Jenis Pipa Untuk Sistem Perpipaan Air

Pipa mempunyai fungsi sebagai sarana untuk mengalirkan fluida gas, air maupun udara dari satu tempat ke tempat lainnya yang dituju.

Penggunaan jenis pipa diantaranya disesuaikan berdasarkan jenis fluidanya, termasuk jenis pipa untuk sistem perpipaan air.

jenis-pipa-air-dan-fungsinya

Jenis pipa air sendiri tentunya sangat beragam mulai dari bahan plastik sampai yang berbahan logam. Yang berfungsi sebagai saluran air bersih pada bangunan perumahan hingga digunakan untuk saluran pembuangan limbah di pabrik.

Nah kali ini kita akan mengulasnya, mengenai jenis pipa air untuk proyek sistem piping industri dan jenis pipa air untuk sistem plumbing pada konstruksi bangunan.

Mari simak ulasan berikut, baca sampai habis ya, supaya dapat manfaatnya.

Jenis Pipa Untuk Sistem Perpipaan Air Industri

Seperti kita ketahui sistem pemipaan air di industri seperti migas, Petrokimia dll membutuhkan pasokan air yang cukup besar. Maka pipa air yang digunakan rata-rata juga berukuran besar. Di bawah ini beberapa jenis pipa yang paling umum digunakan;

1. Pipa HDPE

Pipa air HDPE (High Density Polyethylene) adalah jenis pipa air yang terbuat dari termoplastik polyethylene dengan tingkat densitas tinggi.

Pipa air ini sangat fleksible, kuat menahan beban, tidak mudah patah dan mampu digunakan untuk saluran bertekanan tinggi. Pipa HDPE juga tidak mengandung zat berbahaya dan aman untuk kesehatan.

Ukuran dan ketebalan pipa HDPE tidak menggunakan istilah NPS dan scedule seperti pada pipa logam. Pipa HDPE menggunakan istilah DN untuk diameter, PE, PN dan SDR untuk ketebalan dan kekuatannya, contoh PE100 sdr 11, PE80 PN16 dan sebagainya.

Pipa HDPE dengan ciri-ciri warnanya yang hitam pekat, sekarang banyak digunakan sebagai mainline dalam sistem perpipaan air, baik di dalam pabrik maupun untuk transmisi pipa PDAM. Karena bahannya yang kuat, fleksible dan aman untuk kesehatan. Pipa yang digunakan biasanya berukuran DN250 ke atas.

Untuk penyambungan dan perbaikan, selain dengan cara electro fusion dan mechanical joint, untuk pipa ukuran DN150 ke atas dilakukan dengan cara pengelasan butt fusion joint. 

2. Pipa FRP 

Pipa FRP (fiberglass reinforced plastic) atau lebih dikenal dengan nama pipa fiber adalah jenis pipa plastik yang diperkuat dengan campuran komposit serat-serat kaca dengan matriks polimer resin.

Karena punya keistimewaan yang anti karat dan korosi, jenis pipa ini banyak diaplikasikan untuk sistem perpipaan saluran air laut yang mana banyak mengandung kadar garam, contohnya di area SWI (sea water intake), scrubbers water, sea water equipment dan pada sistem pengolahan air laut lainnya.

Pipa FRP banyak dipasang disekitar pompa karena ringan dan dapat meredam vibrasi dari pompa. Pipa FRP juga mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk sistem perpipaan air dengan tekanan tinggi, misalnya di area Jockey pump dan pompa-pompa.bertekanan tinggi lainnya.

Pipa FRP mempunyai ukuran bervariasi dan bisa custom sesuai permintaan. Perbaikan dan penyambungan bisa dilakukan dengan cara melapisinya dengan bahan kasa, serat kaca dan resin, serta ditambah cairan kimia tertentu.

3. Pipa DCIP

Ductile Cast Iron Pipe adalah jenis pipa yang terbuat dari besi ulet ductile melalui proses pengecoran sentrifugal. Pipa ini memiliki ketangguhan dan ketahanan yang sangat baik terhadap korosi dibandingkan dengan pipa besi carbon  pada umumnya.

Pipa ductile mempunyai permukaan yang halus, ukuran dinding yang tebal dan mempunyai sifat mekanik yang sangat baik. Pipa jenis ini sangat kuat dalam menahan tekanan yang diakibatkan oleh pergeseran struktur tanah dan sebab-sebab tekanan lainnya.

Pipa ductile, rata-rata berukuran besar dan banyak diaplikasikan untuk distribusi sistem perpipaan air dari suatu lokasi ke lokasi yang cukup jauh. Pemasangannya juga mudah dan efisien dengan sistem push on (plug and spigot). Tidak menggunakan flange dan tidak memerlukan pengelasan listrik untuk penyambungan.

4. Pipa Carbon Steel

Carbon steel pipe dikenal juga pipa CS adalah pipa yang terbuat dari paduan besi baja dan karbon. Ini merupakan salah satu jenis pipa yang paling banyak diaplikasikan pada semua kebutuhan. Meskipun pemakaian pipa air mulai banyak yang bergeser ke bahan plastik - misalnya HDPE, pipa CS masih paling banyak digunakan dalam proyek sistem perpipaan air dibandingkan dengan jenis pipa lainnya.

Untuk menghindari korosi dan karat, pipa CS biasanya dilapis bahan semacam karet atau plastik untuk wraping jika ditanam di tanah.

Pipa CS mempunyai NPS dan Scedule yang sangat beragam. Ukuran NPS mulai dari 1/2 inch sampai 80 inch untuk ukuran normal. Sedangkan scedulenya mulai dari SCH 5 sampai SCH 160 serta dengan sch STD, XS dan XXS. Ada baiknya baca juga: Panduan lengkap mengenai NPS dan SCH pipa.

Selain untuk perpipaan air, pipa carbon steel bisa diaplikasikan untuk semua jenis cairan, baik fluida gas, uap (steam) maupun udara.

Jenis-jenis Pipa Untuk Sistem Plumbing

Dalam pekerjaan konstruksi bangunan banyak diperlukan berbagai jenis pipa untuk sistem plumbing. Dengan bahan dan fungsi yang berbeda berbagai jenis pipa digunakan untuk distribusi air bersih, drainase, pembuangan limbah dan sebagainya.

Air transmisi dialirkan melalui pipa-pipa dengan struktur di atas atau di bawah tanah. Pada saat yang sama, kita harus menghitung fasilitas drainase yang tepat untuk mengalirkan air limbah melalui pipa.

Berbeda dengan sistem perpipaan air industri, kecuali untuk pipa mainline - ukuran pipa untuk sistem plumbing relatif lebih kecil.
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah penggunaan jenis pipa untuk saluran air yang tepat. Berikut jenis-jenis pipa air yang paling umum digunakan untuk sistem plumbing:
  1. Pipa air PVC (Polyvinyl Chloride)
  2. Pipa air uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride)
  3. Pipa air CPVC (Chlorinated Polyvinyl Chloride)
  4. Pipa air PVC-O (Polyvinyl Chloride-Oriented)
  5. Pipa air PEX (Cross-linked Polye Ethylene)
  6. Pipa air PP-R (Polypropylene Random)
  7. Pipa air HDPE (High Density Polyethylene)
  8. Pipa air ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene)
  9. Pipa air GSP (Galvanized Steel Pipes) atau GIP (Galvanized Iron Pipe)
  10. Pipa air Tembaga (Copper Pipe)
  11. Pipa air CIP (Cast Iron Pipe) - untuk mainline
  12. Pipa hitam (Carbon Steel) - untuk mainline

Definisi dan fungsi dari masing-masing jenis pipa air di atas selengkapnya bisa Anda baca di sini.

Itulah ulasan mengenai jenis pipa yang digunakan untuk perpipaan air pada proyek sistem piping industri. Serta jenis pipa air untuk sistem plumbing di atas semoga menambah wawasan kita bersama. Jika berkenan silahkan dishare.

Rekomendasi: Mengenal istilah plumber - tugas dan tanggung jawabnya

LihatTutupKomentar