Pengertian dan Jenis-jenis Fitting Pipa

Pengertian fitting | Fungsi fitting pipa | Jenis-jenis fitting | Jenis fitting berdasarkan fungsinya: elbow, tee, reducer, cap, stub in

Dalam ilmu piping kita mengenal adanya pipe fitting atau sambungan pipa, yang merupakan salah satu komponen perpipaan.

Apa itu fitting? Ada berapa jenis fitting? Akan kita bahas semuanya di sini. Ada baiknya Anda membaca juga jenis-jenis pipa dan komponennya.

Apa itu fitting?

Fitting adalah salah satu komponen perpipaan yang disambungkan pada dua pipa atau lebih untuk meneruskan aliran fluida.

Apa fungsi fitting pipa?

Fitting pipa mempunyai fungsi untuk membelokkan aliran, memperbesar atau memperkecil aliran serta membuat aliran bercabang. Fungsi fitting berbeda dengan valve. Fitting hanya bertugas meneruskan aliran saja bukan untuk mengatur besar kecilnya pressure aliran.

Jenis-jenis Fitting Pada Pipa?

Jenis-jenis fitting tentunya sangat bermacam-macam. Ada baiknya kita perhatikan dulu, apakah dilihat dari jenis sambungannya atau berdasarkan dari fungsinya. Mari kita ulas satu persatu di sini:

  • A. Jenis fitting berdasarkan sambungannya
  • B. Jenis fitting berdasarkan fungsinya

A. Jenis Fitting Berdasarkan Sambungannya

Fitting jika dilihat dari jenis sambungannya bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Fitting - Welded Component
  2. Fitting - Threaded Component

1. Fitting - Welded Component

Fitting - Welded Component adalah jenis fitting yang disambung pada pipa melalui pengelasan, sehingga menjadi sambungan tetap dan permanen.

Fitting - welded component terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Butt welded fitting

Jenis fitting yang disambungkan dengan pipa melalui pengelasan langsung pada butt (ujung). Cara penyambungannya harus dibevel terlebih dulu antara pipa dan fittingnya.

Bentuk fittingnya sudah umum ya, seperti gambar di bawah ini:
 

jenis-fitting-pipa


b. Socket welded fitting

Socket Weded adalah jenis fitting yang disambung dengan pipa dengan cara memasukkan sebagian ujungnya, kemudian dilakukan pengelasan pada bagian fillet dari pertemuan antara pipa dan fitting. Diameter inside fitting ini sedikit lebih besar dari diameter pipanya.

Bentuk fittingnya seperti ini:

macam-macam-fitting-pipa


2. Fitting - Threaded Component

Fitting - threaded component adalah jenis fitting yang disambung dengan pipa dengan cara diulir sehingga bisa dilepas jika diperlukan.

pengertian-dan-macam-macam-fitting-pada-pipa


Dengan menggunakan fitting jenis ini pipa yang disambung dapat di buka kembali untuk memudahkan proses perbaikan atau maintenance. Fitting jenis ini biasanya digunakan pada perpipaan mesin, compressor, pipa air di perhotelan dan lain-lain.

B. Jenis Fitting Berdasarkan Fungsinya

Jenis-jenis fitting jika dilihat dari fungsinya bisa dibedakan menjadi lima macam, yaitu:

1. Fitting Elbow

Elbow merupakan jenis fitting yang paling banyak digunakan dalam sistem perpipaan. Jenis fitting elbow berfungsi untuk membelokkan aliran. Fitting ini digunakan jika jalur pipa harus dibelokkan ke kiri atau ke kanan, ke atas atau ke bawah dan sebagainya.

Elbow sendiri mempunyai dua jenis yang paling umum yaitu elbow 45 derajat dan 90 derajat. Ada juga sih yang 180 derajat tapi jarang digunakan. Dalam pemasangannya elbow juga bisa dibagi menjadi dua jenis yaitu sort radius (SR) dan long radius (LR).

Selain itu ada juga elbow yang dibuat melalui fabrikasi dengan cara memotong pipa dan dibentuk menjadi elbow yang dinamakan mitter.

Pada dasarnya fitting elbow mempunyai diameter yang sama pada ujungnya, tapi ada juga elbow spesial yang hanya digunakan pada kondisi tertentu, dimana diameternya ujungnya tidak sama yang dikenal dengan elbow reducer.

2. Fitting Tee

Tee merupakan fitting kedua yang paling banyak digunakan pada instalasi perpipaan. Fitting 'Tee' mempunyai fungsi untuk membagi aliran. 

Fitting Tee bisa dibedakan lagi menjadi dua, yaitu: Straight Tee, yang diameter ketiga ujungnya sama, dan Reducer Tee, yang diameter pada percabangannya tidak sama atau lebih kecil dari diameter utamanya.

Selain dua tipe tersebut ada juga fitting tee yang mempunyai bentuk lain, meskipun jarang digunakan yaitu fitting Lateral Tee yang mempunyai sudut 45 derajat dan Croses Tee yang mempunyai 4 percabangan, membentuk seperti perempatan jalan.

3. Fitting Reducer

Reducer adalah fitting pipa yang digunakan untuk menghubungkan dua pipa yang diameternya berbeda. Fitting ini mempunyai diameter yang berbeda pada kedua ujungnya.

Fitting ini digunakan jika pipa yang akan disambung mempunyai ukuran yang berbeda. Contohnya: pipa 4 inch disambung dengan pipa 6 inch maka di antara kedua pipa digunakan reducer 4x6 agar keduanya bisa tersambung.

Rekomendasi:

Fitting Reducer ada dua macam yaitu: Concentric Reducer, fitting yang mempunyai garis tengah simetris, dan Eccentric Reducer, fitting yang garis tengahnya tidak semetris (agak ke pinggir).

4. Fitting Cap

Fitting Cap mempunyai fungsi untuk menghentikan saluran pada ujung pipa. Fitting ini dipasang pada header pipa, atau pada ujung jalur lainnya yang dianggap akhir dari perjalanan fluida. Fitting ini dipasang pada pipa dengan cara di las / pengelasan.

5. Fitting Stub In

Stub In adalah fitting yang berfungsi sebagai cabang keluaran aliran. Fungsinya mirip dengan fitting Tee tapi Stub In dipasang dengan cara melubangi (bor) jalur pipa utama yang besar kemudian di las. Yang termasuk fitting stub in, contoh: weldolet, sockolet, thredolet dll.

Nah itulah pembahasan mengenai pengertian fitting, fungsi beserta jenis-jenisnya secara umum pada sistem perpipaan, tidak termasuk fitting pada pipa tubbing, ya. Pemahaman mengenai fitting ini semoga berguna untuk menambah ilmu piping Anda. Terutama buat sobat project team yang akan mengikuti tes piping untuk fitter dan pipe fitter.

Rekomendasi untuk Anda:

Update: 13 Agustus 2021

LihatTutupKomentar