Apa Itu Strainer Serta Fungsi dan Jenis-jenisnya

Penyaringan serpihan dan kotoran dalam saluran pipa adalah hal yang wajib dilakukan dalam sistem piping. Strainer punya peran penting dalam mengatasi ini.

Apa Itu Strainer?

Strainer adalah suatu alat yang digunakan sebagai penyaring untuk memisahkan partikel padat yang mengalir melalui pipa. Partikel padat yang terbawa aliran biasanya berupa pasir, kerak, serpihan logam atau benda padat lainnya akan terperangkap ke dalam filter strainer.

Secara berkala, kotoran yang semakin menumpuk menutupi pori-pori filter kemudian dibersihkan supaya sistem tetap bisa berjalan dengan lancar. Pembersihan dilakukan dengan cara mematikan sistem atau bisa dilakukan tanpa shutdown, tergantung jenis strainernya.

Dalam hal cara pemasangan, posisi strainer tidak boleh terbalik, dan harus benar-benar sesuai dengan arah alirannya. Pemasangan yang salah bisa menyebabkan penyumbatan pada filter yang dapat menimbulkan masalah serius.

Kenapa Menggunakan Strainer?

Komponen pipa seperti valve, engine, pompa termasuk nozzle adalah peralatan mahal yang harus dilindungi. Tanpa adanya strainer partikel padat terutama yang berukuran besar bisa masuk ke dalam pompa atau valve. Pompa bisa mati mendadak atau mengalami kerusakan.

Masalah serius kemudian bukan hanya dialami pada pompa tapi bisa merembet pada semua equipment yang saling terhubung. Kerugian besar sudah jelas di depan mata. Itulah pentingnya fungsi strainer pada sistem piping yakni mencegah kerusakan equipment dengan menangkap partikel-partikel padat yang terbawa aliran dalam pipa.

Jenis-jenis Strainer

Strainer pada umumnya terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah korosi, seperti: kuningan, tembaga, aluminium, stainless steel dan logam tahan karat lainnya.

Strainer mempunyai bentuk dan ukuran bermacam-macam, sedangkan namanya menggunakan istilah sesuai dengan strukturnya. Jenis strainer yang paling umum adalah tipe Y dan tipe Bucket. Di bawah ini adalah jenis-jenis strainer berdasarkan tipenya.

1. Strainer Tipe Y

jenis-strainer-pipa-dan-penggunaannya

Strainer tipe-Y dinamai demikian karena sesuai bentuknya yang mirip huruf “Y”. Pada umumnya digunakan untuk pra-filtrasi atau pada saluran yang banyak mengandung serpihan-serpihan kasar. Tetapi karena memiliki area filtrasi yang luas, tipe ini bisa juga menggunakan screen filter yang halus. Tipe ini sangat ideal untuk saluran uap, minyak bumi, air dan fluida cair lainnya.

Pemasangan pada saluran pipa bisa dilakukan secara horizontal atau vertikal. Posisi elemen filternya tetap harus mengarah ke bawah, sehingga dapat menampung serpihan kotoran. Strainer tipe Y biasanya memiliki daya tahan yang rendah sehingga harus sering dibersihkan secara berkala. Ada baiknya baca juga Cara kerja Y strainer valve dan kegunaannya.

2. Strainer Tipe T

jenis-strainer-pipa-dan-penggunaannya

Strainer tipe-T sesuai bentuknya yang menyerupai huruf “T”, dikenal juga sebagai strainer bucket. Secara ekonomis strainer ini banyak digunakan pada saluran pipa 2 inch ke atas, karena harganya lebih murah dibandingkan menggunakan tipe lain dengan ukuran yang sama.

Pemasangan strainer tipe T pada umumnya secara horisontal dengan penutup posisi di atas. Bisa juga dipasang pada jalur pipa vertikal untuk menyaring aliran fluida dari arah atas ke bawah, atau flow-nya mengarah ke bawah.

Mempunyai fungsi yang sama dengan tipe Y, strainer jenis tee biasanya dilengkapi dengan berbagai standar filtrasi bertingkat mulai dari screen yang halus hingga kasar atau sebaliknya sesuai dengan penggunaannya. Strainer T dalam kondisi tertentu bisa digunakan sebagai pengganti strainer tipe Y.

3. Strainer Tipe Bucket

fungsi-bucket-strainer

Jenis strainer ini mempunyai bentuk filter yang mirip keranjang. Mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk menahan serpihan kasar maupun halus, dan cocok juga digunakan pada aliran bertekanan tinggi. Banyak diaplikasikan untuk penyaringan pada sistem minyak, bahan bakar, dan air. Ada baiknya baca juga fungsi dan cara kerja bucket strainer.secara lengkapnya.

Pemasangan strainer tipe bucket hanya bisa dilakukan secara horisontal. Strainer ini kadang mempunyai bobot yang sangat berat sehingga untuk instalasinya diperlukan support atau penyangga.

Pada umumnya terdapat tiga jenis strainer model bucket yang kita ketahui, yaitu:

  1. Jenis Simplex : mempunyai bentuk sederhana dengan satu filter. Pembersihan dan perawatan hanya bisa dilakukan dengan mematikan sistem saluran terlebih dulu.
  2. Jenis Duplex : terdiri dari dua filter paralel menggunakan valve bypass. Pembersihan dan perawatan jenis Duplex bisa dilakukan secara bergantian tanpa menghentikan sistem saluran.
  3. Jenis Automatic : memiliki wadah pembersih yang dikontrol secara otomatis menggunakan timer atau pengaturan penurunan tekanan. Pembersihan dan perawatan jenis ini dapat dilakukan secara otomatis tanpa mengganggu sistem.

Strainer tipe duplex dan automatic pada umumnya diaplikasikan pada sistem aliran yang beroperasi terus menerus dan tidak boleh dimatikan. Ada baiknya baca juga: Simplex dan strainer duplex serta cara kerjanya

4. Strainer Tipe Temporary

fungsi-strainer-dan-penggunaannya

Disebut juga dengan nama Conical Strainer karena bentuknya seperti cone (kerucut) . Strainer ini tidak menggunakan casing, hanya berupa saringan (filter) yang pemasangannya dimasukkan ke dalam spool pipa kemudian flangenya dijepit diantara dua sambungan flange pipa.

Temporary strainer sesuai namanya pada umumnya digunakan untuk sementara atau dalam kondisi tertentu, misalnya pada jalur pipa HP Flash Gas untuk melindungi mesin dari kemasukan benda-benda asing pada saat start up. Pembersihan dan perbaikan strainer temporary hanya bisa dilakukan pada saat shutdown.

Lokasi Penggunaan Strainer

Penggunaan strainer pada umumnya dipasang pada lokasi dimana terdapat peralatan sensitif dan mempunyai vibrasi tinggi, berikut:

  1. Static Equipment, contohnya: Heat exchanger, Meters, Steam trap, Spray nozzles.
  2. Dynamic Equipment, contohnya: Pumps, Compressors, Turbines

Kesimpulan

Strainer memang dirancang sebagai perangkap partikel-partikel dan padatan lainnya dalam cairan ataupun gas yang melewati sistem. Saringan yang berfungsi dengan baik dapat mencegah potensi kerusakan pada bagian lain dari sistem, seperti mesin, pompa, nozel, heat exchanger dan peralatan lainnya. Dengan demikian akan memperpanjang masa pakai peralatan yang sekaligus mengurangi biaya perawatan.

Rekomendasi: Y strainer valve, cara kerja dan kegunaannya

Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu strainer, jenis-jenis beserta fungsinya dalam sistem piping.. Semoga bisa menambah wawasan ilmu piping, jika bermanfaat silahkan share ke media sosial Anda.

LihatTutupKomentar
Cancel