik-bintik api. Proses pengelasan ini akan tidak sempurna. Jika jaraknya terlalu dekat, maka api tidak akan menyala dan kemungkinan kawat las menempel di bahan. Jarak yang ideal untuk kawat las 2,6mm yaitu sekitar 2 sampai 3 mm.

Keenam - Perhatikan antara cairan logam dan teraknya

Selanjutnya - ketika nyala elektroda sudah bisa Anda pertahankan,  Anda bisa memperhatikan sebuah bagian elektroda yang terlihat sudah mencair. Sampai di sini mungkin Anda hanya bisa melihat lelehan logam yang memerah saja. Teruslah belajar sehingga benar-benar bisa membedakan antara cairan logam las dan teraknya. Kalau Anda sudah bisa membedakan berarti Anda sudah berhasil, tinggal bagaimana cara membentuk seni las-lasan yang bagus.

*Tips: cairan logam lasan posisinya di tengah dan terlihat merah agak gelap. Sedangkan cairan terak/keraknya berada di depan dan di luar cairan daging.  Cairan terak terlihat seperti buih dengan warna merah terang.

Terakhir - Evaluasi hasil pengelasan

Setelah Anda selesai, maka bersihkan semua kerak yang telah menutupi bagian yang dilas dengan memakai palu tetel. Kemudian Anda periksa kembali hasil lasannya. Banyak lubang semut yaa? Tentu!, namanya juga masih belajar.

Dari hasil belajar pengelasan itu kemudian Anda evaluasi lagi dimana letak kekurangannya. Apakah porosity, bergelombang ataukah undercut? Dan bagaimana cara mengatasinya? Coba Anda lihat penjelasan di bawah ini.

III. Mengatasi Hasil Lasan yang Buruk

Ciri-ciri umum hasil lasan buruk yang biasanya dialami ketika baru mulai belajar mengelas, antara lain: 

  • Porosity dan slug: lasan yang berlubang dan ada terak yang terjebak. Hal ini disebabkan karena permukaan logam kotor, elektrodanya masih lembab, jarak elektroda tidak stabil(naik-turun) atau jenis elektrodanya tidak cocok dengan logam induk.

Solusinya: bersihkan alur lasan, keringkan dulu elektrodanya kalau perlu dioven dulu, jaga tetap stabil jarak elektroda dan kecepatan ritme pengelasan.

  • Undercutting: lasan yang membentuk cekungan seperti parit di pinggir kanan atau kiri lasan. Hal ini disebabkan karena pengaturan ampere las yang terlalu tinggi dan ujung elektroda terlalu mepet dengan logam induk.

Solusinya: sesuaikan ukuran ampere las dengan ukuran elektrodanya dan jarak elektrodanya. Kemudian usahakan gerakan las dari kiri-tengah-kanan mengikuti rumus 2-1-2, artinya berhenti 2 detik di kiri-1 detik di tengah dan 2 detik di pinggir kanan. Begitu seterusnya. Jika sudah ahli Anda bisa membuat sendiri rumusnya sesuai selera.

  • Weaving fault: hasil lasan bergelombang naik turun dan tidak rata. Hal ini disebabkan karena jarak elektroda terlalu tinggi dan ritme pengelasan yang tidak stabil-kadang cepat kadang lambat.

Solusinya: sesuaikan jarak elektroda dan usahakan ritme gerakan tangan tetap stabil, baik kiri-kanan maupun tarikannya.

Itulah 7 langkah mudah cara belajar mengelas untuk pemula. Dengan mengetahui ciri-ciri hasil lasan, bila masih tahap belajar mengelas Anda bisa mencoba lagi untuk menemukan solusinya serta ritme dan seni pengelasan yang benar-benar bagus dan cocok dengan karakter Anda. Dan seiring perjalanan waktu jika terus mau belajar pasti akan menemukan hasilnya. Semoga lancar jaya. Amiinn.

Bagikan ke
LihatTutupKomentar