Dasar-dasar Ilmu Perpipaan untuk Pipe Fitter Pemula

Pemahaman apa itu pipa, klasifikasi pipa, komponen-komponen pia, sistem pemipaan, dimensi pipa, pipa small bore dan large bore, pipe ends type

Pipa digunakan sebagai media untuk mengangkut berbagai bahan proses dari satu peralatan/equipment ke peralatan lainnya. Jika melihat dari platform Oil Exploration, Refinery dan Petrochemical , satu hal yang sangat menarik adalah kompleksnya jaringan pemipaan yang mencakup hampir sebagian besar area pabrik.

Process Plant merupakan suatu tempat dimana rangkaian kegiatan yang dilakukan secara khusus untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang bermanfaat. Jaringan pipa dengan komponen pipa lainnya yang saling berhubungan digunakan untuk mengangkut bahan mentah, produk setengah jadi dan produk akhir ke lokasi yang diinginkan, silahkan lihat juga jenis-jenis pipa dan fungsinya.


dasar-dasar-ilmu-perpipaan
Sistem perpipaan oil&gas

Mari kita telusuri lebih jauh lagi mengenai ilmu piping di bawah ini.

Apa itu pipa?

Pipa adalah material berbentuk silinder berlubang lurus di tengahnya yang kedap tekanan, dan digunakan sebagai media untuk mengangkut benda berbentuk cair, gas maupun udara.

Jenis-jenis pipa ditentukan menurut kondisi dan desain, dengan mempertimbangkan parameter teknis dan komersial. Untuk kebutuhan ukuran kecil & menengah, pipa seamless lebih populer sedangkan untuk diameter lebih besar, pipa welded lebih banyak digunakan karena pertimbangan lebih ekonomis.

Berdasarkan cara pembuatannya, pipa dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu:
  1. Pipa seamless, yaitu pipa tanpa sambungan
  2. Pipa welded, yaitu pipa yang pembuatannya dengan cara disambung dan dilas/welding.

Pipa Welded kalau diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan metode pengelasan bisa dibagi dua cara, yaitu dengan filler metal dan tanpa filler metal. Untuk pipa ukuran kecil sampai sedang menggunakan satu sambungan  sedangkan pipa yang berukuran besar biasanya dibuat dengan dua sambungan pada pembuatannya. Secara lengkap dijelaskan di sini: Perbedaan pipa seamless dan pipa welded serta cara pembuatannya.

Apa itu Pipe Class?

Pipe class atau klasifikasi pipa adalah dokumen yang biasanya dibuat masing-masing perusahaan, digunakan untuk tujuan spesifik yang berisi detail (seperti: jenis material, pressure, temperature, service liquid, dll) dengan tujuan untuk klasifikasi pipa menurut desain sistem yang akan digunakan dalam process plant.

Klasifikasi pipa disebutkan dengan istilah pipa class A, class B dst. Pipa class B mempunyai klasifikasi yang lebih baik dari class A, sedangkan class C mempunyai klasifikasi lebih baik dari class B. Istilah pipe class sebenarnya sama dengan pipe rating, misalnya  rating 150# sama dengan pipa class A dan rating 300# sama dengan pipa class B. Pada dasarnya pengertian pipe class adalah sama dengan piping specifications.

Apa Itu Piping Specifications?

Piping Specifications atau spesifikasi pipa adalah dokumen spesifik (biasanya dibuat masing-masing perusahaan) yang berisi klasifikasi tertentu (seperti jenis pipa, scedule/sch, material, rating flensa, jenis cabang, jenis valve, materials, gasket, dll) sebagai persyaratan khusus yang disiapkan selama fase desain  proyek yang akan dibuat. Piping spcifications ditentukan berdasarkan pertimbangan operating pressure, temperature, dan corrosive environment. Jadi pada dasarnya pengertian spesifikasi pipa adalah masuk dalam klasifikasi pipa.

Piping Specifications juga digunakan sebagai persyaratan khusus untuk bahan, komponen, atau operation yang berada di luar kode dan persyaratan standar. Misalnya, jika dibutuhkan pipa A106 Gr B dengan karbon maksimum 0,23% terhadap persyaratan standar 0,3% Maks, maka Anda harus memasukkan persyaratan spesifikasi tersebut pada saat pembelian / pengadaan.

Perlu Anda tahu bahwa spesifikasi pemipaan hanya berlaku untuk pabrik, lokasi, atau pemasangan yang ditentukan. Site atau pabrik lain, misalnya, dapat memiliki spesifikasi perpipaan sendiri dan tidak dapat saling dipertukarkan.

Apa Itu Komponen-komponen Pipa?

Komponen pipa adalah elemen-elemen mekanis yang digunakan untuk penyambungan dan perakitan pada suatu sistem pemipaan. Komponen-komponen ini antara lain: pipa, tabung, fitting, flenge, gasket, mur baut, valve, expansion joints, hose pipes, traps, strainers, separators, control valves, safety valves, blind flanges, spectacle blinds, dan lain-lain.

Rekomendasi untuk Anda:

Apa itu Sistem Pemipaan?


sistem-pemipaan-air-bersih
Gambar water piping system

Ketika rangkaian jaringan perpipaan bersatu dan melakukan beberapa aktivitas tertentu bersama-sama seperti mengalirkan, mendistribusikan, mencampur, memisahkan, membuang, mengukur, mengontrol, atau menghentikan aliran fluida dan lain-lain, itulah yang dikenal sebagai piping system atau sistem pemipaan.

Rekomendasi:

Apa Itu Dimensi Pipa?

Dimensi pipa (pipe dimensions) adalah standar yang merujuk pada ukuran dan nomor scedule. 
Tiga istilah berbeda biasanya digunakan untuk menentukan ukuran pipa, yaitu:
  1. NPS - Nominal Pipe Size
  2. NB - Nominal Bore
  3. DN - Diameter Nominal
Dimensi pipa diatur dalam standart berikut:
  • ASME B36.10 – standart untuk pipa welded dan seamless (carbon & alloy steel)
  • ASME B36.19 – standart untuk pipa stainless steel
Baca juga:

Pipa Small Bore dan Pipa Large Bore

Jika Anda kerja di proyek perpipaan pasti pernah bahkan ada yang sering mengerjakan pipa dengan istilah semacam ini. Jadi, apa itu pipa small bore dan pipa large bore atau pipa big bore.

Pipa Small Bore adalah istilah yang digunakan untuk mengerjakan pipa yang berukuran 2 inch ke bawah, misalnya pipa 3/4 inch, 1 inch. Dalam proyek tertentu pipa 2,5 inch kadang dikategorikan dalam pipa small bore.

Sedangkan Pipa Large Bore adalah istilah untuk pipa dengan ukuran di atas 2 inch.

Pipe Lenght

Pipe lenght adalah ukuran standar panjang pipa. Pipa diproduksi dalam satuan meter dan feet dengan panjang yang berbeda. Selama proses konstruksi tentu membutuhkan pipa dengan panjang yang bervariasi. Untuk itu, ada standar khusus yang menetapkan panjang pipa dalam 2 kategori, yaitu:
  1. Single Random Pipe, yaitu pipa yang mempunyai panjang antara 5 meter sampai 7 meter.
  2. Double Random Pipe, yaitu pipa yang mempunyai panjang antara 11 sampai 13 meter.
Pada umumnya yang sering kita jumpai di proyek pemipaan adalah 6 meter (single) dan 12 meter (double).

Pipe Ends Types

Pipe end types adalah tipe-tipe ujung dari suatu pipa, ini berlaku untuk semua jenis bahan pipa. Pada umumnya sepanjang yang kita tahu, ujung pipa berbentuk bevelan. Padahal sebenarnya bentuk ujung pipa dapat dikelompokkan beberapa jenis, yaitu: 

  1. Plain Ends, jenis pipa yang ujungnya rata. Pipa jenis ini cocok digunakan pada fitting/jenis sambungan socket. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah pipa pvc, galvanis, hdpe, pipa tubing, dll.
  2. Beveled Ends, pipa yang ujungnya berbentuk bevelan. Umumnya digunakan untuk sambungan fitting butt weld. Pipa jenis ini sangat praktis dalam penyambungan karena tinggal dibersihkan ujungnya saja. Kekuatan sambungan juga sangat kokoh dan bisa digunakan untuk semua ukuran pressure. Rata-rata pipa carbon dan stainless steel menggunakan jenis ujung seperti ini, terutama pipa yang berikuran besar.
  3. Threaded Ends, jenis pipa yang ujungnya berulir. Pemakaian pipa ini sangat praktis dan mudah dipasang namun hanya untuk low pressure saja karena hasil sambungan kurang kuat dan mudah bocor. 
  4. Socket & Spigot Ends, ujung pipa yang berbentuk socket. Umumnya terdapat pada pipa pvc dan pipa ductile.
  5. Flanged Ends, pipa yang pada ujungnya dipasang flange. Untuk pemasangan pada lokasi tertentu biasanya menggunakan pipa seperti ini, misalnya di area mudah terbakar yang tidak boleh ada pengelasan, dll.

Itulah penjelasan mengenai dasar-dasar ilmu perpipaan untuk pipefitter. Artikel ini hanya menjelaskan pokok-pokok ilmu perpipaan secara garis besarnya saja. Secara detailnya bisa Anda baca artikel-artikel piping lainnya di sini. Semoga bermanfaat.


Bagikan ke

LihatTutupKomentar