Tahapan Proses Fabrikasi Baja

Baja merupakan salah satu material yang mungkin bagi anda sudah tidak asing lagi. Penggunaan material baja dalam kehidupan sehari-hari memang dinilai sudah sangat penting. Entah sebagai tambahan pada material bangunan atau untuk hal lain.

Namun, pernahkah anda berfikir bagaimana proses pembuatan sebuah material yang menggunakan bahan dasar baja? Pasalnya selama ini masyarakat hanya sebagai pengguna dan banyak yang tidak tahu bagaimana proses awalnya terbentuk.

Artikel akan membahas tahapan utama dalam fabrikasi baja. Buat yang masih asing dengan proses ini, ikuti penjelasannya supaya dapat memetik manfaatnya.

Gambar di bawah ini adalah salah satu contoh produk yang sudah pernah kami fabrikasi bersama teman-teman Project Team di workshop.

tahap-tahap-fabrikasi-baja

Proses mobilisasi fabrikasi Vessel stainless steel.

Apa Itu Fabrikasi Baja?

Fabrikasi baja merupakan proses secara berurutan untuk membuat bagian-bagian atau bentuk struktur lengkap dari material baja mentah melalui pemotongan, perakitan, pengelasan dan pengecatan hingga menjadi suatu produk yang siap digunakan untuk konstruksi dan komponen industri.

Berbagai barang dan struktur, mulai pabrik sampai produk rumahan bisa dihasilkan dari proses fabrikasi, misalnya:

  • Struktur baja – untuk bangunan gudang atau pabrik
  • Ducting – media yang digunakan untuk menyalurkan material halus, berbentuk gas atau udara.
  • Tanki – tempat penampungan material cair
  • Piperack
  • Platforn lepas pantai
  • Rangka mesin-mesin, dan lain-lain.

Rekomendasi untuk Anda: Ketahui 17 jenis material utama untuk konstruksi baja

Langkah-langkah Proses Fabrikasi Baja

Dibawah ini adalah penjelasan tahapan penting yang dilakukan ketika membuat produk baja melalui proses fabrikasi.

1. Tahap Penandaan (Marking)

Pada tahapan ini, bahan dasar berupa plat atau profil baja diberi tanda dan digambar sesuai bentuk yang akan dibuat. Dalam proses marking ini yang harus anda perhatikan adalah pemberian identifikasi (utamanya untuk lubang baut), penomoran dan pembuatan garis batas pemotongan. Untuk proses identidikasi sendiri juga perlu anda berikan keterangan perihal jumlah lubang dan besar kecilnya diameter untuk baut.

2. Tahap Pemotongan (Cutting)

Jika tahapan marking sudah selesai, maka tahap selanjutnya adalah pemotongan. Dimana hasil dari marking yang anda buat kemudian akan dipotong sesuai dengan tanda yang sudah ada pada baja tersebut. Untuk proses pemotongannya sendiri bisa anda lakukan dengan beberapa cara yaitu:

  1. Mesin Shearing (Pemotong Guilotin): Mesin shearing digunakan untuk memotong lembaran logam dengan presisi tinggi. Alat ini bekerja dengan cara menekan blade atas dan bawah secara paralel untuk memotong material di antara kedua blade tersebut. Cocok untuk memotong lembaran baja yang relatif tipis hingga sedang dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi, misalnya untuk plat gasset, stiffener, dan komponen kecil lainnya.
  2. CNC (Computer Numerical Control) Cutting: CNC cutting menggunakan perangkat lunak dan kontrol numerik untuk menggerakkan pisau atau alat pemotong lainnya secara presisi sesuai dengan desain yang telah dimasukkan ke dalam program komputer. Ideal untuk memotong bentuk-bentuk kompleks dan tidak konvensional dari lembaran logam atau plat baja.
  3. Oxy-Fuel Gas Cutting (Pemotongan Gas Oksigen-Bahan Bakar): Proses pemotongan ini menggunakan campuran gas oksigen dan bahan bakar (biasanya asetilen atau propana/LPG) yang dibakar di ujung nozle pemotong dan menghasilkan suhu tinggi untuk memotong logam. Oxy-fuel gas, atau umumnya disebut ‘blander’ ini merupakan alat potong baja yang paling populer di dunia fabrikasi. Bisa digunakan untuk memotong berbagai bentuk dan ukuran plat baja dengan kecepatan yang relatif tinggi.

3. Tahap Pembuatan Lubang (Drilling)

Drilling adalah proses pembuatan lubang pada material baja yang nantinya digunakan untuk pemasangan baut, mur, atau penyambungan elemen-elemen baja dalam konstruksi.

  • Alat Pengeboran: Untuk pekerjaan yang bersifat ringan, mesin bor tangan (hand drill) dapat digunakan. Sementara itu, untuk aplikasi yang memerlukan akurasi dan kecepatan tinggi pada umumnya menggunakan magnetic drill, hydraulic punching machine, atau CNC drilling machine.
  • Mata Bor (Drill Bit): Pemilihan mata bor disesuaikan dengan jenis dan ketebalan baja. Mata bor yang kuat biasanya terbuat dari material keras seperti karbida (carbide) atau baja kecepatan tinggi (HSS - High-Speed Steel).

4. Tahap Penyetelan (Setting)

tahap-tahap-fabrikasi-baja

Proses setting - gallery conveyor di workshop oleh Project Team

Tahap penyetelan (Setting) merupakan langkah yang sangat penting dalam proses pembuatan struktur baja. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk memastikan bahwa semua komponen material baja berada pada posisi yang benar sebelum dilakukan pengelasan permanen. Proses ini dilakukan dalam dua langkah utama:

  1. Pemasangan dan Pengukuran: Bagian-bagian material hasil pemotongan tadi dipasang pada tempatnya, disetel dan diukur dimensinya sesuai spesifikasi dari gambar desain kemudian dilakukan tack weld (las titik). Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa komponen-komponen tersebut sesuai dan tersusun dengan benar sampai membentuk struktur yang lengkap sebelum pengelasan permanen.
  2. Pemasangan temporary support (penyangga sementara): Temporary support diterapkan pada beberapa bagian tertentu pada proses ini untuk menahan material di tempatnya. Ini membantu mengunci posisi material agar tidak bergeser, tertarik, atau mengalami deformasi selama proses pengelasan berlangsung.

Fitter Struktur berperan besar dalam proses ini. Mereka harus memastikan bahwa setiap bagian material terpasang dengan benar sebelum proses pengelasan dilakukan. Ini penting untuk mencegah kesalahan dan memastikan bahwa tahap-tahap berikutnya berjalan lancar tanpa masalah besar. Tanpa keakuratan pada tahap ini, kualitas produk baja bisa terancam.

Baca juga: 5 point penting cara menjadi fitter yang baik.

5. Tahap Pengelasan (Welding)

Pada tahap pengelasan, material baja yang sudah disetel sebelumnya disambungkan secara permanen. Proses ini menggunakan berbagai metode pengelasan seperti:

  • GMAW (Gas Metal Arc Welding): Las MIG/MAG ini menggunakan kawat las gulungan dan gas pelindung eksternal CO2 (atau kombinasinya) untuk melindungi area pengelasan dari kontaminasi udara.
  • FCAW (Flux-Cored Arc Welding): Menggunakan kawat dengan inti fluks yang menghasilkan gas pelindung saat mencair, cocok untuk pengelasan pada baja tebal atau di lingkungan terbuka.
  • SMAW (Shielded Metal Arc Welding): Juga dikenal sebagai las stik, menggunakan elektroda yang menghasilkan gas pelindung dan terak untuk melindungi logam cair dari kontaminasi.

6. Tahap Penyelesaian (Finishing)

Finishing adalah istilah dalam fabrikasi struktur baja yaitu proses yang dilakukan untuk mempersiapkan permukaan baja sebelum dilakukan pengecatan, atau pelapisan. Tujuannya adalah supaya permukaan baja bersih, bebas dari kontaminan, dan memiliki profil yang sesuai untuk aplikasi pelapis atau proses selanjutnya, seperti pengecatan atau galvanisasi.

Proses finishing dibagi dalam dua metode: surface cleaning dan sandblasting. Berikut penjelasan singkat masing-masing tahap:

a. Pembersihan Permukaan (Surface Cleaning)

Tahap ini bertujuan untuk memberikan permukaan baja yang halus dan siap menerima lapisan pelindung atau cat. Proses ini menggunakan beberapa cara, yaitu:

  • Grinding dan Polishing: Menggunakan alat mekanis untuk menghilangkan cacat bekas las, permukaan tidak rata, bercak-bercak, dan bentuk cacat permukaan lainnya.
  • Deburring: Proses untuk menghilangkan sisa-sisa tajam atau kasar pada tepi dan sudut setelah pemotongan atau pengelasan.
  • Pembersihan Kimia: Penggunaan bahan kimia untuk menghilangkan minyak, lemak, atau kotoran lainnya dari permukaan baja. Ini juga membantu dalam menghilangkan oksida atau karat ringan.

b. Penyemprotan Pasir (Sandblasting)

Sandblasting, juga dikenal sebagai abrasive blasting, adalah proses pembersihan permukaan yang lebih intensif. Ini menggunakan aliran kuat material abrasif (biasanya pasir atau grit baja) yang ditembakkan ke permukaan baja untuk menghilangkan karat, cat lama, atau kotoran lainnya. Proses ini bertujuan agar permukaan baja bersih dan berpori sehingga cat atau pelapis anti karat bisa menempel dengan kuat.

7. Tahap Pengecatan / Pelapisan (Painting / Coating)

tahap-tahap-fabrikasi-baja

Proses pengececkan oleh Project Team sebelum di packing

Tahapan Pengecatan atau Pelapisan merupakan langkah penting untuk melindungi baja dari korosi, memperpanjang umur struktural, dan memberikan penampilan estetika yang diinginkan. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti standar yang ditentukan untuk memastikan kualitas dan daya tahan yang optimal. Berikut adalah rincian penting dari tahapan pengecatan atau pelapisan:

Prosedur Pengecatan / Pelapisan:

  • Persiapan Permukaan (Surface Preparation): Sebelum pengecatan atau pelapisan, permukaan baja harus dipersiapkan dengan baik untuk memastikan adhesi yang optimal. Ini melibatkan pembersihan permukaan dari kotoran, minyak, dan karat melalui metode seperti sandblasting atau pembersihan kimia.
  • Jenis Cat atau Pelapis: Pemilihan cat atau pelapis harus sesuai dengan persyaratan aplikasi dan lingkungan tempat struktur baja akan digunakan. Misalnya, cat epoksi atau poliuretan digunakan untuk ketahanan tinggi terhadap korosi dan bahan kimia. Disamping itu, cat atau pelapis yang digunakan harus memenuhi standar kualitas yang diminta oleh pengguna atau sesuai dengan spesifikasi proyek.
  • Standar: Standar seperti ISO 8501 atau SSPC-SP digunakan untuk menilai kebersihan dan kesiapan permukaan baja.

Penerapan Cat / Pelapis:

  • Cat atau pelapis dapat diterapkan melalui berbagai metode, termasuk pengecatan semprot (spray painting), pengecatan kuas (brush painting), atau pelapisan dengan roller.
  • Pengecatan dilakukan dalam beberapa lapisan, mulai dari primer (untuk adhesi awal), intermediate (untuk pelapis kedua), hingga top coat (untuk perlindungan akhir).
  • Kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan kebersihan harus dikontrol selama proses aplikasi untuk memastikan hasil akhir yang optimal.

Proses-proses tersebut, dalam praktik fabrikasi baja, dilakukan secara berurutan dan terstruktur untuk memastikan bahwa setiap tahapan berkontribusi secara signifikan terhadap kualitas akhir dari produk baja yang dihasilkan. Mulai dari persiapan permukaan yang cermat untuk memastikan adhesi yang optimal hingga penyelesaian akhir yang memperhatikan setiap detail estetika dan fungsional, setiap langkah memiliki peran penting dalam menyediakan struktur baja yang kuat, tahan lama, dan sesuai dengan standar industri.

*Artikel ini update dari artikel kami yang lama di sini ).

LihatTutupKomentar
Cancel