Tahapan Proses Fabrikasi Baja

Baja merupakan salah satu material yang mungkin bagi anda sudah tidak asing lagi. Penggunaan material baja dalam kehidupan sehari-hari memang dinilai sudah sangat penting. Entah sebagai tambahan pada material bangunan atau untuk hal lain.

Namun, pernahkah anda berfikir bagaimana proses pembuatan sebuah material yang menggunakan bahan dasar baja? Pasalnya selama ini masyarakat hanya sebagai pengguna dan banyak yang tidak tahu bagaimana proses awalnya terbentuk.

Gambar di bawah ini adalah salah satu contoh produk yang sudah pernah kami fabrikasi bersama teman-teman Project Team di workshop.


tahap-tahap-fabrikasi-baja
Proses mobilisasi fabrikasi Vessel stainless steel PT Miwon

Di sini akan dibahas beberapa tahapan yang mungkin perlu Anda ketahui, yang membahas secara langsung tentang proses fabrikasi baja. Mungkin bagi Anda istilah ini masih asing di telinga, namun proses ini merupakan sebuah awalan dari baja hingga menjadi berbagai macam bentuk material yang bisa anda gunakan.

Proses fabrikasi merupakan sebuah proses penggabungan dan perangkaian berbagai macam komponen baja yang akan dibuat menjadi sebuah benda jadi, alat ataupun material matang yang bisa anda gunakan. Biasanya material yang dirangkai tersebut bisa berupa baja profil atau plat baja yang nantinya akan melewati beberapa tahapan dalam pembentukannya menjadi barang jadi.

Berbagai produk, mulai pabrik sampai produk rumahan bisa dihasilkan dari proses fabrikasi, antara lain:

  • Struktur baja – untuk bangunan gudang atau pabrik
  • Ducting – media yang digunakan untuk menyalurkan material halus, berbentuk gas atau udara.
  • Tanki – tempat penampungan material cair
  • Rangka mesin-mesin, dan lain-lain.
Rekomendasi untuk Anda:

Tahap-tahap yang Dilakukan Saat Proses Fabrikasi

Dibawah ini akan dibahas beberapa tahapan penting yang dilakukan ketika membuat produk baja melalui proses fabrikasi.

1. Tahapan marking / penandaan

Pada tahapan ini, bahan dasar berupa plat atau profil baja diberi tanda dan digambar sesuai bentuk yang akan dibuat. Dalam proses marking ini yang harus anda perhatikan adalah pemberian identifikasi (utamanya untuk lubang baut), penomoran dan pembuatan garis batas pemotongan. Untuk proses identidikasi sendiri juga perlu anda berikan keterangan perihal jumlah lubang dan besar kecilnya diameter untuk baut.

2. Tahapan cutting / pemotongan

Jika tahapan marking sudah selesai, maka tahap selanjutnya adalah pemotongan. Dimana hasil dari marking yang anda buat kemudian akan dipotong sesuai dengan tanda yang sudah ada pada baja tersebut. Untuk proses pemotongannya sendiri bisa anda lakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • Dengan menggunakan mesin shearing. Memotong dengan mesin ini tentu akan lebih mempermudah anda pada proses fabrikasi baja yang anda lakukan. Dengan bantuan mesin, anda juga bisa menghemat banyak waktu karena pekerjaan anda lebih ringan.
  • Dengan pemotong oxy flame / blander. Proses pemotongan ini menggunakan bantuan reaksi oksigen dan baja, sehingga membuat sebuah unsur baru yang bisa digunakan sebagai salah satu pilihan dalam proses pemotongan.
  • Dengan pemotong CNC. Ini merupakan sebuah mesin yang memang difungsikan sebagai pemotong dalam proses fabrikasi baja. Pemotongan ini menggunakan mesin yang mana bisa anda kontrol menggunakan komputer. Cara ini adalah cara yang paling praktis yang bisa anda pilih.

3. Tahapan drilling / pengeboran

Proses ini akan Anda lalui jika pada produk yang dibuat membutuhkan beberapa baut sebagai penguat dari material baja yang akan dibentuk. Namun biasanya pengeboran ini di dalam ilmu perpipaan tidak begitu dibutuhkan. Pasalnya pipa biasanya hanya membutuhkan proses las untuk menggabungkan dua pipa yang terpisah.

4. Tahapan setting / penyetelan


tahap-tahap-fabrikasi-baja
Proses setting - gallery conveyor di workshop oleh Project Team

Sebelum material-meterial pembentuk dari target produk di gabungkan, maka tentu akan melewati proses penyetelan terlebih dahulu. Gunanya adalah untuk membuat proses perangkaian menjadi lebih baik. Misalnya dengan melakukan las pada bagian kecil dengan maksud agar bagian tersebut terkunci. Hal-hal kecil seperti ini tidak luput dari tahapan penyetelan agar menghasilkan produk baja yang unggul. Dalam proses ini dibutuhkan fitter yang mempunyai skill bagus, supaya hasil produk juga bagus, lihat 5 point penting cara menjadi fitter yang baik.

5. Tahapan welding

Proses pengelasan menggunakan las MIG / FCAW, ada beberapa juga yang menggunakan las smaw. Proses ini digunakan untuk menyambungkan dua atau lebih dari material yang sudah lolos pada tahapan sebelumnya. Proses las dan penggunaan jenis kawat las harus benar-benar teliti agar hasil sambungan juga bagus. Jika proses pengelasan yang dihasilkan buruk, maka imbasnya akan berakibat pada penurunan kualitas produk yang dihasilkan, lihat jenis-jenis kawat las untuk smaw.

6. Tahapan pengecekan dan finishing

Pada proses ini, tingkat kelayakan dan kualitas produk akan benar-benar diseleksi sebelum dipasarkan. Biasanya ada dua proses yang dilakukan pada tahapan pengecekan ini. Pertama adalah pengujian, dimana tahap ini mencangkup proses pengecekan fisik dari produk yang sudah jadi. Yang kedua adalah pemeriksaan, proses ini dilakukan dengan cara membandingkan dengan produk yang sudah distandarkan.

Sehingga jika sudah lolos dari tahapan ini, maka produk tersebut sudah bisa di finishing. Dimana proses finishing fabrikasi baja ini dilakukan dengan membersihkan material dari bekas las, merapikan dan juga menggerinda atau mengamplas bagian yang masi tajam. Sehingga saat dipasarkan sudah menjadi produk yang benar-benar berkualitas.

Setelah melewati tahapan-tahapan tersebut di atas kemudian dilanjutkan dengan proses berikutnya, yaitu:

7. Tahapan sandblasting

Proses sandblasting yaitu proses penyemprotan dengan pressure tinggi menggunakan media pasir silica untuk menghilangkan kotoran, kerak ataupun bercak-bercak yang menempel sehingga pada saat dilakukan painting, cat bisa menyatu dengan kuat pada permukaan material produk tersebut.

8. Tahapan painting dan packing

Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah prosedur pengecatan, merk dan jenis cat maupun tinner/pengencer yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan standart permintaan user. Bahan packing juga demikian, bisa menggunakan material baja atau kayu.

tahap-tahap-fabrikasi-baja
Proses pengececkan oleh Project Team sebelum di packing

Seperti itulah tahapan fabrikasi baja yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Dimana antara satu tahapan dengan tahapan yang lain saling mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam menghasilkan produk baja yang ditargetkan. Dan semua tahapan yang dilakukan harus berkesinambungan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi.

*Artikel ini adalah update dari artikel kami yang lama di sini )


Bagikan ke
LihatTutupKomentar