Panduan Las Listrik dan Petunjuk Pengelasan yang Benar

Cara menggunakan las listrik sebenarnya cukup mudah asalkan mengikuti tahap-tahap dan prosedur pengelasan yang baik dan benar. Tidak asal nyala, tapi bisa merasakan alur lasan dan bisa mengamati dengan baik interaksi antara cairan las dengan material induk.

panduan-las-listrik
Panduan pengelasan


Panduan cara menggunakan las listrik sangat penting diketahui untuk Anda yang masih pemula, yang masih awam dalam dunia konstruksi baja utamanya dalam hal pengelasan. Apa itu pengelasan dan bagaimana sih cara mengelas listrik yang baik dan benar serta apa saja yang harus dipersiapkan?

Buat teman-teman welder senior yang sudah terlanjur membaca artikel ini bolehlah, itung-itung me-refresh pengalaman. 

Sebelum pembahasan inti panduan cara mengelas, ada baiknya kita mengenal lebih dulu apa itu pengelasan, mesin-mesin yang digunakan, jenis-jenis kawat las serta semua seluk beluk mengenai pengelasan, agar supaya bisa mengaplikasikan secara tepat pekerjaan pengelasan di lapangan nantinya.


Tentang Pengelasan

"Las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan lumer atau cair " - berdasarkan defenisi dari DIN (Deutsche Industrie Normen) dalam Harsono dkk(1991:1).

Menurut kamus KBBI, "pengelasan adalah proses, cara, perbuatan menyambung besi dengan membakar".

Lebih simple lagi kalau kita mengartikan bahwa pengelasan adalah penyambungan besi menggunakan mesin las.

Pengelasan pada umumnya dilakukan menggunakan logam pengisi – elektroda(kawat las), tapi bisa juga tanpa logam pengisi, misalnya pengelasan pada plat logam tipis yang kurang dari 1 mm bisa hanya dengan dipanaskan menggunakan las argon untuk penyambungannya. Dengan cara, dipanaskan bibir pertemuan kedua material sampai lumer sehingga menyatu menjadi sambungan yang utuh. 


Jenis-jenis Las Listrik

Di proyek konstruksi baja terdapat berbagai jenis las listrik yang digunakan. Masing-masing disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan di lapangan. Jenis-jenis las listrik yang paling umum dan paling sering digunakan di proyek, antara lain:

1. Las FCAW / MIG

  • Flux Cored Arc Welding yaitu proses pengelasan menggunakan gas pelindung CO2. Jenis las ini pada umumnya digunakan di workshop karena bisa dispeed tinggi dengan hasil yang maksimal.

2. Las Argon

  • Las Argon atau TIG atau GTAW yaitu proses pengelasan menggunakan pelindung gas argon. Ketiga istilah tersebut pada dasarnya mempunyai arti dan fungsi yang sama. TIG - Tungsten Inert Gas, GTAW - Gas Tungsten Arc Welding. Pengelasan TIG menghasilkan kualitas las yang sangat bagus dan bisa diaplikasikan pada semua jenis logam. Welder TIG menjadi salah satu profesi yang banyak diincar tukang las di proyek konstruksi perpipaan. Mungkin juga Anda?

3. Las SMAW

  • Shield Metal Arc Welding yaitu proses pengelasan menggunakan elektroda atau kawat las stik biasa. Jenis las ini yang akan kita bahas secara detail cara pengelasan listrik yang baik dan benar. Saya menyebutnya las listrik karena umumnya demikian, padahal las listrik bukan hanya las SMAW saja.

Selain 3 jenis las listrik tersebut sebenarnya masih banyak jenis-jenis las listrik lainnya, misalnya las MAG, MMA, GMAW, SAW dll. Mungkin juga las karbit?


Jenis-jenis Mesin untuk Pengelasan

Berdasarkan pengalaman selama kerja di proyek konstruksi baja kita mengenal tiga jenis mesin yang digunakan untuk mengelas, yaitu:

1. Las Inverter / Mesin Las Portable

  • Sekarang mesin las ini lagi populer di mana-mana karena bentuknya simple dan bisa dibawa kemana-mana. Kelemahannya adalah penyediaan Ampere/arus listrik yang terbatas sehingga tidak cocok digunakan untuk pengelasan lapisan logam tebal yang secara terus-menerus.
  • Penggunaan jenis kawat las juga terbatas pada ukuran 3,2mm ke bawah.  Ketersediaan arus listrik pada las inverter antara lain: 120A, 150A, 160A, 200A, 300A. Kemungkinan ada produsen yang membuat las Inverter di atas 300A?
  • Jenis Las Inverter 160A sekarang jadi favorit teman-teman yang menggarap pagar hollow dan kanopian. Di pasaran las Inverter dijual dengan harga ekonomis, bahkan sekarang ada Las Inverter kapasitas 450 watt 120 Ampere dengan hanya sekitar 500 ribuan saja. Cek di toko sebelah...

2. Mesin Trafo

  • Berbentuk kotak besar sekitar 50 cm2, mesin trafo las ini banyak digunakan di workshop. Mesin ini bisa digunakan pengelasan untuk berbagai bahan logam, ketebalan serta pada posisi apapun. Sangat kuat dan kokoh, bahkan untuk geber-geberan gak masalah. Kekurangannya, tidak cocok jika digunakan pada lokasi yang berpindah-pindah. Mungkin berat?

3. Mesin Genset

  • Disamping untuk aliran listrik mesin genset juga bisa digunakan untuk sumber arus pengelasan. Bahkan sebelum ada las inverter mesin genset merupakan mesin andalan teman-teman kontraktor/pemborong. Karena punya dua fungsi, untuk las dan lampu. Ketersediaan arus listrik bervariasi, pada umumnya sekitar 600 Ampere atau lebih. Sedangkan merk yang paling terkenal jenis genset ini adalah Miller. 

Selain ketiga jenis mesin untuk mengelas tersebut barangkali Anda punya pengalaman menggunakan mesin las listrik yang lain?


Jenis-jenis Merk Mesin Las

Berbagai macam merk mesin las bisa kita temui dengan mudah di lapangan, baik jenis inverter maupun trafo. Mulai dari merk yang terkenal maupun yang abal-abal (asal bisa nyala tapi kualitas gak jelas). Berikut beberapa merk mesin las yang banyak beredar di pasaran.

  • Mesin las class premium: ESAB, Lincoln, Miller, Everlast, Hobart, AHP, Fronius, Eastwood, dll.
  • Mesin las class ekonomis: Krisbow, Lakoni, Rhino, Redbo, Ryu, Supra, TOMECO, Multipro, Daiden, EWM, H&L, dan masih banyak lagi.

Silahkan dipilih-dilih...Jika ingin membeli Las Inverter ada baiknya sharing pendapat dengan pengguna yang berpengalaman.  Supaya tidak kecewa dikemudian hari.


Jenis-jenis Kawat Las Listrik

Penggunaan jenis-jenis kawat las untuk pengelasan las listrik berbeda-beda, disesuaikan dengan jenis logam induk, ketebalan, fungsi dan kegunaan produk serta prosedur-prosedur lain yang sudah ditentukan.

Berdasarkan kekuatan tariknya(strenght) jenis kawat las juga bisa dibedakan menjadi jenis Mild Steel (baja lunak), Hight Tensile Steel, Low Alloy, Nickel Alloy dan masih banyak lagi yang tidak bisa dijelaskan secara detail di sini.

Sekarang kita fokus pada jenis-jenis kawat las smaw (biasanya disebut kawat las stik) yang paling umum dan paling sering kita jumpai di lapangan. Sebagai panduan pemula untuk mengenalnya, berikut jenis-jenis kawat las stik yang paling banyak digunakan secara luas:

1. Elektroda Mild Steel

Jenis kawat las Mild Steel mengacu pada AWS A.5.1 *E6013 dan JIS Z3211 D 4313,  yang paling sering digunakan, antara lain:

  • Kawat Las jenis RD-260 dan RD-460,

Diproduksi Nikko Steel jenis kawat las ini mudah digunakan, cepat nyala dan renyah. Bisa digunakan untuk pengelasan dengan voltage dan ampere yang rendah. Cocok untuk pengelasan plat tipis, pipa hollow, pagar tralis, kanopi dll. Ukuran diameter elektroda bervariasi mulai 1,2 mm sampai 4 mm.

  • Kawat Las jenis RB-26

Kawat las produksi Kobe Steel (Kobelco) ini juga mudah digunakan, cepat nyala dan renyah. Cocok juga digunakan juga untuk plat tipis, pipa hollow, pagar tralis, kanopi dll. Ukuran diameternya juga sama dengan kawat las jenis RD.

Mana yang lebih bagus? Keduanya sama-sama bagus tergantung selera individu. Di pekerjaan fabrikasi kedua jenis kawat las tersebut hanya digunakan untuk tagweld saja, bukan untuk pengelasan full pada produk. Kenapa demikian, karena kekuatan tarik (strenght) yang rendah serta prosedur pengelasan produk juga diharuskan mengacu pada AWS tertentu.


2. Elektroda High Tensile Steel

Jenis kawat las Hight Tensile Steel yang paling umum dipakai di lapangan, antara lain:

  • Kawat las LB-52 - dengan AWS A.5.1  E7016 dan JIS   Z3211 D 5016
  • Kawat las LB-52-18 - dengan AWS A.5.1  E7018 dan JIS   Z3211 D 5016
  • Kawat las LB-52U – dengan AWS A.5.1  E7016 dan JIS   Z3211 D 5016

Kawat las LB-52 *E7016, kawat las LB-52 *E7018 dan kawat las LB-52U *E7016 ini sangat ulet dan kokoh. Pemakaian di proyek konstruksi sangat luas, digunakan untuk pengelasan pipa migas, struktur baja, bejana dan semua produk yang bertekanan. Kawat las ini tidak cocok untuk pengelasan pada plat tipis, pagar, kanopi dan sejenisnya. Ukuran diameter elektroda bervariasi, ukuran normal yang sering dipakai welder adalah 3,2 mm tapi kadang juga 2,6mm dan 4,0mm disesuaikan kebutuhan.


3. Elektroda Stainless Steel

Jenis kawat las Stainless Steel mengacu pada standart AWS  A.5.4 dan JIS Z 3221 D, dan yang paling umum digunakan adalah:

  • Tipe E304 dan E304L, untuk pengelasan pada bahan stainless steel bertemu bahan stainless steel
  • Tipe E308 dan E308L, untuk pengelasan pada bahan stainless steel bertemu bahan stainless steel
  • Tipe E309 dan E309L, untuk pengelasan pada bahan stainless steel bertemu bahan carbon steel(besi biasa)
  • Tipe E316 dan E316L, untuk pengelasan stainless steel bertemu stainless steel. Yang membedakan dengan tipe E304L dan E308L adalah pada tipe E316L terdapat kandungan bahan Molibdenum sehingga menghasilkan kualitas las yang lebih kokoh dan lebih tahan lama terhadap karat dan korosi.


Jenis-jenis Merk Kawat Las Listrik

Berikut jenis merk-merk kawat las terkenal yang sudah meraja-lela sampai tahun ini adalah:

  • Nikko Steel, jenis elektroda: LB52, LB52U, RD-260, RD-460, RD-360, RD-718, D-60,ED-7,dll
  • Kobe Steel, jenis elektroda: LB52, LB52U, RB-26, NC-32, NC-39, NC-36, NC-36LT, NC-38,dll
  • Lincoln, jenis elektroda: Lincoln E6010, Lincoln E7010, Lincoln E8010 , dll

Pengetahuan teknik pengelasan dalam ilmu proyek konstruksi baja ini memang cukup banyak. Buat orang yang sangat ingin belajar untuk mengelas berawal dari kerja sebagai Helper di konstruksi baja mereka kemudian tekun belajar mengelas hingga akhirnya bisa jadi Welder/tukang las. Namun buat Anda yang tidak punya kesempatan untuk kerja di konstruksi mari belajar mengelas di sini.


Belajar Cara Menggunakan Las Listrik

Setelah Anda memahami penjelasan mengenai seluk beluk bidang pengelasan, sekarang perhatikan langkah-langkah cara mengelas menggunakan las listrik dengan baik dan benar.

cara-pengelasan-listrik
Belajar las SMAW/image: wikipedia.com


Di sini akan diberikan berbagai tips untuk teknik welding yang diharapkan bisa membantu Anda semua ketika mau mempelajari cara untuk mengelas yang mudah, baik dan benar. Ada baiknya Anda ketahui juga Teknik Las SMAW - Komponen dan prosedur las smaw di artikel lain.


Tahap # 1 - Persiapan Peralatan Mengelas

Berikut ini ada beberapa peralatan yang Anda butuhkan, antara lain:

Peralatan Utama:

  • Mesin Las.
  • Arus Listrik berupa AC atau DC.
  • Electrode Holder atau penjepit elektroda atau stang las.
  • Kabel Las disebut juga kabel elektrode atau kabel tenaga.
  • Kabel massa atau ground, untuk dijepitkan pada bahan logam.

Peralatan Keselamatan Kerja:

  • Topeng/kap las, alat yang digunakan untuk melindungi muka dan mata Anda dari sinar las.
  • Masker las, ini untuk bisa melindungi hidung Anda dan juga pernafasan akibat dari asap api.
  • Apron atau pelindung dada, hal ini digunakan untuk bisa melindungi badan Anda dari percikan api.
  • Sarung tangan untuk pengelasan.
  • Sepatu pelindung, untuk melindungi kaki dari percikan api.

Peralatan Bantu:

  • Tang.
  • Sikat baja.
  • Palu kerak atau Tetel
  • Mesin Gerinda 4 inch
  • Meja las, bila diperlukan.


Tahap # 2 - Cara Mengelas

Perhatikan langkah-langkah berikut:

Langkah # 1

Bersihkan bahan yang nantinya akan Anda las. Kemudian gunakan palu untuk bisa membersihkan berbagai kerak yang ada pada permukaan jalur atau area yang nanti akan dilas. Setelah itu gunakan sikat baja untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Permukaan jalur las memang harus benar-benar bersih. Permukaan yang kotor akan menghambat nyala elektroda.

Langkah # 2

Selanjutnya letakkan berbagai bahan yang nantinya akan Anda las di tempat yang memang telah disediakan. Baik itu menggunakan sebuah meja kerja ataupun  hanya untuk meletakkannya di sebuah lantai. Atur semua kerapatan yang ada antara 2 bahan. Kemudian gunakan klem jika memang diperlukan. Jarak gap ideal adalah 3mm, tapi karena masih belajar sebaiknya rapatkan saja.

Langkah # 3

Untuk tahapan selanjutnya Anda letakkan kabel masa/grounding mesin di salah satu dari bagian bahan yang nanti akan Anda las. Siapkan elektroda,kemudian masukkan di panel penjepit dan pasang kemiringan elektroda untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi posisi bahan. Biasanya sudah terdapat sebuah tempat khusus dengan kemiringan elektroda di tang penjepit elektroda. Baik itu posisi tegak lurus 90 derajat dan 30 atau bisa juga 40 derajat. Untuk tahap belajar sebaiknya miringkan kawat las sekitar 30 derajat untuk mendapatkan posisi yang enak.

*Tips: Sebaiknya gunakan elektroda jenis RB-26, RD-260 atau RD-460 atau yang sejenis E6013. Jangan menggunakan elektroda jenis E7016 atau E7018 karena akan susah nyala dan selalu lengket pada bahan. Oh ya, artikel mengenai cara membaca kode kawat las untuk membedakan jenis kawat las  E60xx dan E70xx sudah pernah saya singgung di blog ini.

Langkah # 4

Setelah siap untuk mulai pengelasan, maka perlahan Anda dekatkan ujung elektroda yang ada pada bahan yang akan dilas. Ingat! Kap las-nya harus sudah dipakai. Miringkan sedikit stang las dan goreskan ke kanan sehingga timbul percikan. Sampai di sini Anda sudah mulai bisa merasakan bagaimana efek tangan Anda. Jangan gemetar atau tegang, nyantai saja.

Langkah # 5

Jika belum menyala,ulangi lagi goreskan kekanan ujung kawat las dan pertahankan nyala apinya. Masih belum nyala juga? Coba lagi dan rasakan ayunan tangan Anda sampai benar-benar kawat las bisa nyala. Jika berhasil maka arahkan ke kanan perlahan-lahan dan pertahankan jaraknya. Jangan mikir bagaimana cara supaya hasilnya bagus, yang penting bisa mempertahankan nyalanya saja.

*Tips: Jarak yang ada antara ujung elektroda/kawat las ini dengan bahan yang nantinya akan dilas pasti sangat mempengaruhi cara pengelasan. Jika jaraknya terlalu jauh, maka nanti akan timbul sebuah percikan seperti halnya hujan bintik-bintik api. Proses pengelasan ini akan tidak sempurna. Jika jaraknya terlalu dekat, maka api tidak akan menyala dan kemungkinan kawat las menempel di bahan. Jarak yang ideal yaitu seperdelapan dari sebuah tebal elektroda.

Langkah # 6

Selanjutnya - ketika nyala elektroda sudah bisa Anda pertahankan,  Anda bisa memperhatikan sebuah bagian elektroda yang terlihat sudah mencair. Sampai di sini mungkin Anda hanya bisa melihat lelehan logam yang memerah saja. Teruslah belajar sehingga benar-benar bisa membedakan cairan las - mana yang daging dan mana yang keraknya. Kalau Anda sudah bisa membedakan berarti Anda sudah berhasil, tinggal bagaimana cara membentuk seni las-lasan yang bagus.

*Tips: cairan daging lasan posisinya di tengah dan terlihat agak merah gelap. Sedangkan cairan kerak berada di depan dan di luar cairan daging.  Cairan kerak terlihat seperti buih dengan warna merah terang.

Langkah # 7

Setelah Anda selesai, maka bersihkan semua kerak yang telah menutupi bagian yang dilas dengan memakai palu tetel. Kemudian Anda periksa kembali hasil lasannya. Banyak lubang semut yaa? Tentu!, namanya juga masih belajar.

Itulah panduan seputar pengelasan dan belajar cara mengelas yang mudah, baik dan benar. Dengan mengetahui keilmuan ini maka Anda bisa memulai membuka bisnis bengkel las. Atau mau merintis jadi Welder piping? Sah-sah saja, yang penting ada niat dan tekun. Semoga lancar jaya. Amiinn.


Bagikan ke

LihatTutupKomentar