Stainless Steel Pipe Welding, Ini yang Harus Dipahami

Untuk material pipa yang bagus, stainless steel sering dipilih karena pipa berbahan ini tidak mudah berkarat dan memiliki tampilan menarik. Sayangnya, proses pengelasan  pipa ini cukup sulit. 

Anda harus mampu menggunakan teknik stainless steel pipe welding khusus untuk prosesnya. Untuk mengetahui lebih dalam soal apa itu proses pipe welding khusus stainless steel, mari bahas bersama di artikel ini!

cara-pengelasan-pipa-stainless-steel

Photo:pxhere.com/en/photo/1089895

Mengapa Welding Pipa Stainless Steel Sulit?

Tantangan stainless steel pipe welding yang paling utama adalah menjaga tampilannya. Welding pipa besi ini harus pas suhu dan tekniknya. Apabila suhu welding terlalu panas, stainless steel akan mengalami warping. Hal ini disebabkan permukaan pipa yang memuai sehingga bentuknya lebih lunak dan mudah bengkok.

Suhu yang terlalu tinggi akan merusak kadar logam stainlessnya, atau bisa mengelupas lapisan cerminnya. Tanpa teknik dan timing yang baik, tukang las bisa membuat cacat permukaan ini. Permukaan yang rusak bisa menjadi spot karat dan membuat tampilan pipa tidak lagi menarik. 

Kedua faktor tersebut membuat proses welding akan sulit. Tidak banyak orang berani melakukan welding stainless steel tanpa pelatihan dan pengalaman cukup. Seorang welder yang berpengalaman saja pasti ragu jika peralatan yang tersedia tidak mendukung.

Tipe Welding Apa yang Cocok Untuk Pipa Stainless?

Untuk melakukan welding pipa stainless, Anda harus bisa memilih jenis kawat las serta tipe teknik welding yang pas. Umumnya teknik pengelasan yang bisa digunakan adalah Gas Tungsten ArcWelding (TIG), Stick Welding (SMAW)FCAW dan MIG-MAG.

Untuk memilih teknik mana yang paling pas, Anda harus pertimbangkan kemampuan (sertifikasi) welder, bentuk tampilan pipa yang diinginkan, ketebalan pipa stainless yang dikerjakan, deadline, biaya dan peralatan yang tersedia.

Untuk memaksimalkan tampilan, teknik las argon (TIG) adalah pilihan yang terbaik. Meskipun, proses welding tipe ini makan waktu, lebih sulit dan perlu keahlian dan peralatan khusus.

Sedang teknik welding lainnya seperti FCAW dan MIG lebih diutamakan untuk pipa berukuran besar, ya, di atas 6 inch. Namun teknik las ini tampilannya tidak sebagus las TIG. Untuk pipa ukuran tersebut lebih diutamakan pengelasan kombinasi TIG dan SMAW.

Apakah Welding Pipa Stainless Bisa Sebabkan Karat?

Dalam keadaan normal, pengelasan pipa stainless steel tidak akan sebabkan karat selama mengikuti prosedurnya.

Khusus untuk pipa sanitary stainless steel hanya berkarat jika permukaan chrome mengelupas ataupun rusak. Selama lapisan chromiumoxide tidak tersentuh, pipa ini tidak akan bermasalah walaupun mendapat perlakuan panas dalam proses welding.

Untuk mengindari masalah pengelupasan permukaan chrome, pastikan lakukan persiapan terlebih dahulu. Pastikan treatment pada stainless dilakukan agar permukaannya tidak mudah terkelupas. Saat pengerjaan welding, pastikan juga Anda lebih hati – hati dalam mengatur panasnya.

Apakah Ada Tips Untuk Welding Pipa Stainless?

Yang pastinya ada, berikut tips welding pada stainless steel pipe yang paling umum digunakan: 

1. Gunakan Brass Clamp

Menggunakan alat penjepit yang berbahan kuningan atau tembaga. Anda bisa jepitkan brassclamp di bagian belakang seam area welding. Clamp ini akan berfungsi sebagai alat cooling.

Brass mampu menyerap panas dan menyebarkannya ke area lain. Dalam teknologi hardware, hal ini dinamai heatsink. Menggunakan cara ini, plat stainless steel tidak akan terlalu panas atau mengalami warping.

Selain itu, bahan kuningan atau tembaga juga menghindari korosi. Jepitan berbahan besi biasa tidak boleh digunakan karena percikan api bisa saja terjadi di area tersebut.

2. Infus atau Purging.

Biasanya kalau dilapangan kedua ujung pipa diberi busa dan diisolasi rapat sampai tidak ada pori porinya. Kemudian dimasukan slang yang dialiri gas argon (Nitrogen) sampai dipastikan bahwa gas oksigen yang ada sudah keluar dari pipa. Selama pengelasan, gas argon tetap dialirkan dengan kecepatan perlahan supaya tidak terjadi turbulences.

Tujuan utama dari infus atau purging ini adalah untuk mempertahankan sifat ketahanan korosi material terhadap pengaruh panas saat welding.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat pengelasan terjadi pemanasan yang dapat merubah sifat dari material. Pengelasan pada stainless steel bisa terjadi peristiwa oxidasi apabila lingkungan di sekitarnya mengandung oksigen dimana H2O jadi H2 dan O2. Nah peristiwa inilah yang harus dihindari.

3. Hindari Alat Berbahan Carbon Steel.

Tips lain yang bisa digunakan adalah dengan menjauhkan material maupun alat yang berbahan carbon steel. Alat berbahan ini akan meninggalkan bekas pada permukaan stainless steel dan lebih mudah menjadi karat. Pastikan area kerja bersih dari particle carbon steel dan menggunakan alat khusus agar stainless tetap spotless.

Nah itulah tadi jawaban dari pertanyaan yang sering muncul ketika melakukan pengelasan pada pipa stainless steel. Apakah bahasan di atas sudahmenjawab pertanyaan Anda? Mudah – mudahan informasi ini menambah wawasan kita seputar welding pipa. Terima kasih sudah membaca artikel ini!


LihatTutupKomentar
Cancel