Karakteristik Perusahaan Manufaktur dan Contohnya

Pengertian, karakteristik dan contoh perusahaan manufaktur di Indonesia.

 Manufaktur adalah kegiatan pengolahan barang mentah menjadi barang jadi atau sebuah produk yang dapat dipasarkan. Perusahaan ini beda dengan industri lainnya seperti perusahaan jasa maupun dagang. Lalu apa itu perusahaan manufaktur?

perusahaan-manufaktur-adalah

Dikutip dari money.compas.com, perusahaan manufaktur adalah sebuah perusahaan yang mengolah bahan baku mentah menjadi barang jadi dengan menggunakan berbagai peralatan, mesin produksi, dan sebagainya dalam skala produksi yang besar.

Hasil produksi dengan nilai tambah itu kemudian dijual kepada konsumen melalui jaringan distribusi dari grosir hingga ke tingkat eceran, sehingga sampai ke tangan konsumen.

Selain dari bahan mentah menjadi produk jadi, perusahaan manufaktur adalah mencakup industri yang mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi, atau barang setengah jadi menjadi barang jadi.

Contoh perusahaan manufaktur di Indonesia, antara lain:

  1. Astra International Tbk
  2. Astra Otopart Tbk
  3. Gajah Tunggal Tbk
  4. Indo Kordsa Tbk
  5. Goodyear Indonesia Tbk
  6. Argo Pantes Tbk
  7. Asia Pasific Fibers Tbk
  8. Eratex Djaya Tbk
  9. Centex Tbk
  10. Apac Citra Centertex Tbk
  11. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  12. Akasha Wira Internasional Tbk
  13. Cahaya Kalbar Tbk
  14. Davomas Abadi Tbk

Bagaimana cara mengetahui itu perusahaan manufaktur?

Perusahaan manufaktur memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang tidak dimiliki perusahaan lain pada umumnya dan bisa dikenali melalui beberapa hal berikut::

Proses Pengelolaan Produk

Aktifitas utama perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur adalah mengelola barang mentah menjadi produk. Proses tersebut tentu membutuhkan waktu yang lebih lama dengan melalui dua proses sekaligus. Proses terus menerus dan proses terputus-putus. 

Proses terus menerus ini membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan proses terputus-putus. Contoh proses terus menerus adalah pembuatan mobil yang membutuhkan waktu lama karena harus menunggu komponen lain dibuat terlebih dahulu. 

Sementara untuk proses terputus-putus sering terjadi karena ada keinginan dari customer. Jadi perusahaan tidak langsung membuat produk kecuali ada permintaan dari pihak customer. Proses ini biasanya membutuhkan investasi dan modal besar dalam menyediakan bahan mentah. 

Mesin Skala Besar

Proses manufaktur tentu saja membutuhkan mesin dan peralatan, tapi semuanya dalam skala besar sebagai penunjang dalam proses produksi. Untuk menghasilkan produk dengan skala besar tentu saja perlu proses yang efisien dan cepat.

Meskipun demikian, tenaga manusia masih dibutuhkan untuk melanjutkan proses produksi. Hal itu karena mesin yang digunakan harus dikendalikan oleh tenaga manusia yang profesional. 

Namun seiring perkembangan zaman, bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti tenaga manusia tidak dibutuhkan. Anda bisa melihat beberapa perusahaan yang mengadakan PHK untuk para pekerjanya yang diakibatkan beralihnya tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Contoh dari penggunaan mesin skala besar adalah mesin kemasan yang mampu mengemas hasil produksi dengan rapi dan aman. 

Biaya Produksi Besar

Industri manufaktur dapat menghasilkan produk yang lebih banyak dan berkualitas. Kuantitas dan kualitas tentu saja harus seimbang agar tidak membuat para customers kecewa. Keduanya tidak mudah dicapai karena membutuhkan biaya produksi yang lebih besar. 

Modal yang dimiliki nantinya digunakan untuk membeli bahan baku, membayar tenaga kerja, perawatan mesin dan lain sebagainya. Biaya yang besar tentu saja dapat menghasilkan keuntungan besar bagi pihak perusahaan. Syaratnya pihak perusahaan hanya perlu mengelola keuangan dengan baik tanpa adanya korupsi internal. 

Oleh karena itu pihak perusahaan manufaktur wajib mempekerjakan karyawan yang ahli di bidang keuangan agar tidak ada kesalahan hitung. Karyawan tersebut juga harus bertanggung jawab agar tidak terjadi penyelipan uang ilegal. 

Proses Produksi Kompleks

Ciri-ciri perusahaan manufaktur lainnya yakni memiliki proses produksi yang kompleks. Seperti yang Anda ketahui bahwa produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus sempurna tanpa cacat. Oleh karena itu perusahaan turut bekerja sama dengan banyak orang atau divisi. Setiap divisi memiliki tugas masing-masing yang harus mampu bekerja sama antar divisi. 

Contohnya tenaga operator mesin yang bertanggung jawab dalam memastikan mesin agar bekerja sesuai fungsi. Sementara untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai standar dan layak dijual ke pasaran merupakan tugas pihak Quality Control. Jadi, proses yang dilakukan cukup hati-hati dan teliti sehingga customer tidak dikecewakan. Inilah yang disebut proses produksi kompleks dengan berbagai pengawasan di bidangnya. 

Pemasaran dan Penjualan

Setelah proses produksi selesai, maka selanjutnya adalah pemasaran dan penjualan. Produk yang sudah selesai diproduksi tentu saja harus dipasarkan sesuai dengan tujuan utama industri manufaktur. Tanpa pemasaran dan penjualan, tentu saja tidak ada yang namanya perusahaan manufaktur. 

Tidak heran jika perusahaan mencari ahli marketing yang handal untuk meningkatkan penjualan. Umumnya perusahaan telah memiliki teknik pemasaran yang menjanjikan sehingga penjualan produknya meningkat pesat. Mereka juga kerap kali mengadakan promosi besar-besaran agar produknya menarik perhatian customer. 

Promosi juga dilakukan agar masyarakat mengenali produk mereka serta kelebihan produk dibandingkan produk serupa lainnya. Semakin luas jangkauan promosi dilakukan maka semakin besar pula jumlah customer yang diperoleh. Hal itu tentu akan meningkatkan jumlah penjualan perusahaan. 

Sekian penjelasan singkat mengenai karakteristik perusahaan manufaktur yang harus diketahui. Secara keseluruhan jelas bahwa ciri khas dari perusahaan manufaktur sangat berbeda dengan perusahaan jasa dan lainnya.

LihatTutupKomentar
Cancel