Berbagai Macam Klem Pipa dan Fungsinya dalam Sistem Perpipaan

Temukan berbagai macam klem pipa dalam berbagai bentuk, jenis, dan bahan untuk menjepit pipa. Berlaku untuk pipa PVC, HDPE, fiberglass, dan lainnya.

Bekerja di dunia konstruksi utamanya di proyek piping tentu tidak asing dengan istilah pipe clamps. Alat perpipaan ini termasuk dalam salah satu jenis pipe support yang pemasangannya sering dikombinasikan dengan support (penopang) lainnya.

Pipe clamps, atau klem pipa bisa diartikan suatu benda yang berbentuk melingkar atau setengah lingkaran dengan satu atau beberapa baut sebagai pengencang untuk menjepit pipa.

macam-klem-pipa-dan-fungsinya

Gambar: walraven.com

Klem pipa memiliki berbagai bentuk, jenis, dan bahan. Serta dengan kegunaan yang berbeda meski pada dasarnya fungsi utamanya adalah untuk menjepit pipa agar selalu tetap pada kedudukannya.

Selain diaplikasikan pada pipa besi, misalnya klem pipa 2 inch, klem pipa scafolding, dan berbagai ukuran pipa CS, klem juga banyak dipakai sebagai penjepit pipa PVC, HDPE, pipa fiberglass, dan berbagai jenis material lainnya. Atau sebagai klem pipa gantung, klem pipa listrik dan lain-lain.

Baca juga: Mengenal lebih jauh terkait pipe support dan berbagai fungsinya

Macam-macam Klem Pipa

Pada dasarnya, klem pipa memiliki jenis yang sangat beragam. Hal ini tentu dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan berbagai ukuran dan variasi pemasangan pipa. Nah, dari beragam bentuk tersebut di bawah ini 12 macam klem pipa beserta kegunaannya.

jenis-klem-pipa-dan-fungsinya

Gambar: whatispiping.com

1. Adjustable

Adjustable pipe clamp adalah jenis klem pipa yang bisa diatur sesuai dengan diameter pipanya. Klem ini pada umumnya terbuat dari besi (baja), plastik, dan aluminium.

Penggunaannya cukup mudah, dengan cara dikencangkan atau dilonggarkan sesuai outside diameter pipa yang digunakan. Sekaligus hemat biaya karena jenis klem pipa ini dapat digunakan secara umum untuk berbagai ukuran pipa.

2. Cushioned

Cushioned adalah jenis klem pipa yang dilengkapi dengan bahan bantalan sebagai pelapis supaya tidak terjadi kontak langsung antar logam sehingga dapat mencegah adanya korosi galvanik.

Penggunaan dan pemilihan bahan klem ini harus memperhatikan suhu di mana pipa digunakan. Karena suhu yang tinggi pada pipa bisa mempengaruhi kekuatan dari bantalan tersebut.

3. U-bolt

U-bolt, dinamakan demikian karena bentuknya mirip huruf ‘U’, merupakan salah satu jenis klem pipa yang paling banyak digunakan terutama untuk pipa ukuran kecil (small bore piping), contohnya untuk ukuran pipa 2 inch ke bawah.. U-bolt difungsikan sebagai rest+guide+hold down atau rest+guide+hold down+line stop untuk sistem perpipaan small bore.

U-bolt untuk klem pipa 6 inch masih ada dijumpai di lapangan, meski hanya untuk tekanan rendah. Tapi pipa dengan diameter lebih dari 8 inchi, klem pipa U-bolt ini sangat jarang digunakan. Semakin besar ukuran pipa akan memiliki beban tekanan yang semakin tinggi sehingga tidak ideal jika memakai support U-bolt.

Simak: Panduan lengkap ukuran dan schedule pipa beserta tabel

4. Two-bolt pipe clamp

Support jenis klem ini biasanya digunakan sebagai klem pipa gantung. Dua baut pengencang, selain sebagai penjepit pipa salah satunya dihubungkan dengan hanger support untuk menahan pipa. Daya tahan klem pipa ini rendah sehingga tidak cocok untuk beban berat.

5. Three-bolt pipe clamp

Memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan two-bolt pipe clamps namun diutamakan untuk line pipa berinsulasi yang mengangkut fluida bersuhu tinggi. Dengan tiga baut pengencang, dua diantaranya tertutup insulasi dan satunya dihubungkan dengan hanger support untuk menggantung pipa. Kemampuan menahan beban klem pipa tiga baut relatif lebih tinggi dibandingkan dengan klem pipa dua baut.

6. Yoke type

Klem pipa jenis Yoke diaplikasikan untuk menggantung pipa horisontal yang berinsulasi dan bertemperatur tinggi. Jenis klem pipa ini sangat cocok digunakan untuk menopang pipa dengan insulasi 4 sampai 6 inch.

7. Riser pipe clamp

Bentuknya mirip dengan two-bolt pipe clamp tapi penggunaannya bukan sebagai klem pipa gantung. Beban pipa disalurkan dengan menempatkan kedua flange di lantai atau bagian struktural. Klem jenis ini tidak direkomendasikan untuk saluran dengan suhu yang tinggi.

8. Extended pipe clamps

Dalam beberapa aplikasi, bagian bawah klem pipa bisa diperpanjang dan dikonfigurasi untuk digunakan sebagai penopang pipa. Jenis klem perpipaan ini dikenal dengan istilah Extended Pipe Clamps.

9. Multiple pipe clamps

Klem pipa ini digunakan untuk menggabungkan beberapa pipa dalam ukuran sama dan dalam bentuk sejajar. Multiple pipe clamp banyak dibuat dari bahan stainless dan pada umumnya untuk pipa kecil dan tubbing.

10. Strut pipe clamps

Jenis_klem_pipa_untuk_konduit

Dikenal juga dengan istilah pipe straps, digunakan untuk menopang pemasangan pipa horizontal atau vertikal. Biasanya untuk pipa conduit, tembaga dan pipa berukuran kecil lainnya.

11. Rigid pipe clamps

klem_pipa_jenis_rigid

Rigid clamp pada umumnya terbuat dari logam atau stainless, dengan klem tunggal atau ganda. Penggunaannya cukup dilingkarkan pada pipa kemudian dikencangkan dengan cara disekrup (baut).

12. Heavy duty pipe clamp

heavy_duty_pipe_clamps

(Heavy Duty Pipe Clamps)

Klem pipa heavy duty, sesuai namanya, digunakan sebagai penopang beban berat pipa yang tinggi. Sebagian besar klem pipa ini dirancang dalam varian standar dan sangat tebal untuk memenuhi berbagai beban yang berbeda.

Kemudian ada satu lagi jenis klem yang khusus digunakan untuk mengikat pipa dalam pemasangan perancah, namanya Scafolding Clamps. 

scafolding_clamp

(Klem scafolding jenis Forged Swivel Coupler)

Klem ini memiliki berbagai jenis dengan fungsinya masing-masing, antara lain:

  1. Double Coupler ( clamp mati ) - untuk menyambungkan dua  pipa dengan sudut 90 derajat.
  2. Swivle Coupler ( clamp hidup ) - klem yang bisa diputar dalam berbagai sudut, digunakan untuk klem pipa miring (bracing) sebagai penguat perancah.
  3. Sleeve Coupler ( Sambungan Luar ) - untuk sambungan dua pipa pada posisi lurus.
  4. Fix Girder Coupler – klem yang digunakan untuk sambungan pipa dengan struktur h-beam.

Rekomendasi artikel: Mengenal tipe Plumber dan tugasnya

Bahan Klem Pipa

Pada awalnya, semua klem pipa rata-rata terbuat dari logam, menggunakan bahan seperti timah, baja dan tembaga, namun sekarang  pipa yang terbuat dari bahan plastik banyak beredar dan digunakan dalam berbagai konstruksi. Pipa dengan bobot ringan sekarang banyak juga yang beralih menggunakan klem berbahan plastik.

Jadi berdasarkan bahannya klem pipa bisa dibagi dalam tiga macam, yakni:

  1. Klem pipa besi - Pada umumnya digunakan untuk support pipa logam, tapi dalam pertimbangan tertentu bisa diaplikasikan juga untuk jenis pipa stainless, tembaga, kuningan, dan pipa jenis plastik.
  2. Klem pipa PVC - Terutama digunakan dalam instalasi pipa berbahan plastik (PVC), seperti: pipa air, kelistrikan, dan mekanikal.
  3. Klem pipa stainless steel - Bisa digunakan untuk semua jenis pipa, terutama lokasi yang berada di luar ruangan, area lembab, dan suhu ekstrim.

Fungsi Klem Pipa

Klem pipa yang banyak digunakan dalam perpipaan industri dan pipa plumbing, memiliki fungsi antara lain:
  • Sebagai pengencang agar posisi pipa tetap, atau tidak bergeser kedudukannya di struktur.
  • Untuk meredam getaran, guncangan, dan mengurangi kebisingan.
  • Menjaga pipa tetap lurus tidak bengkok karena beban
  • Dapat digunakan dalam berbagai aplikasi fastening (pengencangan) lainnya.
Rekomendasi artikel: Mengenal berbagai jenis support pipa beserta fungsinya

Pemilihan Klem Pipa

Beberapa parameter berikut perlu dipertimbangkan untuk menentukan jenis klem pipa yang akan digunakan, antara lain:
  • Bahan pipa: Bahan penjepit harus kompatibel dengan material pipa. Misalnya, pipa stainless steel, klem harus dari stainless juga supaya tidak menimbulkan korosi diakibatkan karena perbedaan jenis materialnya.
  • Temperatur: Perubahan suhu dapat mengakibatkan pipa mengembang atau menyusut. Jadi, pilih klem yang mampu menahan fluktuasi suhu tersebut..
  • Load bearing capability: Klem yang dipilih harus sesuai dengan beban pipa yang diaplikasikan. Biasanya, pabrikan menyediakan katalog spesifikasi mengenai kapasitas load maksimum dari klem tersebut, versi standar maupun heavy loads.
  • Diameter Pipa: Pilih klem sesuai dengan outside diameter pipa, bila perlu lihat katalog produk.
  • Lingkungan kerja: Tempat di mana klem dipasang juga berpengaruh, di dalam ruangan, terpapar matahari langsung, area yang banyak mengandung asam, dan sebagainya. Jadi, gunakan klem dengan lapisan dan bahan yang sesuai.
  • Persyaratan Khusus: Ada kondisi tertentu di mana klem harus berlapis rubber, sekat teflon, atau yang bisa menyerap suara. Jadi pilih klem pipa sesuai syarat yang dibutuhkan.

Menentukan Ukuran Klem Pipa

Ukuran klem pipa ditentukan berdasarkan hal berikut:

  • Outside diameter pipa: Memilih klem untuk pipa logam lebih mudah karena pipa logam memiliki standar Nominal Pipe Size, tinggal disesuaikan dengan ukuran pipanya. Tapi untuk pipa plastik, seperti pipa PVC, HDPE, fiber, GRC dll, diameter luar kadang berbeda. Jadi perlu diukur secara aktual dimensi dari pipa yang akan digunakan.
  • Pertimbangan khusus: Kadang-kadang, mungkin diperlukan untuk menggunakan klem di atas insulasi pipa. Dalam kasus tersebut OD insulasi harus diperhitungkan juga.

Nah itulah penjelasan mengenai macam-macam klem pipa, jenis bahan serta berbagai fungsinya. Pengetahuan seputar penggunaan pipe clamps ini sangat penting artinya buat teman-teman yang bekerja di proyek konstruksi utamanya di bidang piping. Semoga bermanfaat. Simak juga artikel menarik lainnya seputar dunia konstruksi di blog ini.

Sumber: whatispiping.com
LihatTutupKomentar
Cancel