Pengertian WPQ serta Catatan Penting Tentang WPS dan PQR

Welder Performance Qualifications adalah uji langsung kemampuan juru las dalam berbagai jenis pengelasan, posisi, material maupun jenis sambungan.

Pengertian Welding Procedure Specifications serta Procedure Qualification Record sudah dibahas dalam artikel kami sebelumnya. Kali ini kita akan bahas mengenai welder performance qualifications yang merupakan salah satu syarat untuk mengetahui keahlian sebenarnya seorang welder. 

Apa itu WPQ?

Welder Performance Qualifications adalah tes kualifikasi kemampuan welder dalam melakukan pengelasan. *Istilah lainnya adalah WQT (welder qualification test).

Performance qualification atau qualification test, kalau diartikan adalah mengukur seberapa tinggi keahlian welder/juru las dalam melakukan pekerjaan(membuat sambungan las). Dengan menggunakan kombinasi teknik pengelasan SMAW dan GTAW, dalam posisi horisontal, vertikal ataupun overhead. Pada konfigurasi sambungan butt weld atau fillet weld serta pada jenis material apa. Semuanya dilakukan mengikuti standart yang sudah ditentukan.

pengertian-wpq-serta-wps-dan-pqr

Test qualifikasi welder-image:http://sekolahlasvanovan.com 

Jika WPS dan PQR digunakan untuk mendefinisikan dan membuktikan proses dan prosedur pengelasan. Kualifikasi welder ini digunakan untuk menguji dan mengetahui kemampuan welder/juru las yang sebenarnya. Apakah mereka mampu menghasilkan lasan yang baik dengan proses pengelasan yang sudah ditentukan.

Tes kualifikasi welder ini tidak menguji sifat mekanik - seperti pada WPS,  dalam banyak kasus hanya melihat hasil lasan secara visual saja.

Rentang atau variabel penting untuk welder qualification test tidak selalu sama dengan welding procedure specifications. Contohnya adalah bahwa jika seorang tukang las dapat mengelas dengan bagus di posisi overhead (lebih sulit), logis mereka dinyatakan memenuhi syarat jika mengelas dalam posisi horisontal karena lebih mudah.

Welder Performance Qualifications dicatat pada dokumen yang dikenal dengan nama Sertificate Test, yang menjelaskan mengenai kualifikasi seorang welder . Kemudian, welder yang lulus kualifikasi inilah yang nantinya dipakai untuk melakukan uji pengelasan pada specimen dalam  pembuatan WPS.

Pada umumnya perusahaan membiayai test kualifikasi ini sehingga dokumen Sertificate Test tetap menjadi milik perusahaan, jadi welder tidak akan selalu memilikinya.

pengertian-wpq-serta-wps-dan-pqr

Contoh dokumen WPQ

Dalam proses pembuatan WPS, welder menyelesaikan kupon uji di bawah pengawasan mengikuti pWPS(Preliminiary Welding Procedure Specification). Lasan kemudian diuji menggunakan metode yang ditentukan dalam standar yang relevan.

Selain pemeriksaan hasil lasan secara visual, jika diperlukan-juga akan dilakukan tes pada:

  1. Uji tekuk – root dan side
  2. Uji makro – tampilan penampang las
  3. Fillet weld
  4. Nick Break
  5. Pemeriksaan radiografi
  6. Pemeriksaan ultrasonik

Jenis dan jumlah pengujian yang diperlukan dirinci dalam standar yang relevan. Standar yang paling umum untuk WPQ adalah:

  1. AS/NZS 1554
  2. AS/NZS 2980
  3. SEBAGAI NZS ISO 9606
  4. AS/NZS 3992
  5. AWS D1.1
  6. ASME IX

(Beberapa standar ini seperti AS/NZS 2980 dan ISO 9606 memiliki pengetahuan opsional yang dapat digunakan untuk membantu memahami tingkat pengetahuan welder).

Catatan Penting Mengenai WPS, PQR dan WPQ/WQT

Beberapa hal penting yang harus kita ketahui mengenai dokumen-dokumen tersebut adalah:

  • PQR merupakan dokumen pendukung yang berisi rekam data pelaksanaan uji sedangkan WPS berisi standart spesifikasi yang diterapkan.
  • Dokumen-dokumen tersebut dibuatkan dan dibiayai oleh perusahaan sebagai syarat kelengkapan untuk welder yang akan dipekerjaan pada klien/proyek migas.
  • Welder Performance Qualification yang merupakan tes kualifikasi juru las/welder adalah salah satu bagian terpenting dalam pembuatan WPS. Karena welder bersertifikat yang hanya boleh mengelas spesimen uji. Tentunya ini berkaitan dengan biaya pembuatannya yang mahal.
  • Welding procedure specification dan procedure qualification record berlaku selama weldernya sama serta essensial variable-nya tidak berubah. Sehingga jika dokumen tersebut digunakan di suatu proyek utk material tertentu maka masih akan berlaku juga utk proyek lain yang menggunakan material yg sama.
  • Ketiga dokumen tersebut disimpan dan menjadi milik perusahaan, jadi welder tidak memilikinya.
  • Untuk pekerjaan pengelasan di sektor oil and gas , WPS dan PQR tidak lagi diapproval(disahkan) oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, sesuai Surat Edaran Dirjen Migas No.05.E/10.12/DMT/2018

Istilah Umum yang Berkaitan Dengan Pengelasan

Di bawah ini adalah beberapa istilah yang berkaitan dengan industri pengelasan beserta artinya:

  • AS (Australian Standards) - Standar Australia termasuk standar bersama Australia dan Selandia Baru
  • AWI (Australian Welding Institute) - Institut Pengelasan Australia
  • ISO (International Standards Organisation) - Organisasi Standar Internasional
  • AWS (American Welding Society) - Masyarakat Pengelasan Amerika
  • CQS (Certified Quality System) - Sistem Mutu Bersertifikat
  • CSWIP (Certification Scheme for Inspection Personnel) - Skema Sertifikasi  untuk Personil Inspeksi
  • ITP (Inspection and test plan(s) - Rencana Inspeksi dan pengujian
  • MDR (Manufacturers Data Report) - Laporan Data Produsen
  • NDT/NDE (Non Destructive Testing / Examination) - Pengujian / Pemeriksaan Tidak Merusak
  • TWI (The Welding Institute) - Institut Pengelasan di Inggris
  • QA (Quality Assurance) - Jaminan Kualitas
  • UNO (Unless noted otherwise) - Kecuali dinyatakan lain

Personel welder memang harus sudah teruji kemampuannya sebelum mengeksekusi pengelasan di proyek migas. Dibuktikan dengan dokumen/Sertifikat Test. Perusahaan tentunya tidak mau rugi dengan mendatangkan welder yang apa adanya yang berakibat gagalnya proses pengelasan sehingga mengakibatkan kerugian yang besar.

LihatTutupKomentar
Cancel