Jenis Strainer Pipa dan Penggunaannya

Bagi perusahaan minyak dan gas, proses menghilangkan puing-puing dan kotoran dalam saluran selama produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Itulah sebabnya strainer menjadi salah satu perangkat  yang sangat penting dalam mengatasi ini.

jenis-strainer-pipa-dan-penggunaannya

Pengertian Strainer

Strainer adalah suatu perangkat mekanis yang digunakan untuk menghilangkan padatan dari cairan atau gas yang mengalir dalam pipa dengan memanfaatkan elemen filter sebagai penyaringnya.

Alat ini merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem perpipaan. Strainer berfungsi untuk menahan serpihan seperti: kerak, karat, logam las dan kotoran lainnya masuk ke dalam proses. Selain dapat melindungi peralatan dari potensi kerusakan yang disebabkan oleh partikel-partikel asing yang terbawa oleh fluida, strainer juga berfungsi menghasilkan cairan atau gas yang lebih bersih dan baik mutunya.

Karena fungsinya yang selalu berhubungan dengan kotoran fluida sehingga strainer pada umumnya dibuat dari bahan-bahan yang tahan korosi, seperti: kuningan, tembaga, aluminium dan stainless steel.

Jenis-jenis Strainer Pipa

Secara garis besar strainer pipa dapat dikelompokkan ke dalam 4 jenis yang digunakan untuk proses penyaringan dalam industri minyak dan gas, antara lain:

1. Tipe Y

jenis-strainer-pipa-dan-penggunaannya

Strainer tipe-Y dinamai demikian karena sesuai bentuknya yang mirip huruf “Y”. Pada umumnya digunakan untuk pra-filtrasi atau pada saluran yang banyak mengandung serpihan-serpihan kasar. Tetapi karena memiliki area filtrasi yang luas, tipe ini bisa juga menggunakan screen filter yang halus. Tipe ini sangat ideal untuk saluran uap, minyak bumi, air dan fluida cair lainnya.

Pemasangan pada saluran pipa bisa dilakukan secara horizontal atau vertikal. Posisi elemen filternya tetap harus mengarah ke bawah, sehingga dapat menampung serpihan kotoran. Strainer tipe Y biasanya memiliki daya tahan yang rendah sehingga harus sering dibersihkan secara berkala.

2. Tipe T

jenis-strainer-pipa-dan-penggunaannya

Strainer tipe-T sesuai bentuknya yang menyerupai huruf “T”, dikenal juga sebagai filter Bathtub. Pada umumnya digunakan pada saluran pipa 2 inch ke atas, karena secara ekonomis biayanya lebih murah.

Pemasangan tipe T biasanya dilakukan secara horisontal, tapi bisa juga dipasang pada jalur pipa vertikal untuk menyaring aliran fluida dari arah atas ke bawah. Atau flow-nya mengarah ke bawah.

Mempunyai fungsi yang sama dengan tipe Y, strainer jenis tee biasanya dilengkapi dengan berbagai standar filtrasi bertingkat mulai dari screen yang halus hingga kasar atau sebaliknya sesuai dengan penggunaannya.

Strainer ini mempunyai penutup di atas sehingga dalam kondisi tertentu bisa difungsikan untuk menggantikan tipe Y ketika lokasinya tidak cukup ruang untuk membuka penutupnya dari bawah.

3. Tipe Bucket

fungsi-bucket-strainer

Jenis strainer ini mempunyai bentuk filter yang mirip keranjang. Mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk menahan serpihan besar, sehingga umumnya digunakan pada aliran bertekanan tinggi. Bisa digunakan untuk penyaringan pada sistem minyak, bahan bakar, dan air. Baca juga fungsi dan cara kerja basket strainer.

Pemasangannya dilakukan secara horisontal, strainer ini kadang mempunyai bobot yang sangat berat sehingga untuk instalasinya kadang diperlukan support penyangga.

Terdapat tiga jenis strainer model bucket (keranjang), yaitu:

  1. Tipe Simplex : mempunyai bentuk sederhana dengan satu filter. Jadi pada saat melakukan perawatan / pembersihan sistem saluran harus dimatikan terlebih dulu.
  2. Tipe Duplex : terdiri dari dua filter paralel menggunakan valve bypass. Pada saat pemeliharaan / pembersihan bisa dilakukan secara bergantian tanpa menghentikan sistem saluran.
  3. Tipe Automatic : memiliki wadah pembersih yang dikontrol secara otomatis menggunakan timer atau pengaturan penurunan tekanan yang dapat melakukan pembersihan secara otomatis tanpa mengganggu sistem.

Strainer tipe duplex dan automatic pada umumnya diaplikasikan pada sistem yang tidak boleh ada penghentian saluran atau pada saluran yang membutuhkan operasional secara terus-menerus. Baca juga: Perbedaan simplex dan strainer duplex serta cara kerjanya

4. Tipe Temporary

fungsi-strainer-dan-penggunaannya

Disebut juga dengan nama Conical Strainer karena bentuknya seperti cone (kerucut) . Strainer ini tidak menggunakan casing, hanya berupa saringan (filter) yang pemasangannya dimasukkan ke dalam spool kemudian flangenya filter dijepit diantara dua sambungan flange pipa. Jenis ini digunakan untuk sementara atau dalam kondisi tertentu. Terutama dipasang pada jalur pipa HP Flash Gas untuk melindungi mesin dari kemasukan benda-benda asing pada saat start up.

Lokasi Penggunaan Strainer

Sebelumnya harus diperhatikan dulu cara pemasangannya. Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa pemasangan strainer tidak boleh terbalik. Arah aliran harus mengikuti simbol yang terdapat pada casingnya. Ada baiknya Anda lihat di Fungsi strainer, steam trap, vent dan drain pada sistem piping. 

Pemasangan strainer pada umumnya digunakan pada peralatan-peralatan sensitif dan mempunyai vibrasi tinggi, berikut:

1. Static Equipment:

  • Heat exchanger
  • Meters
  • Steam trap
  • Spray nozzles

2. Dynamic Equipment:

  • Pumps
  • Compressors
  • Turbines

Strainer memang dirancang sebagai perangkap partikel-partikel dan padatan lainnya dalam cairan ataupun gas yang melewati sistem. Saringan yang berfungsi dengan baik dapat mencegah potensi kerusakan pada bagian lain dari sistem, seperti mesin, pompa, nozel, heat exchanger dan peralatan lainnya. Dengan demikian akan memperpanjang masa pakai peralatan yang sekaligus mengurangi biaya perawatan.

Itulah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis strainer beserta penggunaannya. Semoga bisa menambah wawasan ilmu piping yang Anda dalami. Silahkan share ke media sosial Anda melalui ikon ini. 

Bagikan ke
LihatTutupKomentar