Konstruksi Tak Hanya Satu Pekerjaan Saja, Berikut Penjelasannya

Konstruksi adalah kegiatan merancang hingga membangun yang sering ditemukan dalam bidang arsitektur maupun teknik sipil.

Anda pasti sering melihat gedung atau infrastruktur yang masih berupa susunan rangka besi yang disatukan? Dalam kegiatan membangun sebuah gedung, rumah atau fasilitas umum itulah dikenal dengan istilah konstruksi.

Pengertian istilah konstruksi menurut para ahli, konstruksi adalah suatu kegiatan pembangunan sarana maupun prasarana. Selain itu konstruksi juga dapat diartikan sebagai bangunan maupun satuan infrastruktur dalam satu atau beberapa area.

Seluruh kegiatan konstruksi sendiri dimulai dari proses rancang-bangun yang melibatkan banyak pihak dalam sebuah proyek termasuk juga para pekerja bangunannya. Perencanaan di sini pun haruslah efektif, matang dan tepat.

jenis-jenis-proyek-konstruksi
Photo: universitas123.com

6 Hal Penting dalam Kegiatan Proyek Konstruksi

Walau proyek konstruksi terlihatnya hanya satu pekerjaan saja, namun sebenarnya terdiri beberapa jenis pekerjaan yang panjang sebab harus mempertimbangkan banyak hal sebelum proses eksekusi dimulai:

1. Izin Dampak Lingkungan / AMDAL

Istilah ini lebih melekat pada bidang teknik sipil. AMDAL singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Ketika merencanakan pembangunan di suatu daerah mesti memerhatikan apa dampak yang akan ditimbulkan dari pembangunan tersebut terhadap lingkungan sekitar.

AMDAL juga menjadi sebuah perizinan terhadap warga sekitar yang lokasinya dipilih untuk kegiatan pembangunan. Sebelum membangun, wajib hukumnya perencanaan AMDAL ini karena jika ada kesalahan maka risiko bisa sangat besar.

2. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Setiap akan menjalankan kegiatan konstruksi bangunan tentu ada anggaran yang harus dikeluarkan. Rencana anggaran biaya ini dilakukan untuk memperkirakan berapa besaran anggaran untuk pengerjaan proyek.

Anggarannya sendiri untuk belanja bahan bangunan, upah pekerja, perizinan, dan tambahan lainnya jika sewaktu-waktu diperlukan.

3. Jadwal Kegiatan (Work Scedule)

Kegiatan yang sangat memerlukan perencanaan waktu dengan baik dan target pengerjaannya diharuskan sesuai atas apa yang telah disepakati.

Jadwal kegiatannya biasa dimulai dari pekerjaan persiapan, pengerjaan struktur dan konstruksi, pengerjaan sanitasi dan instalasi air hingga finishing.

4. Keselamatan di Lingkungan Kerja

Keselamatan merupakan hal utama terlebih di tempat dengan risiko cukup tinggi. Pembangunan konstruksi juga perlu mengutamakan keselamatan banyak pihak di lingkungan proyek dari beberapa faktor.

Apakah lingkungan yang dipilih sudah tepat untuk wilayah sekitarnya, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan demi menjaga keselamatan selama bekerja. Ada baiknya baca juga Jenis-jenis APD di proyek konstruksi.

5. Persiapan Material Bangunan

Pemilihan material bangunan juga hal vital dalam sebuah konstruksi. Makin bagus materialnya harganya memang akan semakin mahal, tetapi akan menjamin kokohnya, awet, dan juga keselamatan setelah bangunan selesai.

Pemilihan material ini termasuk dalam kegiatan rancangan anggaran biaya atau cost estimasi. Ada baiknya baca juga Jenis-jenis material untuk konstruksi baja.

6. Resiko Keterlambatan

Proses pembangunan tak jarang terjadi keterlambatan karena beberapa hal yang bisa jadi tidak diduga sebelumnya, keterlambatan ini pasti akan menimbulkan ketidaknyamanan serta protes dari lingkungan sekitar.

Salah satu cara mengatasi ketidaknyamanan ini adalah dibutuhkannya seorang humas atau orang yang handal untuk melakukan kegiatan negosiasi kepada mereka yang merasa dirugikan atas pembangunan tersebut.

Fungsi dari Konstruksi

  1. Memberi gambaran untuk rancangan proses pembangunan secara efektif dan efisien dalam banyak aspek.
  2. Merencanakan estimasi anggaran pembangunan termasuk upah, pembelanjaan material bangunan.
  3. Memperhitungkan pembangunan yang tepat, presisi, layak untuk ditempati oleh manusia.

Jenis-jenis Proyek Konstruksi

Konstruksi adalah kegiatan yang tidak hanya untuk gedung-gedung besar saja, akan tetapi berlaku juga untuk jenis proyek pembangunan lainnya. Berikut ini beberapa jenis proyek konstruksi, diantaranya;

1. Proyek konstruksi perumahan

Jenis ini lebih sering dijumpai di sekitar lingkungan kita baik bentuk konstruksinya yang sederhana hingga yang besar. Konstruksinya dimulai dari fondasi.

2. Proyek konstruksi gedung pemerintahan atau bisnis

Biasa dilakukan untuk gedung-gedung besar atau proyek bisnis seperti rumah sakit, sekolah, perkantoran, tempat wisata, dsb.

3. Proyek konstruksi bangunan air

Konstruksi ini sifatnya proyek besar untuk kepentingan banyak orang dan proyeknya biasa didapatkan dari pemerintah atau swasta. Konstruksi untuk bangunan air ini meliputi pembangunan seperti waduk, bendungan, dsb.

4. Proyek konstruksi teknik sipil

Pembangunan ini biasanya atas perintah departemen PU (pekerjaan umum) dari pemerintah untuk membangun jalan raya, jalan tol, rel kereta api, jembatan dsb. Prosesnya mengikuti pengukuran jalanan, penggalian tanah dan finishing.

Baca juga: 4 Jenis Konstruksi Jembatan Berikut Penjelasannya

5. Proyek konstruksi industri

Kegiatan konstruksi ini membutuhkan beberapa persyaratan khusus karena biasanya industri yang dibangun berupa pabrik, industri berat seperti nuklir, pertambangan, dan sebagainya. Untuk industri berat seperti ini dibutuhkan ketelitian dan spesifikasi yang tinggi.

Jadi konstruksi adalah kegiatan rancang bangun dengan meliputi banyak proses pengerjaan yang membutuhkan ketepatan serta perencanaan yang baik di dalamnya.

Itulah penjelasan mengenai konstruksi bangunan yang semoga dapat menambah wawasan Anda. Rekomendasi: Istilah dan fungsi jabatan di proyek konstruksi

LihatTutupKomentar
Cancel