Sebab-sebab Terjadinya Cidera Saat Menggerinda dan Cara Mengatasinya

Menggerinda adalah proses umum dalam fabrikasi logam untuk meratakan permukaan atau memperbaiki benda kerja, tetapi bisa berbahaya jika dilakukan dengan ceroboh.

Sebab terjadinya kecelakaan saat menggerinda bisa bervariasi, mulai dari kesalahan operator, pemakaian alat yang tidak tepat, hingga ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan dan keamanan.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut tentang cara penggunaan gerinda dengan aman dan beberapa tips yang berguna dalam menggunakannya dengan efisien.

Pengertian Mesin Gerinda

Gerinda adalah alat listrik yang digunakan untuk menghaluskan, memotong, atau membentuk benda kerja dengan batu gerinda yang berputar cepat. Alat ini banyak dibgunakan di industri fabrikasi, konstruksi, bengkel, dan bidang lainnya.

Gerinda umumnya memiliki berbagai ukuran dan jenis batu gerinda sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Batu gerinda yang terbuat dari bahan abrasif membantu dalam proses penghapusan material dan pengehalusan permukaan benda kerja secara cepat dan akurat.

Meskipun alat ini sangat berguna, namun penggunaannya juga memerlukan kehati-hatian karena dapat menyebabkan kecelakaan jika tidak dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami cara menggunakan gerinda dengan benar dan mengikuti prosedur keamanan yang telah ditetapkan.

Cara menggunakan gerinda sebenarnya cukup mudah tinggal tekan ON dan OFF saja, semua orang dijamin pasti cepat bisa menggunakannya. Tapi yang tidak kita sadari adalah bahaya yang ditimbulkan akibat dari penggunaan yang salah, tidak aman dan kurang hati-hati.

Cidera yang paling umum yang diderita ketika menggunakan gerinda adalah adanya percikan partikel atau biasa disebut 'gram' yang mengenai mata. Juga penyebab lain yang bisa mengakibatkan tangan lecet, tergores dan tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan FATAL baik cacat tetap atau bahkan menyebabkan kematian.

cara-antisipasi-cidera-saat-menggerinda

Tidak ada seorangpun yang mampu menghindar ketika partikel logam atau bahkan lempengan cakram (batu gerinda) terbang liar dengan kecepatan 100 km / jam dengan jarak kurang dari 50 cm.

Oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui hal-hal yang bisa menyebabkan cidera saat menggunakan gerinda juga langkah antisipasi untuk meminimalisir atau menghindari terjadinya kecelakaan.

Panduan Menggunakan Mesin Gerinda

Seperti diketahui, mesin gerinda adalah alat yang sangat berguna dalam berbagai industri, tetapi penting untuk diingat bahwa penggunaan yang tidak aman dapat menyebabkan cedera serius.

Dalam panduan ini, kita akan membahas risiko yang terkait dengan perilaku tidak aman saat menggunakan mesin gerinda. Memahami bahaya-bahaya ini merupakan langkah pertama yang penting untuk menghindari kecelakaan.

Selain itu, kita akan mempelajari cara-cara yang tepat untuk menggunakan mesin gerinda dengan aman dan efektif. Dengan memahami risiko dan mengikuti prosedur yang benar, kita dapat menjaga keselamatan kita sendiri dan orang lain saat bekerja dengan mesin gerinda.

1. Memahami Perilaku dan Kondisi Tidak Aman

Kecelakaan kerja yang sering tejadi pada saat menggerinda kebanyakan disebabkan oleh perilaku dan kondisi yang tidak aman. Beberapa kondisi dan perilaku yang salah berikut ini yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja:

  1. Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang benar..Baca: Ketahui 7 macam APD untuk menggerinda
  2. Tidak tepat cara menggunakan / memegang gerinda.
  3. Belum terbiasa menggunakan gerinda.
  4. Salah menggunakan tipe atau ukuran cakram / batu gerinda.
  5. Tidak seimbangnya dudukan cakram dikarenakan pemasangan yang salah atau kurang pas pada dudukan.
  6. Tidak sesuainya tipe gerinda untuk memotong material tertentu.
  7. Memotong yang terlalu keras atau menekan berlebihan.
  8. Menggerinda terlalu tinggi di atas kepala.
  9. Getaran dan kecepatan gerinda berlebihan.
  10. Gerinda dalam kondisi lembab atau basah.
  11. Batu gerinda / cakram juga dalam kondisi lembab atau basah.
  12. Tidak dilakukan pemeriksaan sebelum menggerinda baik pada mesin maupun batu gerindanya.

2. Cara Aman Saat Menggunakan Menggerinda

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja sebaiknya selalu lakukan cara yang aman dengan mengikuti prosedur penggunaan mesin gerinda dengan baik dan benar. Beberapa perilaku di bawah ini bisa Anda lakukan: 
  1. Menggunakan APD dengan benar, seperti kacamata, face shield, sarung tangan dan lain-lain.
  2. Jangan melepas safety cover / bagian pelindung cakram.
  3. Selalu periksa kondisi cakram dari keretakan. Ketuk cakram dengan tangkai obeng, jika terdengar suara cempreng berarti ada tanda-tanda retak,jangan dipakai.
  4. Periksa kecepatan / rpm pada batu gerinda dengan rpm pada mesin gerinda.Rpm batu gerinda harus sama atau lebih besar dari rpm mesin gerinda.
  5. Pastikan benda kerja, dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang benar.
  6. Gunakan cakram sesuai dengan jenis dan benda kerjanya.
  7. Pastikan colokan listrik sudah dicabut saat memasang cakram.
  8. Pemasangan cakram harus tepat pada dudukan dan dikunci rapat.
  9. Penggunaan cakram yng habis maksimal 1/3 dari diameter cakram yang baru.
  10. Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda.
  11. Jangan tinggalkan mesin gerinda dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat meninggalkan.
  12. Seluruh Gerinda harus dalam kondisi layak pakai dan sudah diinspeksi.

Rekomendasi: Mengenal Alat alat Kerja Fitter Fabrikasi

Selalu gunakan alat gerinda yang dalam kondisi baik dan terawat dengan baik. Selain itu, pastikan area kerja bersih dari benda-benda asing dan berbahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan. Dengan penerapan langkah-langkah keamanan ini, risiko kecelakaan saat menggerinda dapat ditekan dan pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan efisien.

Tetap bekerja dengan semangat dan safety first.

LihatTutupKomentar