Daftar 10 PLTP Terbesar di Indonesia Berdasarkan Situs ESDM

 Indonesia merupakan produsen energi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Terletak tepat di atas Cincin Api, pulau-pulau di Indonesia diberkati dengan sumber daya panas bumi yang melimpah. Total potensi sumber daya panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai 28.500 MW (28,5 Giga Watt).

10-pltp-terbesar-di-indonesia

PLTP Kamojang, Jawa Barat / image; https://bumntrack.co.id

Potensi panas bumi sangat tinggi, namun pemanfaatannya kurang dari 8%. Saat ini, total kapasitas pembangkit listrik dari 13 PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) yang beroperasi di Indonesia adalah 1.948,5 MW (Mega Watt).

Berdasarkan sumber dari situs resmi ESDM (https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/ini-dia-sebaran-pembangkit-listrik-panas-bumi-di-indonesia), PLTP Salak yang dikelola oleh PT Star Energy Geothermal Salak. Ltd menghasilkan listrik dengan kapasitas total sebesar 377 MW dan merupakan penghasil listrik tertinggi diantara 10 pltp terbesar di Indonesia, dan berikut urutannya:

1. PLTP Salak

Pembangkit listrik Salak, yang menghasilkan listrik 377 MW, merupakan salah satu pembangkit listrik panas bumi terbesar di Indonesia dan masuk jajaran 10 besar PLTP di dunia.

Sumber daya panas bumi Salak pada awalnya diteliti dan dikembangkan oleh Unocal. Pada 2005, aset panas bumi Salak diambil alih oleh Chevron, yang akhirnya dijual ke Star Energy pada 2017.

Terletak di Cibeureum – Parabakti, Jawa Barat, pembangkit ini masih dikelola oleh PT Star Energy Geothermal Salak. Ltd.

2. PLTP Sarulla

Dengan kapasitas 330 MW, PLTP Sarulla merupakan Pembangkit listrik panas bumi terbesar kedua di Indonesia yang juga masuk dalam 10 besar PLTP di dunia.

Sumber daya panas bumi Sarlat di Sumatera Utara pada awalnya ditemukan oleh Unocal. Unocal melakukan eksplorasi skala besar di wilayah kerja panas bumi Sarlat dari tahun 1993 hingga 1998. Sebanyak 13 sumur dalam telah dibor, membuktikan bahwa 330 MW cadangan panas bumi komersial telah ada selama 30 tahun.

Namun, karena krisis keuangan Asia tahun 1997, pembangkit listrik yang diusulkan oleh Unocal tidak dibangun sampai proyek diambil alih oleh Sarulla Operation Limited (SOL).

Sarulla Operation Limited menyelesaikan pembangkit listrik pada tahun 2016. Perusahaan tersebut merupakan konsorsium yang terdiri dari Medco Power Indonesia, INPEX, Ormat International, ITOCHU, dan Kyushu Electric Power. Dan terletak di Sibual-buali, Sumatera Utara.

3. Darajat

PLTP Darajat 270 MW di Garut, Jawa Barat, mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1994 dan merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi tertua di Indonesia.

Aset panas bumi Darajat pada awalnya diteliti dan dikembangkan oleh Amoseas. Aset tersebut kemudian diambil alih oleh Chevron, yang akhirnya dijual ke konsorsium yang dipimpin oleh Star Energy pada 2017.

Sumber daya Darajat memiliki dua karakteristik khusus. Pertama, ini adalah salah satu dari sedikit ladang uap kering di dunia.

Kedua, sumur Darajat sangat produktif. Sumur panas bumi memiliki kapasitas rata-rata global 5-10 MW, tetapi sumur Darajat dapat menghasilkan listrik 40 MW.

4. Kamojang

Pembangkit listrik tenaga panas bumi Kamojang berkapasitas 235 MW yang telah beroperasi sejak tahun 1982 merupakan pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama di Indonesia. Terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah beroperasi selama 38 tahun.

Belanda menemukan potensi panas bumi Kamojang lebih dari 100 tahun yang lalu dan mengebor beberapa sumur di daerah tersebut. Pada tahun 1926, Indonesia berhasil mengebor sumur penghasil uap pertama di Kamojang.

Pada akhir tahun 1997, dengan bantuan Selandia Baru, Pertamina Geothermal Energi (PGE) mulai mengembangkan lapangan tersebut, diikuti dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama di Indonesia, pembangkit listrik Kamojang.

Pembangkit yang terletak di Kamojang-Darajat, Jawa Barat ini dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy dengan kapasitas total 235 MW.

5. Wayang Windu

PLTP Wayang Windu berkapasitas 227 MW, yang terletak di wilayah Bandung, Jawa Barat, mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1999.

Star Energy Geothermal Wayang Windu mengelola aset panas bumi Wayang Windu berdasarkan perjanjian bersama dengan Pertamina Geothermal Energi.

6. Ulubelu

Sejak 2012, PLTP Ulubelu 220 MW di Lampung, Sumatera dioperasikan oleh Pertamina Geothermal Energy. Sebanyak 220 MW listrik berasal dari empat unit pembangkit listrik 55 MW. 

PLTP Ulubelu terletak di Waypanas, Lampung.

7. Lahendong

PLTP Lahendong berkapasitas 120 MW berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara. Lahendong mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2001 dan dioperasikan oleh Pertamina Geothermal Energi (PGE). Sebanyak 120 MW listrik dihasilkan dari lima unit pembangkit listrik 20 MW.

8. Muara Laboh

Selesai pada tahun 2019, PLTP Muara Laboh 85 MW merupakan pembangkit terbaru dari 10 pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia.

Pembangkit listrik Muara Laboh terletak di Sumatera Barat dan dioperasikan oleh Supreme Energy Muara Laboh (SEML). Perusahaan membutuhkan waktu 12 tahun untuk menyelesaikan proyek panas bumi senilai US$587 juta.

Pengembang proyek, PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), merupakan konsorsium PT Supreme Energy, ENGIE, dan Sumitomo Corporation.

Menawarkan cadangan terbukti sebesar 200 MW, perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan listrik milik negara PLN untuk membangun unit pembangkit listrik kedua.

9. PLTP Dieng

Pembangkit listrik tenaga panas bumi Dieng 60 MW mulai beroperasi pada tahun 1998. Pabrik Dieng terletak di wilayah Dieng Jawa Tengah dan dioperasikan oleh Geo Dipa Energi.

Geo Dipa Energi saat ini sedang mengerjakan proyek-proyek berikut di wilayah kerja Dieng.

  1. Tambahan pembangkit listrik kecil 10 MW.
  2. Pembangunan Pembangkit Listrik Dieng-2 55 MW (PLTP Dieng Unit 2)
  3. Pembangunan Pembangkit Listrik Dieng-3 55 MW (PLTP Dieng Unit 3)

10. Patuha

Pembangkit listrik panas bumi Patuha 55 MW di wilayah Pangalengan, Jawa Barat telah beroperasi sejak tahun 2014.

Sebagai operator, Geo Dipa Energi telah berjanji untuk mengebor 12 sumur baru mulai tahun 2021 untuk membangun pembangkit listrik 55 MW kedua. Rencana jangka panjangnya adalah meningkatkan kapasitas pembangkit listrik Patuha menjadi 400 MW.

Saat ini, terdapat 16 pembangkit listrik tenaga panas bumi yang beroperasi di Indonesia. Selain 10 pembangkit terbesar di atas, ada dua pembangkit panas bumi lainnya yang layak disebut.

  • 1. PLTP Lumut Balai

Pembangkit listrik Lumut Balai 55 MW di Muara Enim, Sumatera Selatan, mulai beroperasi secara komersial pada 2019. Pertamina Geothermal Energi mengoperasikan aset Lumut Balai yang berencana membangun unit pembangkit listrik kedua.

  • 2. PLTP Sorik Marapi

Pembangkit listrik Sorik Marapi berkapasitas 45 MW di Mandailing Natal, Sumatera Utara, mulai beroperasi pada 2019. PT Sorik Marapi Geothermal Power mengoperasikan aset Sorik Marapi dan saat ini perusahaan sedang membangun pembangkit listrik 45 MW kedua. Unit kedua ini dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2021 ini.

Kenaikan panas bumi di Indonesia

Daftar pembangkit listrik terbesar di Indonesia dapat berubah pada tahun mendatang karena beberapa pembangkit listrik baru akan selesai dalam waktu dekat. Pada tahun ini (2021), pembangkit listrik panas bumi Lantaudadap 86 MW dijadwalkan untuk go live.

Pemerintah Indonesia sangat tertarik untuk mengembangkan sumber daya panas bumi yang besar untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan terhadap bauran energi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas panas bumi menjadi 7.500 MW pada tahun 2025 dan 9.300 MW pada tahun 2035.

Pilihan artikel; Ketahui sistem kerja PLTG dan PLTGU

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah akan mendukung perusahaan eksplorasi dan pengeboran, memberikan periode pembebasan pajak, dan menyediakan dana untuk menghilangkan pajak tertentu.

Ada total 265 calon lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi secara nasional, dan penggunaan sumber daya panas bumi di Indonesia akan terus berlanjut untuk waktu yang lama.

Source: https://oilandgascourses.org/blog/- Ditulis oleh; Jamin Djuang – Chief Learning Officer of LDI Training and author of The Story of Oil and Gas: How Oil and Gas Are Explored, Drilled, and Produced.


LihatTutupKomentar